Jakarta, Kabariku – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Andi Arief, angkat bicara mengenai isu ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Andi Arief menegaskan bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan isu tersebut.
Andi Arief menyebut tudingan yang menyeret nama SBY sebagai pihak di balik isu ijazah palsu Jokowi merupakan fitnah yang tidak berdasar dan menyesatkan publik.
Menurutnya, narasi tersebut sengaja dibangun oleh akun-akun anonim yang aktif di media sosial, khususnya di platform TikTok.
“Beberapa waktu terakhir di media sosial, terutama TikTok, saya melihat sangat masif fitnah yang dilakukan oleh akun-akun yang sebagian besar anonim, yang kita tahu afiliasinya ke mana, seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi,” ujar Andi Arief dalam video yang diunggah di akun X miliknya, Andiarief__, dikutip Senin (5/1/2025).
Ia menambahkan, tudingan tersebut membuat SBY merasa terganggu karena tidak sesuai dengan fakta.
Andi menegaskan bahwa hubungan antara SBY dan Jokowi selama ini baik dan tidak pernah memiliki persoalan apa pun.
“Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini, karena tidak benar bahwa beliau berada di balik isu ijazah palsu ini. Sama sekali tidak benar. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini baik,” lanjutnya.
Andi Arief berharap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab segera menghentikan penyebaran tudingan tersebut agar tidak semakin memperkeruh ruang publik dan menyesatkan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa aktivitas SBY saat ini lebih banyak difokuskan pada kegiatan di luar politik praktis, termasuk menekuni dunia seni lukis.
Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa SBY membuka kemungkinan untuk menempuh langkah hukum guna menghentikan fitnah yang terus diarahkan kepadanya.
“Terbuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum, karena ini menyangkut keadilan. Pak SBY tidak merasa melakukan hal yang dituduhkan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Arief mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk tetap solid dan memberikan dukungan kepada SBY dalam menghadapi fitnah serta disinformasi yang beredar di media sosial.
“Kita tahu selama ini Pak SBY selalu mengajarkan politik yang putih dan bersih. Tidak pernah menyerang orang, tidak pernah membuat fitnah. Kalau kita difitnah dan dizalimi, kita harus melawan,” pungkas Andi Arief.***
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post