Seekor macan tutul jantan yang masuk permukiman warga di Cimaruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dan sempat menyerang dua orang warga sebelum akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan aparat beberapa waktu lalu. Selanjutnya macan yang turun gunung itu dievakuasi Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar ke Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, Garut.
Menurut pengelola Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, saat ini hewan dengan nama latin panthera pardus itu masih dalam proses karantina,
“Betul macan itu ada di sini untuk diperiksa kondisi kesehatannya, sekaligus diobservasi untuk memonitor kondisi kesehatan serta perilaku satwa tersebut pasca rescue,” kata Rudy kepada wartawan, Selasa, (10/2/2026).
Menurutnya pemeriksaan dilakukan secara berkala, sejak macan tutul tersebut diterima di Lembaga Konservasi Cikembulan. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas konservasi dan pihak BBKSDA Jabar.
Menurut Rudy, tidak sembarang orang diperkenankan masuk ke lokasi perawatan macan tutul tersebut dan belum bisa diperlihatkan kepada pengunjung, karena masih dalam pengawasan ketat BBKSDA
“Kami lakukan pengamatan baik dari sisi perilaku, pola makan dan minum, serta aktivitasnya. Hal ini dilakukan karena setelah konflik dengan warga, perlu pemulihan tingkat stres agar satwa tersebut tingkat stresnya berkurang. Serta sekalian diobati luka yang ada,” katanya.
Secara kasat mata, kata Rudy, kondisi fisik macan tutul ini terlihat sehat. Namun, perlu pendalaman lebih dari tim, untuk mengetahui kondisinya secara keseluruhan. Dari hasil pemeriksaan diketahui, jika macan tutul tersebut merupakan jantan, dengan estimasi usia remaja.
“Tapi gambaran umum hasil observasi, respons makan dan minum sangat positif,” pungkas Rudy.
Dengan kondisi hewan yang masih dikarantina tersebut, Rudy belum berani memberikan keterangan yang lebih detil, sebelum ada perintah, atau ijin dari pihak BBKSDA.
Informasi sebelumnya, seekor macan tutul masuk permukiman warga di Kampung/Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Bandung, pada Kamis, 5 Februari 2026 lalu. Kabar menyebut jika macan tutul tersebut sempat menyerang dua orang warga di sana.
Penampakan macan tutul itu tersebar dalam video amatir yang direkam warga dan dibagikan di media sosial. Macan tutul itu awalnya dilaporkan naik ke tembok rumah warga, hingga melarikan diri ke arah hutan atau lahan kosong. Namun, versi lain menyebut, pelariannya hingga ke area pasar.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post