• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Mei 17, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Uncategorized

Konferensi Mahasiswa Papua di DKI Jakarta Merespon Dinamika Pembentukan DOB di Papua

Redaksi oleh Redaksi
26 Maret 2022
di Uncategorized
A A
0
ShareSendShare ShareShare

JAKARTA, Kabariku- Konferensi Mahasiswa Papua (KMP) pada Jum’at, 26 Maret 2022, kemarin, berkumpul di DKI Jakarta untuk menyamakan pemikiran dan pandangan serta merespon dinamika yang berkembang di Papua terkait agenda pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) tersebut.

Koordinator KMP, Moy Boymasa, mengatakan dimulai dengan adanya kekerasan yang terjadi berulang-ulang di tanah Papua.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Kekerasan itu terjadi dan terus beranak pinak seiring niat pemerintah memekarkan tanah Papua menjadi enam DOB baik di Papua maupun Papua Barat,” cetusnya.

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

Publik di Indonesia, terkhusus masyarakat tanah Papua tengah disodorkan dengan wacana lahirnya enam calon DOB provinsi baru di Bumi Cenderawasih.

Disebutkan, Enam calon DOB itu antaralain; Provinsi Papua Tabi Saireri, Pegunungan Tengah, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

“Rencana itu menuai pro dan kontra. Pemerintah pusat berdalil, salah satunya ialah mempercepat pembangunan kesejahteraan warga masyarakat di dua provinsi paling timur Indonesia itu,” ujar Boymasa.

Koordinator KMP ini melihat elite politik ‘sedang genit’ memperebutkan kursi empuk kekuasaan baik Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota di tanah Papua ialah sesuatu yang normatif.

”Namun, hal terpenting setelah kuasa digenggam adalah siapa pemimpin yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan umum bagi rakyat, itulah hal paling prinsip,“ tuturnya.

Disatu sisi, ada rencana besar pemerintah baik pusat maupun daerah, disisi-lain kesejahteraan rakyat masih jadi barang langka meski Papua berada dalam dekapan UU tentang Otonomi Khusus hasil amendemen.

Baca Juga  Kapolres Garut Dampingi Gubernur Jawa Barat Tinjau Pos Pam Terpadu GTC Limbangan Garut

“Niat memekarkan tanah Papua menjadi enam provinsi perlu dilihat lebih mendalam dan sungguh menjadi bahan refleksi bagi pemangku kepentingan Jakarta dan tanah Papua,” katanya.

Malkin, Mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni mengatakan, “Mengapa kami semua perlu refleksi mendalam?”.

Pertama, rencana pemekaran sejumlah provinsi baru di tanah Papua tampak sekadar ambisi elite tertentu untuk merebut jabatan. Lalu, saat jabatan digenggam, rakyat diborgol oleh kuasa formal elite.

“Elite lokal malah lebih hura-hura dengan jabatan, terpaut jauh dari rakyat dari kuasa formal yang direngkuh,” ujarnya.

Lanjut Fadli Abdurrahman, Mahasiswa asal Kabupaten Kaimana menilai pemerintah perlu melihat tanah Papua secara keseluruhan, holistis, dan serius menyelesaikan berbagai akar persoalan tanah Papua yang masih menganga, sebelum mewacanakan kehadiran provinsi baru baik di Papua maupun Papua Barat.

Dan Salma, asal Kabupaten Sarmi meminta pemerintah mesti serius menjalankan sejumlah kebijakan terdahulu guna mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat di dua provinsi paling timur Indonesia.

Beberapa narasumber yang tergabung juga menjawab beberapa pertanyaan wartawan saat sesi konferensi pers dalam mendukung pemakaran di tanah papua, di Cafe Saham, DKI Jakarta.

Adapun isi dari konferensi pers Konferensi Mahasiswa Papua sebagai berikut ;
1. Kami konferensi mahasiswa papua, mendukung adanya pemekaran provinsi ditanah papua.

2. Konferensi mahasiswa paoua mengajak semua masyarakat papua umtuk terus mengawal dan mengawasi program pemerintah terkait pemekaran provinsi di tanah papua agar bisa membawa kesejahteraan dan keselamatan bagi rakyat papua.

3. Konferensi mahasiswa papua akan menjadi mitra kritis dan solutif pemerintah untuk mengawal kebijakan serta keselamatan yang berpihak pada masyarakat asli papua.

4. Konferensi mahasiswa papua berharap dengan adanya pemekran di tanah papua dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orang asli papua.

Baca Juga  Gugatan di Pengadilan Selesai, Kini Anaknya Laporkan Amih ke Polisi

5. Meminta pemerintah melibatkan semua steakholder mulai dari tokoh adat,tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dalam mengambil kebijakan atau keputusan supaya program pemekaran di tanah papua bisa berlangsung dengan aman damai dan kondusif.

”Kami dari Konferensi Mahasiswa Papua yang mewakili Kabupaten Sarmi, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabpuaten Kaimana mendukung penuh pembentukan Daerah Otonom Baru Provinsi di Papua. Kami juga mendesak agar pemerintah pusat dan DPR RI untuk tetap konsisten dengan agenda yang saat ini sudah berjalan,” ungkap nya dalam pernyataan bersama yang disampaikan kepada wartawan.

Atas dasar tersebut mahasiswa dan pemuda-pemudi Papua dan Papua Barat yang terhimpun dalam beragam organisasi kepemudaan dan kedaerahan bersama-sama mengagendakan Konferensi Pers.

Dimana menurutnya, Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) yang merupakan salah satu komponen dalam masyarakat, dituntut untuk menjembatani permsalahan diantara poin-poin tersebut.

“Hal itu, kami lakukan berdasarkan Tri Darma perguruan tinggi yang inti ketiganya adalah pengabdian untuk masyarakat,” tandasnya.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: agenda pembentukan Daerah Otonom Baru papuaKonferensi Mahasiswa Papua
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Pelantikan dan Rakerda Pengurus Majelis Daerah KAHMI dan FORHATI Garut Periode 2022-2027

Post Selanjutnya

PW KAMMI Jabar Gelar Rapimwil Bertajuk “Membina Kader Pemimpin Muslim Negarawan Berjiwa Pancasila untuk Indonesia 2045”

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

15 Juni 2023

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

10 Juni 2023

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

8 Juni 2023

Polres Garut Gerebek Dua Perusahaan Penyalur TKI Ilegal 14 Diamankan

8 Juni 2023

Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan nonPeraturan Produk Hukum Bawaslu

8 Juni 2023

‘Inovasi Social Enterprice’ Desa Cinta Karangtengah Wakili Garut Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2023

7 Juni 2023
Post Selanjutnya

PW KAMMI Jabar Gelar Rapimwil Bertajuk "Membina Kader Pemimpin Muslim Negarawan Berjiwa Pancasila untuk Indonesia 2045"

Sempat Viral di Medsos Tiga Pria Aniaya Gadis Cantik dan Ibunya di Garut, Ini Penjelasan Kapolsek Samarang

Discussion about this post

KabarTerbaru

Bumdes Harus Sinergi Dengan Koperasi Merah Putih

17 Mei 2026
Ilustrasi pencabulan/i-stock

DPRD Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Oknum Guru Ngaji, Pemda Diminta Turun Tangan

17 Mei 2026

Presiden Prabowo Resmikan 166 SPPG dan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

16 Mei 2026

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah: Ruang Edukasi dan Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh

16 Mei 2026
PB HMI dorong dukungan publik untuk geothermal Garut dan ketahanan energi nasional.(Istimewa)

PB HMI Sebut Geothermal Garut Bisa Jadi Penopang Energi Bersih dan Ekonomi Daerah

16 Mei 2026

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026
Diskusi Obor Rakyat Reborn menyoroti dampak hukum dan politik polemik ijazah Jokowi terhadap PSI dan trah politik Jokowi 2029.(Irfan/kabariku.com)

Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

16 Mei 2026

Operasi Saber Bersinar 2026: BNN Gerebek Kampung Narkoba di Sumatera Utara, Tujuh Tersangka Diamankan

16 Mei 2026

RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

16 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelarangan Film “Pesta Babi”, YLBHI: Pengangkangan Konstitusi dan Ancam Kebebasan Berekspresi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com