Tokoh  

Angkie Yudistia Buat Sejarah, Penyandang Disabilitas Jadi Staffsus Presiden

Angkie Yudistia

KABARIKU – Angkie Yudistia (32) membuat sejarah baru. Wanita cantik penyandang tuna rungu ini ditunjuk menjadi Staff Khusus Presiden dengan tugas menangani penyandang disabilitas yang jumlahnya mencapai 21 juta jiwa.

Tapi Angkie bukan penyandang tuna rungu disabilitas sembarangan. Ia merupakan salah satu sosok berpengaruh di Indonesia.

Pendiri Thisable Enterprise dan penulis buku “Perempuan Tunarungu, Menembus Batas” ini merupakan finalis Abang None Jakarta pada tahun 2008. Masih pada tahun itu, ia pun dinobatkan menjadi “The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008”.

Setelah lulus dari SMAN 2 Bogor, wanita berkacamata kelahiran lahir 5 Mei 1987 ini melanjutkan kuliah ke Jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta. Pada masa kuliah itulah, kesadaran Angkie untuk membantu para penyandang disabilitas mulai berkobar.

Angkie kehilangan pendengarannya sejak usia 10 tahun. Diduga ia terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan antibiotik saat mengidap malaria.

Angkie mengakui, tak mudah bagi penderita tuna rungu seperti dirinya bersosialisasi di tengah masyarakat, terutama dalam hal memperoleh kesempatan pekerjaan. Sebagai penderita tuna rungu, Angie sendiri sangat merasakan bagaimana sulitnya memperoleh kesempatan untuk berkarya.

“Saya sudah merasakan sulitnya mendapatkan kesempatan (berkarya),” kata Angkie kepada Kompas.com. (21/11/2019).

Oleh karena itu, dengan tekad kuat, Angkie kemudian mendirikan Thisable Enterprise. Salah satu misinya adalah untuk membantu para penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan dan berkarya secara profesional.

Dengan Thisabilitas Entreprise-nya, Angkie berhasil membuka kerja sama dengan Gojek Indonesia untuk mempekerjakan orang-orang dengan disabilitas di Go-Auto dan Go-Glam. Selain itu, ia pun terus mengembangkan kemampuan para penyandang disabilitas untuk mengembangkan karya-karyanya, di antaranya membuat produk kecantikan.

“Aku percaya, tuli itu juga SDM milik negara, aset negara, jadi kita juga memiliki hak,” kata Angkie.

Sebagai staf khusus presiden, Angkie diberi tugas untuk mengurus kaum disabilitas yang jumlahnya mencapai sekitar 21 juta jiwa. Bahkan saat mengumumkan tujuh nama stafsus presiden di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019), Jokowi memberikan tugas tambahan untuk Angkie, yakni sebagai Juru Bicara Presiden untuk Bidang Sosial.

“Selain mengurus disabilitas, saya minta Angkie juga menjadi Juru Bicara Presiden bidang sosial,” ujar Jokowi. (Ref)

Leave a Reply