• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 24, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini Edukasi

Daniel Mananta Ungkap Sekolah Internasional Diduga Dukung LGBT, Berikut Pesan Quraish Shihab

Redaksi oleh Redaksi
5 Agustus 2023
di Edukasi
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku- Daniel Mananta mengungkap adanya sebuah sekolah internasional di wilayah Jabodetabek yang diduga mendukung gerakan LGBT.

Dalam podcast Daniel Mananta Network (DMN) tersebut, Daniel berkesempatan untuk berbicara dengan tokoh agama terkenal Quraish Shihab.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Daniel mengaku terkejut ketika mengunjungi sekolah tersebut untuk mengikuti proses assesment bagi anaknya.

RelatedPosts

Lebih dari Sekadar Kain: Batik Kawung Garutan dan Jejak Nilai Kemanusiaan Nusantara

Dukung Edukasi Hukum Sejak Dini, Jaksa Agung Terima Kunjungan Duta Pelajar Sadar Hukum Kaltim 2024

Kontroversi Kata “Goblok” Saat Berdakwah

Daniel menghormati mereka yang membuat keputusan sulit terkait identitas LGBT, namun ia khawatir jika gerakan tersebut meresap ke anak-anak di bawah 18 tahun yang sedang mencari jati diri.

Pengalaman Daniel menjadi viral di media sosial dan memicu perhatian masyarakat Indonesia ini, harapannya isu ini membuka diskusi tentang peran orang tua dalam memberikan fondasi moral kepada anak-anak mereka.

Bukan hanya bergantung pada sekolah. Daniel berpendapat bahwa sekolah seharusnya berfokus pada kebenaran, bukan hanya perasaan semata.

Pihak sekolah diduga memiliki pandangan yang berbeda. Daniel menyebut bahwa dalam budaya Barat, sekolah-sekolah mendukung eksplorasi perasaan dan identitas.

“Mereka mengajarkan untuk tidak menghakimi dan membiarkan siswa mengeksplorasi perasaan mereka, termasuk orientasi seksual,” kata Daniel, dikutip Sabtu (5/8/2023).

Sekolah juga mengklaim bahwa apa pun yang dibicarakan oleh siswa dengan konselor adalah rahasia, dan tidak akan dibagikan kepada orang tua.

Daniel menyayangkan pendekatan ini dan merasa bahwa tanggung jawab sekolah seharusnya lebih besar dalam memastikan kesejahteraan siswa secara fisik, mental, dan rohani.

Ia khawatir bahwa sekolah terlalu fokus pada agendanya sendiri, yang mungkin merusak moralitas anak-anak.

Baca Juga  Fakultas Pertanian UNIGA Hadirkan Inovasi Tower-Aeroponic untuk Pertanian di Perkotaan

Daniel Temukan Tiga Toilet

Selain itu, Daniel mencatat adanya tiga toilet di sekolah tersebut: “Girls,” “Boys,” dan “Gender Netral.”

Daniel berpendapat bahwa sebagai orang tua, penting untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak-anak mereka.

Ia mengimbau orang tua untuk lebih mendalam dalam mewawancarai sekolah, memastikan bahwa nilai dan moral yang ditanamkan sesuai dengan keyakinan mereka.

“Meskipun tidak memberikan solusi yang konkret dari pihak pemerintah, kita mendorong orang tua untuk lebih berperan serta dalam pendidikan anak-anak mereka dan lebih selektif dalam memilih sekolah,” ujar Daniel.

Ia juga mengakui bahwa ia berdoa sebelum memilih sekolah untuk anaknya dan merasa bahwa Tuhan membimbingnya.

Daniel Mananta menekankan, berbagi pengalaman ini untuk berbagi wawasan kepada masyarakat, terutama orang tua yang lebih selektif dalam memilih pendidikan anak-anak mereka.

“Pentingnya peran orang tua dalam pendidikan dan perlindungan anak-anak dari pengaruh negatif menjadi fokus utama dalam cerita ini,” ungkapnya.

Penjelasan Quraish Shihab

Quraish Shihab lantas memberikan pandangannya terhadap LGBTQ.

“Orang tua harus mampu mendidik anaknya, harus mampu menjelaskan bahaya-bahaya yang mungkin terjadi. Salah satunya bahaya terbesar menyangkut lGBT,” kata Quraish Shihab.

Quraish Shihab merasa bahwa bukan perkara mudah untuk mengontrol bagaimana manusia bersikap serta menentukan jalan hidup.

“Kita harus bergandengan tangan bukan untuk membenci mereka, tapi untuk menyelamatkan mereka,” tuturnya.

Quraish Shihab meyakini bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti ada batasan, termasuk soal seks.

Quraish pun berujar bahwa persoalan LGBTQ ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Ia menilai perlu ada pengarahan soal pemahaman LGBTQ ini.

“Dalam hidup ini ada pembatasan, jadi di bidang seks juga harus ada pembatasan, jangan bicara itu (LGBTQ) kepada anak yang belum mengerti, jangan praktikkan yang bertentangan dengan budaya dan agama, dan naluri manusia yang sehat,” ungkap Quraish Shihab.

Baca Juga  Manajemen Kerumunan Masjidil Haram

Menurutnya, hubungan sesama jenis itu sampai sekarang masih tidak disepakati oleh semua ilmuwan.

“Hasil keputusan bahwa itu adalah normal masih ada perselisihan, ada kekuatan yang lebih besar, ya itu yang menang, itu lebih didengar, padahal tidak,” sambungnya.

Daniel pun mengaku setuju dengan pandangan Quraish mengenai perlu adanya pembatasan terhadap LGBTQ.

Daniel tidak bermaksud untuk membenci orang-orang yang sudah memilih jalan untuk menjadi LGBTQ.

Namun, Daniel khawatir ketika pemahaman LGBTQ tersebut justru ditularkan kepada orang lain termasuk anak-anak.

Daniel pun membayangkan bahwa segala sesuatu yang tidak ada batasan, pasti akan menimbulkan sesuatu yang merugikan.

“Saya setuju dengan pembatasan tersebut sih, karena api kalau nggak dibatasi, akan membakar rumah, hutan, dan menghancurkan semuanya, air kalau tidak dibatasi akan membuat banjir, tsunami, dan lain-lain,” ujar Daniel.

“Tapi air kalau diberikan batas akan memberikan kehidupan, api kalau diberikan batas juga akan memberikan kehidupan, seks kalau nggak dibatasi pasti akan menghancurkan, tapi kalau dibataskan, ya itu namanya pernikahan,” ujarnya.

Cendekiawan muslim Quraish Shihab menambahkan dengan tegas menolak jika ada wacana melegalkan keberadaan kaum LGBT di Indonesia.

Menurut penulis tafsir Al Misbah itu, tidak masalah jika Amerika Serikat (AS) lantas melegalkan adanya pernikahan sesama jenis. Akan tetapi, jika hal itu akan diterapkan di Indonesia ia akan menolaknya.

“Kalau di Indonesia mau diberlakukan, saya paling depan berkata, no (tidak),” tegasnya.

Quraish Shihab berpendapat, ketetapan hukum ditentukan masyarakat oleh suatu negara. Oleh karena itu, ia mengimbau agar tidak mencampuri urusan negara lain.

Ia meyakini, Indonesia memiliki pendapat hukum yang berbeda dan tidak keluar dari tuntunan agama. Ia menegaskan tidak ada agama yang melegalkan LGBT.

Baca Juga  Teken Kontrak dengan Perbanas Institute, KPK: Membangun Nilai, Karakter dan Budaya Antikorupsi di Lingkungan Perguruan Tinggi

“Siapa pun penganut agama tidak setuju itu,” tutup Quraish Shihab.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Daniel Mananta NetworkJabodetabekLGBTQuraish ShihabSekolah Internasional
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Bertema Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi, Bus KPK akan Roadshow di Kota Bengkulu Selama Empat Hari

Post Selanjutnya

Gencarkan Patroli Malam Jajaran Polres Garut Ungkap Gudang dan Kios Jamu Penjual Miras

RelatedPosts

akademisi UNIGA: Desi Qoriah, SE., M.Hum.,

Lebih dari Sekadar Kain: Batik Kawung Garutan dan Jejak Nilai Kemanusiaan Nusantara

16 Oktober 2025

Dukung Edukasi Hukum Sejak Dini, Jaksa Agung Terima Kunjungan Duta Pelajar Sadar Hukum Kaltim 2024

12 Desember 2024

Kontroversi Kata “Goblok” Saat Berdakwah

4 Desember 2024

Antisipasi Perilaku Menyimpang, DPPKBPPPA Kabupaten Garut Gelar Workshop Edukasi Para Pelajar

29 Maret 2024

Polres Garut Kenalkan Profesi Kepolisian ke Anak Usia Dini

11 Oktober 2023

Fakultas Pertanian UNIGA Hadirkan Inovasi Tower-Aeroponic untuk Pertanian di Perkotaan

10 Oktober 2023
Post Selanjutnya

Gencarkan Patroli Malam Jajaran Polres Garut Ungkap Gudang dan Kios Jamu Penjual Miras

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

PDI Perjuangan Maafkan Rocky Gerung, Hasto Kristiyanto Jelaskan Alasannya

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dasco Minta Impor 105 Ribu Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih Ditunda

24 Februari 2026
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya sepakat mengembalikan dana beasiswa beserta bunga usai video viral.

Menkeu Purbaya Tegaskan soal Alumni LPDP Viral: Dana Dikembalikan, Sanksi Disiapkan

23 Februari 2026

Menkeu Purbaya Perpanjang Rp200 Triliun Tetap di Bank, Likuiditas dan Kredit Terjaga

23 Februari 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Hormati Putusan KIP Soal Dokumen TWK, Eks Pegawai Desak Pemulihan Status

23 Februari 2026

“Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Kakorlantas Polri: Lebaran Makin Berkesan

23 Februari 2026
Gedung Merah Putih KPK, di Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Datangi KPK, Menag Nasaruddin Umar Laporkan Penggunaan Jet Pribadi

23 Februari 2026

Seskab Teddy: Kerja Sama Dagang RI-AS Tak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal dan Izin BPOM

23 Februari 2026
Wakil Bupati Garut Putri Karlina

Evaluasi Satu Tahun, Wabup Garut Janji Perbaiki Sistem dan Tindak Lanjut Aduan

23 Februari 2026

Program Sosial Sejalan HAM, Menteri Pigai: Jangan Kaitkan dengan Agenda Pemilu

23 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garut 213 Tahun: Dewan Adat Ungkap Bukti Historis Baru Soal Nama dan Hari Jadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com