Jakarta, Kabariku – Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui kerja sama konkret di sejumlah sektor prioritas, terutama pertanian untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Penguatan kerja sama ini juga diiringi penandatanganan Traktat Keamanan Bersama pada Jumat (6/2/2026), yang menitikberatkan pada mekanisme konsultasi bilateral di bidang keamanan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan, traktat yang diteken kedua pemimpin tersebut merupakan kelanjutan dari Defense Cooperation Agreement yang telah disepakati sejak 2006. Ia menegaskan, kesepakatan terbaru ini tidak membentuk aliansi militer maupun pakta pertahanan baru.
“Ini bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer. Tidak ada ketentuan bahwa ancaman terhadap satu negara dianggap sebagai ancaman bagi negara lain. Ini adalah forum konsultasi tentang situasi keamanan di kawasan,” kata Sugiono dalam keterangannya. Sabtu (7/2/2026).
Menurut Sugiono, kerja sama keamanan tersebut akan diwujudkan melalui forum konsultasi rutin antara pimpinan dan para menteri kedua negara untuk membahas dinamika keamanan regional dan global yang saling memengaruhi.
Ia menekankan, kepentingan nasional Indonesia-mulai dari menjaga kedaulatan dan integritas wilayah hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat-sangat bergantung pada terciptanya lingkungan kawasan yang stabil, damai, dan kondusif.
“Untuk mencapai kepentingan nasional, kita memerlukan suasana yang stabil dan damai. Tanpa stabilitas, tujuan-tujuan tersebut akan sulit tercapai,” ujarnya.
Menlu Sugiono menilai, komunikasi dan kolaborasi dengan negara-negara kawasan menjadi langkah penting agar tantangan global dapat dikelola secara konstruktif.
Mekanisme konsultasi semacam ini, lanjut dia, merupakan praktik lazim dalam diplomasi Indonesia, baik di tingkat regional maupun bilateral dengan mitra strategis lainnya.
Selain isu keamanan, kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama di sektor pertanian. Langkah ini dipandang strategis dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan peningkatan kapasitas produksi.
“Di tengah situasi global yang dinamis, komunikasi dan kerja sama sangat diperlukan. Kita ingin menjadi tetangga yang baik dengan saling membicarakan tantangan bersama dan mencari solusi yang saling menguntungkan,” tutup Menlu Sugiono.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post