Jakarta, Kabariku.com – Kejaksaan Agung masih melanjutkan rangkaian penyidikan terkait dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga melibatkan oknum pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai bagian dari penyelidikan, penyidik melakukan penggeledahan di kantor BGN. Selain itu, sejumlah lokasi lain, termasuk kediaman pihak-pihak yang diduga terkait dengan perkara tersebut, juga dikabarkan turut menjadi sasaran penggeledahan.
Meski demikian, hingga kini Kejaksaan Agung belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun bentuk dugaan penyimpangan yang tengah didalami.
Informasi yang beredar menyebutkan penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama dua mantan wakil kepala BGN yang telah dicopot dari jabatannya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Pemeriksaan disebut berlangsung sejak pukul 04.00 WIB.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mochamad Jeffry membenarkan adanya kegiatan penggeledahan tersebut.
“Penyidik PIDSUS Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN,” kata Jeffry.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Di tengah proses penyelidikan yang berlangsung, pemerintah juga melakukan evaluasi internal terhadap tata kelola lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program MBG tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan audit internal sedang dilakukan menyusul munculnya berbagai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program.
“Semua sedang dalam proses audit internal,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut pemerintah, audit tersebut merupakan bagian dari proses monitoring dan evaluasi yang terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengaku menerima sejumlah laporan terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Salah satu laporan yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik jual beli titik dapur MBG.
“Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik,” kata Dudung.
Dudung menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak guna melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menelusuri kebenaran berbagai laporan yang diterima pemerintah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pencopotan Dadan Hindayana dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja serta tata kelola BGN.
Menurut Dasco, DPR melalui Komisi IX sebelumnya juga telah memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam tubuh lembaga tersebut.
Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum menjelaskan apakah penggeledahan di kantor BGN memiliki keterkaitan langsung dengan dugaan jual beli titik SPPG maupun temuan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post