SOLO, Kabariku – Aktivitas di kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Kamis sore, 12 Maret 2026, menarik perhatian setelah peneliti forensik digital Rismon Sianipar terlihat datang berkunjung. Pertemuan itu terjadi saat Rismon masih berstatus tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rismon tiba sekitar pukul 17.11 WIB menggunakan mobil Toyota Fortuner berwarna hitam dengan nomor polisi L 1281 CBH. Setelah keluar dari kendaraan, ia langsung menuju ke dalam rumah tanpa memberikan keterangan kepada awak media yang menunggu di sekitar lokasi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Rismon sebelumnya diketahui telah mengajukan permohonan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice kepada penyidik.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin membenarkan adanya pengajuan tersebut. Ia mengatakan permohonan disampaikan oleh Rismon bersama tim kuasa hukumnya beberapa hari lalu.
“Jadi beberapa hari yang lalu RHS ini bersama pengacaranya menyampaikan permohonan fasilitasi restorative justice kepada penyidik,” kata Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Iman, penyidik saat ini masih menelaah permintaan tersebut sebelum menentukan langkah lebih lanjut dalam penanganan perkara.
Selain berkaitan dengan pengajuan restorative justice, kehadiran Rismon juga terkait kewajiban wajib lapor yang dikenakan kepada dirinya dan tersangka lain dalam perkara tersebut.
Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, menyatakan kliennya telah menyampaikan permohonan tersebut secara resmi melalui surat kepada penyidik.
“Pertama tentu pengajuan surat dari Rismon dalam posisi tersangka saat ini ya, dia mengajukan surat. Kemudian diproses dan perjanjian sesuai dengan Pasal 79 KUHAP yang baru lah, ada syarat-syaratnya itu kan,” ujar Jahmada.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka kemungkinan menjalani proses persidangan apabila perkara tersebut tidak diselesaikan melalui mekanisme restorative justice.
Di sisi lain, Rismon juga menyebut telah menyampaikan perkembangan terbaru dari penelitiannya kepada penyidik terkait ijazah Jokowi. Ia menilai penelitian tersebut masih terus berjalan dan berpotensi menghasilkan kesimpulan baru.
Riset tersebut sebelumnya menjadi bagian dari buku Jokowi’s White Paper yang ia tulis bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma. Namun, menurut Rismon, temuan terbaru yang disampaikan kepada penyidik bisa saja berbeda dari simpulan yang ia tuliskan dalam buku tersebut.
“Jadi karena sifatnya yang on going dan terus berkelanjutan, maka saya laporkan kepada penyidik. Temuan saya bisa jadi berkebalikan dengan simpulan-simpulan yang saya sebut dalam Jokowi’s White Paper,” kata Rismon.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post