Jakarta, Kabariku – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon.
Kepala Negara juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit serta memberikan penghormatan atas pengabdian mereka dalam menjalankan misi negara.
Ucapan duka tersebut disampaikan Presiden melalui akun Instagram resminya, dikutip Rabu (1/3/2026).
“Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berdukacita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” tulis Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
Pemerintah, lanjutnya, memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas mulia tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan di Lebanon yang menewaskan personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dalam pernyataan resminya melalui platform X, Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa penyelidikan harus dilakukan secara cepat, transparan, dan komprehensif guna mengungkap kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.
“Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, serta menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” demikian pernyataan Kemlu.
Pemerintah Indonesia juga menilai terulangnya serangan terhadap personel Indonesia dalam waktu singkat merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima. Dua insiden yang terjadi secara beruntun itu dinilai mencerminkan buruknya situasi keamanan di Lebanon selatan.
Sebelumnya, seorang prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, dilaporkan gugur pada Minggu (29/3) setelah proyektil meledak di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian Indonesia di sekitar Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.
Sehari kemudian, Senin (30/3), Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Insiden tersebut juga menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka-luka setelah kendaraan yang mereka tumpangi hancur akibat ledakan.
“Akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL dan menghancurkan kendaraan mereka,” demikian keterangan PBB terkait insiden tersebut.*
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com






















Discussion about this post