Kabariku, Pandeglang – Guru sekaligus mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan di Universitas Mathlaul Anwar (Unma) Banten mengalami keresahan yang mendalam, lantaran penerimaan Ijazah atau sertifikat pendidiknya belum kunjung ada kepastian.
Diketahui sebelumnya, guru yang tengah mengajar di sekolah induknya telah melaksanakan PPG pada tahun 2025. Kini gelisah menantikan kabar atau informasi lanjutan terkait dengan penerimaan sertifikat pendidiknya.
Dikabarkan, Universitas Mathlaul Anwar Banten telah mengumumkan terkait gelaran Yudisium atau wisuda mahasiswa PPG mulai dari mahasiswa PPG tahap tiga sampai enam. Direncanakan akan digelar pada akhir Januari 2026.
Keresahan guru-guru yang telah lulus di tahun 2025 lalu itu, kini bertambah, karena menantikan pengumuman pembiayaan mengikuti yudisium secara luring dan daring.
“Saya dan teman-teman guru yang lainnya sangat resah, dikhawatirkan biayanya akan mahal dan tidak masuk akal,” kata salah satu mahasiswa PPG dari LPTK Unma Pandeglang Banten itu kepada redaksi.
Selain Unma Banten, ada juga LPTK swasta lainnya yang sangat meresahkan mahasiswanya. Yaitu, bagi yang tidak mengikuti yudisium offline dan online tetap harus membayar biaya lainnya dengan tidak masuk akal.
“Di LPTK saya, yang tidak ikut yudisium daring dan luring, tetap harus bayar, dan pembayarannya mahal. Yudisium daring pun mahalnya hampir sama dengan yang ikut luring, padahal kan gak harus mengeluarkan uang,” kata guru yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, keresahan makin memuncak, karena dikhawatirkan, jika tidak membayar serdik, maka pengiriman ijazah diduga kuat akan mengalami keterlambatan dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) akan mengalami keterlambatan pencairannya. ***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post