• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Maret 3, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
16 Januari 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Penulis :
Muhammad Kokodi Abrar
Advance Training HMI Badko Jawa Tengah-DIY

Kabariku – Wawasan Nusantara harus direvitalisasi bersamaan dengan penguatan disintegrasi dan krisis identitas nasional selama globalisasi. Hilangnya sentimen nasional dan persatuan akibat arus informasi yang masif, budaya asing, dan oportunisme politik menjadi ancaman.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Globalisasi membuka pintu untuk kemajuan teknologi, kerjasama internasional, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membawa individualisme, konsumerisme, dan relativisme yang bertentangan dengan karakter bangsa.

RelatedPosts

Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

Tanpa filter nasional yang kuat, masyarakat, terutama pemuda, dapat dengan mudah beralih antara bangga menjadi warga global sekaligus acuh tak acuh terhadap kewarganegaraan Indonesia mereka. Disintegrasi nasional tidak selalu muncul dalam bentuk konflik bersenjata.

Ia juga dapat mengambil bentuk lemahnya solidaritas dan rasa memiliki nasib yang sama, penguatan politik identitas, dan penurunan solidaritas sosial di sepanjang garis etnis, agama, dan daerah.

Peningkatan ujaran kebencian, intoleransi, dan konflik nuansa SARA (suku, agama, ras, dan hubungan antarkelompok) di ruang publik dan media sosial adalah bukti melemahnya nilai- nilai nasionalisme.

Dominasi budaya asing dalam gaya hidup, bahasa, dan pola konsumsi masyarakat menunjukkan turunnya apresiasi terhadap budaya dan produk dalam negeri.

Ini menandakan krisis identitas Nasional yang semakin dalam. Namun, di Indonesia, terdapat modal sosial yang cukup kuat. Hal ini dapat terlihat dalam berbagai bencana alam dan krisis sosial, di mana masyarakat saling membantu, bahkan lintas daerah dan latar belakang.

Semangat gotong royong dan solidaritas nasional ada, hanya saja belum dimaksimalkan. Oleh karena itu, perlu untuk merevitalisasi Wawasan Nusantara agar ini tidak sia-sia. Revitalisasi Wawasan Nusantara harus di fokuskan pada 3 hal.

Baca Juga  Jumhur Hidayat, Rocky dan Perjuangan Buruh Tanpa Akhir

Pertama, menanggulangi disintegrasi bangsa yang diakibatkan konflik identitas, polarisasi sosial, dan ketimpangan pembangunan.

Kedua, untuk menangani rasio krisis identitas bagi kaum muda, terutama, di tengah budaya dan nilai-nilai transnasional.

Ketiga, adalah rekayasa ulang antusiasme kebangsaan yang menjadi basis gerak sosial, politik, dan ekonomi secara kolektif.

Revitalisasi ini harus dimulai dari pengenalan bahwa Indonesia adalah kepulauan yang beraneka ragam dan rentan dari konflik, jika tidak disatukan oleh nilai kebangsaan yang kuat.

Sekedar hafalan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak ada artinya jika tidak ada internalisasi nilai dalam perilaku nyata.

Penyalahgunaan masalah SARA, hoax, dan merendahkan budaya sendiri adalah pengingkaran sikap terhadap Wawasan Nusantara.

Revitalisasi, utamanya dalam konteks pendidikan, harus dapat menghubungkan konteks nasionalisme dan kehidupan sehari-hari serta pengggunaan media digital untuk menumbuhkan sikap toleransi dan keadilan dalam penyelenggaraan kebijakan publik.

Revitalisasi Wawasan Nusantara sepenuhnya memang harus melibatkan semua elemen bangsa. Dalam hal ini, pemerintah harus menegakkan hukum dan menempatkan keadilan dalam pembangunan, lembaga pendidikan dan keluarga harus secara terus menerus menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme, dan masyarakat sipil harus proaktif dalam menangkal berbagai bentuk provokasi yang memecah belah.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Era GlobalisasiHMI Badko Jawa Tengah-DIYRevitalisasi Wawasan NusantaraTantangan Disintegrasi
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Taklimat Presiden 2026: Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

Post Selanjutnya

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

RelatedPosts

Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

1 Maret 2026

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

26 Februari 2026
Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada hari ini, Selasa tgl. 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

20 Februari 2026
dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

18 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026
Post Selanjutnya

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

Pendiri Haidar Alwi Institut (HAI), Haidar Alwi saat dimintai keterangan soal survei publik kepercayaan Polri. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Survei HAI: Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Kuat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dukacita Berpulangnya Try Sutrisno, Mensesneg: Salah Satu Putra Terbaik Bangsa

3 Maret 2026

Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno: Persembahan Jasa Wapres ke-6 untuk Persada Pertiwi

2 Maret 2026
Iran mengklaim rudal balistik menghantam kantor PM Israel dan menyebut kondisi Netanyahu belum ditentukan.

Rudal Iran Hancurkan Kantor PM Israel dan Kondisi Netanyahu Belum ditentukan, inilah Faktanya

2 Maret 2026
Ilustrasi Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. (Foto: Ainul Ghurri)

11 Terdakwa Dituntut Bersalah di Perkara Korupsi Pembiayaan Fiktif Telkom

2 Maret 2026
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Bongkar Pemalsuan Cukai Rokok Lewat Suap

2 Maret 2026
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi

Kedubes Iran Apresiasi Kesiapan Presiden Prabowo Mediasi Konflik Iran-AS

2 Maret 2026

Dugaan Penyalahgunaan APBDes 2025, Pemdes Mekarjaya Pastikan Tak Ada Temuan Penyimpangan

2 Maret 2026

Bahaya Konflik Timur Tengah dan Perlindungan Terhadap Keselamatan Presiden Prabowo Subianto

2 Maret 2026
Tiga calon Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) usai mengucapkan sumpah jabatan di Gedung MA RI. (Tangkapan layar YouTube Mahkamah Agung RI)

MA Lantik Tiga Ketua PT TUN

2 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Penyalahgunaan APBDes 2025, Pemdes Mekarjaya Pastikan Tak Ada Temuan Penyimpangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Dissenting Opinion dalam Sidang Vonis Riva Siahaan Dkk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com