Garut, Kabariku – Video Wakil Bupati Garut Putri Karlina saat menyampaikan pesan di hadapan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam kegiatan siraman rohani usai apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tafsir di tengah masyarakat.
Namun, pendiri Madrasah Kolaborasi (Makola), Agus Alfas, menilai pernyataan Putri Karlina dalam video tersebut merupakan bentuk refleksi dan kesadaran moral setelah satu tahun menjabat sebagai Wakil Bupati Garut.
“Memaknai apa yang disampaikan Wakil Bupati dalam video itu harus melihat konteks waktu dan tempat pesan tersebut disampaikan, agar tidak salah menafsirkan,” ujar Alfas, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, momen siraman rohani di lingkungan Setda merupakan ruang yang tepat untuk melakukan introspeksi, terlebih setelah satu tahun kepemimpinan berjalan.
Ia melihat Putri Karlina tengah mengajak para pejabat melakukan refleksi bersama dan memperkuat komitmen untuk bekerja lebih baik bagi masyarakat.
Alfas menilai, pesan yang disampaikan Putri bukanlah bentuk sindiran atau kritik personal, melainkan dorongan moral agar seluruh jajaran Pemkab Garut kembali fokus pada visi dan misi yang telah ditetapkan bersama Bupati dan Wakil Bupati.
“Jangan ada yang baper dengan apa yang disampaikan Putri, termasuk Bupati. Maknai itu sebagai kesadaran moral untuk mengajak para pejabat mewujudkan Garut Hebat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Putri Karlina maju sebagai Wakil Bupati dengan modal politik dan pengalaman pemerintahan yang relatif minim. Di sisi lain, terdapat cita-cita besar dalam dirinya untuk membangun Kabupaten Garut.
Setelah satu tahun menjabat, lanjut Alfas, wajar jika muncul refleksi bahwa target dan harapan belum sepenuhnya tercapai. Dari proses tersebut, menurutnya, lahir kesadaran moral yang justru menjadi kekuatan baru untuk menghadapi tahun kedua masa jabatan.
“Saya melihat kesadaran moral itu diikuti dengan hikmah. Putri mengambil pelajaran dari satu tahun perjalanannya menjadi Wabup. Hikmah ini yang seharusnya dikapitalisasi sebagai modal untuk tahun kedua,” ujarnya.
Alfas menegaskan, beragam penafsiran terhadap video tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik lokal. Bahkan, ia menilai respons publik bisa menjadi peta baru bagi Putri Karlina dalam mengukur dukungan dan menentukan langkah kolaborasi ke depan.
“Pemaknaan yang muncul justru bisa menjadi peta politik baru bagi Putri untuk mengukur stakeholder mana saja yang bisa diajak bekerja sama dalam mewujudkan Garut Hebat,” pungkasnya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post