Jakarta, Kabariku.com – Fakultas Hukum Universitas Pancasila (FHUP) memulai babak baru pengembangan institusi dengan meluncurkan Roadmap Transformasi Strategis 2026-2028. Dokumen tersebut menjadi pedoman arah kebijakan fakultas di bawah kepemimpinan Dekan FHUP, Dr. Lisda Syamsumardian, S.H., M.H., untuk memperkuat kualitas pendidikan hukum, tata kelola berbasis digital, hingga memperluas kolaborasi dengan alumni dan mitra strategis.
Roadmap ini disusun sebagai langkah transformasi agar Fakultas Hukum Universitas Pancasila mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri hukum, dan dinamika global.
Dalam roadmap tersebut, FHUP menetapkan empat agenda prioritas yang akan menjadi fokus pengembangan selama tiga tahun ke depan.
Prioritas pertama diarahkan pada peningkatan mutu akademik dan riset melalui pembaruan kurikulum yang menyesuaikan perkembangan dunia hukum modern. Sejumlah bidang seperti Legal-Tech, Cyber Law, dan International Trade Law akan diperkuat, disertai dorongan peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi serta upaya meraih akreditasi bertaraf global.
Transformasi berikutnya menyasar tata kelola fakultas melalui penerapan sistem digital dalam pelayanan akademik maupun administrasi. Langkah tersebut dibarengi komitmen membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari kekerasan, perjudian, perkelahian, hingga tindakan yang bertentangan dengan etika akademik.
Pengembangan kapasitas mahasiswa juga menjadi perhatian utama. Fakultas berencana meningkatkan dukungan terhadap berbagai kegiatan akademik dan kompetisi, seperti moot court, debat hukum, hingga lomba karya tulis ilmiah di tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang kompetitif.
Selain itu, FHUP akan memperluas kerja sama dengan alumni, lembaga penegak hukum, serta firma hukum nasional maupun internasional. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperbanyak peluang magang, memperkuat layanan Career Center, mengoptimalkan program Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sekaligus meningkatkan tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan terukur, fakultas menetapkan indikator kinerja strategis, yakni 40 persen pada peningkatan mutu akademik dan riset, 30 persen untuk penguatan tata kelola dan inovasi, 15 persen bagi peningkatan prestasi mahasiswa, serta 15 persen pada penguatan kemitraan dan jejaring alumni.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Dr. Lisda Syamsumardian, S.H., M.H., menegaskan bahwa roadmap tersebut merupakan fondasi jangka panjang dalam membangun institusi pendidikan hukum yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Transformasi ini bukan sekadar peningkatan skala administratif, melainkan komitmen moral dan akademis FHUP untuk melahirkan yuris dan penegak hukum berintegritas tinggi yang mampu bersaing di panggung internasional serta berkontribusi nyata bagi pembangunan hukum Indonesia.”
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) Fakultas Hukum. Ketua Umum KAUP Fakultas Hukum yang juga Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menilai keterlibatan alumni menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing fakultas.
Menurutnya, sinergi antara kampus dan alumni dapat membuka lebih banyak peluang pengembangan akademik, jejaring profesional, hingga peningkatan kualitas lulusan.
“Atas nama keluarga besar KAUP Fakultas Hukum, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Dr. Lisda Syamsumardian atas amanah sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila periode 2026–2028. Kami siap mendukung langkah transformasi Fakultas Hukum Universitas Pancasila melalui penguatan jejaring alumni, kolaborasi strategis, serta peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Sayuti.
Melalui roadmap tersebut, Fakultas Hukum Universitas Pancasila berharap dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan hukum yang unggul di Indonesia. Selain meningkatkan kualitas akademik, transformasi ini juga diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang berintegritas, profesional, serta mampu menjawab tantangan perkembangan hukum di era digital dan persaingan global.

















Discussion about this post