Garut, Kabariku – Wanita Binangkit Indonesia (WBI) berkomitmen memperkuat perannya sebagai organisasi pemberdayaan perempuan melalui berbagai program di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan penguatan ekonomi keluarga.
Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Milad ke-1 Wanita Binangkit Indonesia (WBI) Kabupaten Garut yang digelar di Hotel Mercure Garut, Kamis (9/7/2026).
Ketua Wanita Binangkit Indonesia, Hj. Tuti Susilawati, mengatakan organisasi yang dipimpinnya berharap dapat terus berkembang dengan dukungan dan kolaborasi dari pemerintah agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami berharap WBI semakin besar, semakin solid, dan mendapatkan kontribusi serta arahan dari pemerintah agar kami tahu langkah-langkah yang harus dilakukan ke depan. Saat ini kami terus menjajaki berbagai program yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Tuti, dalam satu tahun perjalanannya WBI telah menjalankan sedikitnya tujuh program yang mencakup bidang pendidikan, sosial, kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Ia menjelaskan, fokus utama organisasi saat ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya perempuan melalui pendidikan keterampilan agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Kami ingin perempuan memiliki keterampilan sehingga bisa memperoleh penghasilan. Bagi yang sudah berkeluarga dapat membantu perekonomian keluarga, sedangkan yang belum memiliki pasangan tetap bisa hidup mandiri melalui keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.
Ke depan, WBI juga menyiapkan sejumlah program sosial, di antaranya pembangunan masjid serta pendirian Kegiatan Belajar Masyarakat (KBM) untuk membantu anak-anak yang putus sekolah agar kembali memperoleh akses pendidikan.
Selain pemberdayaan ekonomi dan pendidikan, WBI juga aktif dalam penanganan persoalan sosial. Tuti mengungkapkan organisasinya telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tenaga medis yang tergabung di WBI, untuk membantu penanganan kasus perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan.
Ia mencontohkan, WBI pernah mendampingi seorang ibu yang mengalami gangguan mental akibat kekerasan dalam keluarga. Organisasi tersebut membantu menempatkan anak-anaknya di panti asuhan, sementara sang ibu mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa agar memperoleh rehabilitasi yang layak.
Sementara itu, Dewan Pembina WBI, Hj. Wulan Anggraeni, S.E., mengatakan Milad pertama menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“WBI lahir dengan semangat kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin organisasi ini menjadi wadah bagi perempuan untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi nyata di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Kami juga berharap sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin agar manfaat WBI dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Garut dan Indonesia,” ujar Wulan.
Ia berharap seluruh anggota WBI tetap menjaga semangat kebersamaan dan konsisten menjalankan program-program yang berpihak kepada pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Drs. Yayan Waryana, yang membacakan sambutan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, mengajak WBI untuk terus memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga berkualitas dan mendukung pembangunan daerah.
“Usia satu tahun memang baru sebuah awal, namun kami melihat WBI telah mampu menunjukkan eksistensinya. Semoga ke depan organisasi ini semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Yayan.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post