• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Maret 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
28 Maret 2026
di Opini
A A
0
ilustrasi

ilustrasi

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Bin Bin Firman Tresnadi
Nalar Bangsa Institute

Jakarta, Kabariku – Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Ketika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memanas, yang sebenarnya sedang terguncang bukan hanya kawasan Timur Tengah-melainkan jantung peradaban energi global. Selat Hormuz, jalur distribusi minyak dunia, menjadi titik rawan yang setiap saat bisa memicu lonjakan harga energi dan krisis pasokan.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Bagi Indonesia, ini bukan sekadar isu luar negeri. Ini adalah alarm keras: bahwa ketergantungan pada impor energi adalah bentuk nyata dari ketidakmerdekaan ekonomi. Dan di sinilah letak persoalan ideologis kita.

RelatedPosts

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

Sosialisme Indonesia tidak bisa dibangun dari slogan. Ia harus berdiri di atas struktur produksi nasional yang kuat-yang menguasai sumber daya, mengolahnya, dan mendistribusikannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Tanpa hilirisasi, kita hanya bangsa pengekspor bahan mentah. Tanpa industrialisasi, kita hanya pasar bagi produk negara lain. Artinya: tanpa dua agenda ini, sosialisme Indonesia hanya ilusi.

Selama ini kita terlalu lama terjebak dalam model ekonomi ekstraktif-menjual nikel mentah, batubara mentah, bahkan potensi energi mentah-lalu membeli kembali dalam bentuk barang jadi dengan harga berlipat. Ini bukan kedaulatan. Ini ketergantungan yang dilegalkan.

Krisis Energi Global: Momentum atau Ancaman

Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran telah mendorong volatilitas harga minyak dunia dan mengancam rantai pasok energi global.

Indonesia, yang masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, berada dalam posisi rentan terhadap gejolak tersebut.

Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto secara langsung memerintahkan percepatan elektrifikasi dan pengurangan ketergantungan pada BBM impor sebagai respons atas situasi ini.

Baca Juga  Beathor Suryadi: Demokrasi untuk Kemakmuran Rakyat

Dalam salah satu pernyataannya, Presiden menegaskan arah politik energi nasional:

“Saya sudah kasih keputusan politik, dalam waktu sesingkat-singkatnya paling lambat 2 tahun, kita harus punya tenaga surya 100 GW”.

Pernyataan ini bukan sekadar target teknokratik. Ini adalah deklarasi ideologis: bahwa Indonesia harus keluar dari jebakan impor energi dan masuk ke era kemandirian berbasis industrialisasi energi.

Hilirisasi: Jalan Memutus Rantai Ketergantungan

Hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi-ia adalah strategi pembebasan nasional. Ketika nikel diolah menjadi baterai, ketika sawit diubah menjadi biofuel, ketika energi surya diproduksi dalam negeri-maka nilai tambah tidak lagi dinikmati oleh negara lain, tetapi oleh rakyat Indonesia sendiri.

Presiden Prabowo telah mendorong puluhan proyek hilirisasi strategis bernilai ratusan triliun rupiah sebagai fondasi transformasi ini. Ini menunjukkan bahwa negara mulai bergerak dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis industri.

Namun harus ditegaskan: hilirisasi tanpa industrialisasi adalah setengah jalan.

Industrialisasi: Mesin Sosialisme Modern

Industrialisasi adalah alat produksi modern. Tanpa itu, tidak mungkin ada distribusi keadilan. Sosialisme Indonesia tidak identik dengan nasionalisasi semata, tetapi dengan kemampuan negara mengendalikan rantai produksi-dari hulu ke hilir-dengan efisiensi, teknologi, dan keberpihakan pada rakyat.

Industrialisasi energi, khususnya, menjadi kunci. Elektrifikasi transportasi, pembangunan energi terbarukan, hingga konversi pembangkit diesel adalah langkah konkret menuju kedaulatan energi. Dalam konteks krisis global, ini bukan pilihan-ini keharusan.

Krisis global hari ini membuka satu kebenaran yang tidak bisa lagi disangkal: negara yang tidak menguasai industrinya sendiri akan selalu menjadi korban dari permainan geopolitik global.

Indonesia harus memilih. Tetap menjadi penonton dalam rantai pasok global, atau menjadi pemain utama dengan kekuatan industri nasional.

Sosialisme Indonesia, jika ingin benar-benar hidup, tidak bisa berdiri di atas pidato. Ia harus berdiri di atas pabrik, smelter, pembangkit listrik, dan teknologi.

Baca Juga  Tanah, Petani dan Negara

Karena pada akhirnya, kedaulatan bukan ditentukan oleh seberapa keras kita berbicara-tetapi oleh seberapa kuat kita memproduksi.

Dan di era krisis energi global ini, hanya bangsa yang berindustri yang akan bertahan.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: hilirisasiindustrialisasikrisis energi globalNalar Bangsa Instituteperadaban energi globalPresiden Prabowo Subianto
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Skema MBG 5 Hari Tunggu Keputusan Prabowo, Fokus Kualitas dan Hemat Anggaran 40 Triliun

RelatedPosts

ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026
Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM

Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

15 Maret 2026
Panglima TNI Tinjau Kesiapan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer

Siaga 1 dan Fenomena Politik Perkotaan

12 Maret 2026

Discussion about this post

KabarTerbaru

ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026

Skema MBG 5 Hari Tunggu Keputusan Prabowo, Fokus Kualitas dan Hemat Anggaran 40 Triliun

28 Maret 2026

Pemkab Bogor WFH Tiap Jumat, Rudy Susmanto Tekankan Hemat Energi di Tengah Krisis Global

27 Maret 2026
Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts. Beckham Putra brace di debut John Herdman.(Foto:Istimewa)

Pesta Gol di GBK! Timnas Indonesia Bungkam Saint Kitts and Nevis 4-0 pada FIFA Series 2026

27 Maret 2026

Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korlantas Lanjut Pengamanan Arus Balik Lewat KRYD

27 Maret 2026

KPK Tegaskan Pengalihan Tahanan Yaqut Diputuskan Kolektif, SIAGA 98: Sah Sesuai KUHAP

27 Maret 2026

Beri Layanan Gratis, BAZNAS RI Siagakan 21 Pos Mudik pada Arus Balik Lebaran 2026

27 Maret 2026

KontraS Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Operasi 4 Jam, RSCM Temukan Iskemia

26 Maret 2026
Baznas RI Pastikan Pelayanan Pemudik Optimal Lewat Kunjungan ke Limbangan

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Tinjau Posko Mudik di Limbangan Garut, Pastikan Layanan Optimal bagi Pemudik

26 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Presiden Prabowo Telepon Presiden Palestina: Momen Idulfitri Pererat Solidaritas

25 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjalanan Karier Brigjen TNI Dwi Sasongko, Penerima Adhi Makayasa1998 Butuh 16 Tahun Raih Pangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terkesan Latar “Criminal Mind” Bossman, Sebut Relevan bagi KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com