Jakarta, Kabariku – Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026), menjadi perhatian publik.
Usai mengikuti upacara yang dipimpin langsung oleh Prabowo sebagai inspektur upacara, keduanya tampak meninggalkan lokasi kegiatan dengan wajah sumringah sambil bergandengan tangan.
Momen tersebut menyita perhatian karena dinilai merepresentasikan kedekatan dua tokoh nasional yang selama ini memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik Indonesia.
Sebelumnya, Prabowo juga terlihat memasuki area upacara bersama Megawati yang menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Kehadiran keduanya dalam satu barisan menjadi simbol kuat peringatan Hari Lahir Pancasila yang tahun ini mengusung semangat persatuan dan kebangsaan.
Selain Megawati, Prabowo juga tampak berbincang akrab dengan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin. Dalam perbincangan tersebut turut hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Koordinator SIAGA 98 Hasanuddin menilai gestur Megawati yang menggandeng tangan Prabowo memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar simbol keakraban personal.
“Megawati Soekarnoputri menggandeng tangan Presiden Prabowo Subianto merupakan simbol persatuan nasional di Hari Peringatan Pancasila 1 Juni,” ujar Hasanuddin.
Menurutnya, momen tersebut memperlihatkan bahwa kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas perbedaan politik.
“Semangat persatuan yang ditunjukkan kedua tokoh dinilai sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.
Pandangan serupa juga tercermin dari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Hasto Kristiyanto yang berharap hubungan baik Prabowo dan Megawati dapat menjadi modal untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa.
“Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan,” kata Hasto.
Ia menegaskan bahwa hubungan antara Megawati dan Prabowo selama ini terjalin dengan baik serta dilandasi komitmen yang sama dalam menjaga persatuan nasional dan memperkuat ideologi Pancasila.
Bagi Hasto, pengalaman panjang Megawati sebagai kepala negara dan kedekatannya dengan Prabowo dapat menjadi modal penting untuk bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan, mulai dari pembangunan nasional hingga penguatan persatuan di tengah dinamika global.
Upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini sendiri berlangsung khidmat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB mengenakan jas biru dongker, songkok hitam, dan dasi biru. Sementara komandan upacara dipercayakan kepada Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono.
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni merujuk pada pidato Presiden pertama RI Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 1 Juni 1945 yang memperkenalkan konsep dasar negara Pancasila.
Di tengah suasana peringatan tersebut, momen Prabowo dan Megawati bergandengan tangan menjadi gambar yang paling banyak mendapat perhatian publik, sekaligus memunculkan harapan bahwa semangat persatuan yang diwariskan Pancasila terus menjadi perekat dalam kehidupan be*rbangsa dan bernegara.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post