Garut, Kabariku – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut serta mengukuhkan Pengurus Komisi MUI Kabupaten Garut masa khidmat 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (13/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat, jajaran Forkopimda, Baznas, Kementerian Agama, serta para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam (Ormas) se-Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut adanya penguatan komunikasi, koordinasi, serta konektivitas antara pemerintah dan para ulama.
Ia juga menyoroti persoalan moral di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, peran MUI sangat penting dalam membentengi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan.
“Informasi menyebar sangat cepat. Bukan hanya membawa dakwah kebaikan, terkadang banyak pula hal yang membawa kemudharatan/kerugian. Sehingga akan berdampak pada masyarakat kita terutama dalam akhlak dan pola hidup anak-anak,” ujar Bupati Garut.
Selain itu, Bupati mengajak seluruh jajaran MUI untuk terus menjalin komunikasi yang intens dengan unsur pimpinan daerah, mulai dari kepala desa, camat, hingga aparat TNI-Polri seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Hal ini dinilai penting dalam menjaga kondisi Kabupaten Garut tetap aman, damai, tertib, dan nyaman.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan hanya sebatas formalitas, melainkan menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja organisasi secara nyata.
“Tentunya kita berharap kepada pengurus komisi MUI yang baru adalah legalitas ini menjadi daya dorong kinerja nyata atas apa yang bisa dilaksanakan oleh kita,” tegas Rd. Amin.
Ia juga kembali menekankan peran strategis MUI sebagai pelayan umat (Khadimul Ummah) dan mitra strategis pemerintah (Shodiqul Hukumah). Selain itu, sebagai pelindung umat (Himayatul Ummah), MUI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga masyarakat dari berbagai isu yang menyesatkan, baik dalam aspek keagamaan maupun sosial.
Rd. Amin turut mengingatkan pentingnya nilai toleransi sebagai wujud ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Ia mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga kebersamaan dan keselarasan dalam mencapai tujuan bersama.
“Semoga pengukuhan ini menjadi tambahan untuk jalan dan ruang berbakti kita terhadap Allah SWT dengan memberikan manfaat lebih terhadap orang lain atau saudara kita,” tutupnya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post