• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Januari 12, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Teknologi

Untuk Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Perkuat Riset Kolaboratif

Yusup Sopian oleh Yusup Sopian
13 Oktober 2025
di Teknologi
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Humas BRIN. Perubahan iklim kini bukan sekadar ancaman di cakrawala, melainkan krisis nyata yang menuntut aksi bersama lintas negara dan disiplin ilmu. Dalam forum ilmiah Prima’s Talk yang digelar Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (9/10), pakar iklim Asia Tenggara Prof. Fredolin T. Tangang dari Universiti Brunei Darussalam menegaskan bahwa BRIN memainkan peran kunci dalam mendorong riset berbasis bukti ilmiah untuk menopang kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, terutama melalui kolaborasi regional seperti proyek internasional CORDEX Southeast Asia.

Menurut Prof. Tangang, BRIN memiliki peran strategis dalam memperkuat riset berbasis bukti ilmiah untuk membantu pemerintah merumuskan kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya di kawasan Asia Tenggara. “BRIN adalah organisasi besar dan penting. Kita tidak hanya berbicara mengenai sains secara teoritis, tetapi juga dampak nyata penerapan sains untuk menyusun kebijakan yang kuat dan berbasis bukti,” ujarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan memiliki tanggung jawab sosial. Penelitian iklim tidak berhenti pada analisis fenomena, melainkan harus dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan publik. Dalam paparannya, Prof. Tangang menyoroti pentingnya proyek internasional Coordinated Regional Climate Downscaling Experiment (CORDEX) yang menghasilkan pemodelan iklim regional beresolusi tinggi guna mendukung perencanaan kebijakan berbasis sains.

RelatedPosts

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik

Wi-Fi 5G 100 Mbps Cuma Rp 100 Ribu! Ini Cara Daftar Internet Rakyat yang Lagi Diburu Warga

Inilah Penyebab Gangguan Cloudflare yang Sempat Picu “Kiamat Internet” di Berbagai Negara

Proyek ini membantu ilmuwan memahami dampak perubahan iklim di tingkat lokal sekaligus memperkuat dasar ilmiah perencanaan kebijakan. Hasil riset CORDEX dinilai penting untuk dikaitkan dengan kajian dampak terhadap masyarakat.

Baca Juga  Terkait TV Digital di Garut, Wabup Garut, Helmi Budiman: "Siap Tidak Siap Masyarakat Harus Siap"

Kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk mengatasi dampak perubahan iklim di Asia Tenggara yang memiliki risiko tinggi serta kapasitas adaptasi yang masih terbatas. Potensi kerja sama ilmiah yang dapat dimulai dari Pulau Kalimantan (Borneo), wilayah yang terbagi oleh tiga negara, yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia. 

“Borneo dapat menjadi titik awal kolaborasi konkret di kawasan ini. Dari sini, kita dapat membangun jaringan riset yang kuat untuk ketahanan iklim bersama,” ungkapnya.

Mengacu pada laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Prof. Tangang menegaskan pemanasan global disebabkan aktivitas manusia, terutama penggunaan bahan bakar fosil. Ia mengingatkan, tahun lalu menjadi yang terpanas dalam sejarah dengan suhu rata-rata global naik 1,55°C dibanding masa praindustri.

Kenaikan suhu telah memicu mencairnya es kutub, naiknya permukaan laut, meningkatnya suhu lautan, serta kejadian ekstrem berupa gelombang panas, badai, dan kebakaran hutan yang kian sering terjadi, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Ia memperingatkan, tanpa tindakan serius, suhu global berpotensi meningkat 4–5°C pada akhir abad ini. Bahkan, kawasan Arktik diperkirakan bisa mengalami kenaikan hingga 10°C. “Untuk menahan pemanasan global di bawah 1,5°C, dunia harus memangkas emisi karbon sebesar 50 persen pada 2030 dan mencapai net zero pada 2050,” ujarnya.

Namun, Prof. Tangang menilai kebijakan global saat ini masih jauh dari target tersebut. Jika tidak ada percepatan upaya mitigasi, dunia berisiko menuju pemanasan hingga 3°C pada tahun 2100.

Dalam konteks regional, Prof. Tangang menilai CORDEX Southeast Asia merupakan contoh sukses kolaborasi ilmiah lintas negara. Sejak dimulai pada 2013, proyek ini berhasil mengembangkan pemodelan iklim beresolusi tinggi yang dimanfaatkan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina untuk mendukung perumusan kebijakan nasional.

Baca Juga  Situs Resmi Dinkes Garut di Retas, Tak Bisa Diakses dan Ada Gambar Menyeramkan

“Proyek ini lahir dari kerja sama erat antara lembaga riset, universitas, dan badan meteorologi di Asia Tenggara, dengan dukungan penuh BMKG Indonesia sejak awal,” ujarnya.

Melalui tiga fase pengembangan, CORDEX Southeast Asia kini diakui secara internasional dan bahkan menjadi rujukan bagi IPCC. Hasil kajian CORDEX menunjukkan bahwa di masa mendatang wilayah Indonesia bagian selatan berpotensi mengalami peningkatan kekeringan. Sementara itu, curah hujan ekstrem diperkirakan akan semakin sering terjadi di wilayah lain.

Prof. Tangang mengajak para ilmuwan untuk terus memperkuat riset dan kolaborasi, sehingga hasil penelitian iklim dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang berdampak bagi masyarakat.

“Peran ilmuwan kini bukan hanya menghasilkan data, tetapi juga menjembatani pengetahuan ilmiah dengan tindakan nyata untuk melindungi masa depan kita bersama,” pungkasnya.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Mengenal Pendiri PSSI yang Kader Muhammadiyah Sekaligus Santri Kiai Ahmad Dahlan, Abdul Hamid BKN

Post Selanjutnya

Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Crystalin, Tango, Garuda Indonesia dan Tahilalats: Proud To Be Indonesian

RelatedPosts

Ilustrasi SIM Card/Pixabay

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik

1 Desember 2025

Wi-Fi 5G 100 Mbps Cuma Rp 100 Ribu! Ini Cara Daftar Internet Rakyat yang Lagi Diburu Warga

21 November 2025
Layanan digital global sempat terganggu akibat insiden pada infrastruktur Cloudflare, Selasa (18/11).(Ist)

Inilah Penyebab Gangguan Cloudflare yang Sempat Picu “Kiamat Internet” di Berbagai Negara

19 November 2025

Fokus Riset dan Inovasi, BRIN Gandeng Kementerian, Pemda, hingga Danantara

12 November 2025
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat berbicara dalam sebuah forum (Foto: Humas Kemkomdigi)

Wamenkomdigi Tekankan Tata Kelola Beretika dalam Pemanfaatan AI

5 November 2025

Bahas Kerja Sama Aplikasi AI Talent Management, Wamenhan Terima Kunjungan Founder ESQ Corporation

4 November 2025
Post Selanjutnya

Wamen Ekraf Apresiasi Kolaborasi Crystalin, Tango, Garuda Indonesia dan Tahilalats: Proud To Be Indonesian

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menyampaikan sambutan saat menerima Puska-Budaya) FIB UI serta Departemen Kriminologi FISIP UI di Gedung BNN

Kepala BNN Suyudi Ario Seto Apresiasi Kolaborasi UI dalam Studi Kriminologis 14 Kawasan Rawan Narkoba

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia- Türkiye, bersama dengan Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, dan Menteri Pertahanan Türkiye, Yaşar Güler, Jumat (9/1/2026)

Menhan Sjafrie: Indonesia-Türkiye Perkuat Kemitraan dari Pertahanan hingga Investasi Energi

11 Januari 2026
Penggerebekan pabrik narkotika golongan I jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis di salah satu kawasan perumahan di Tangerang, Banten

BNN Gerebek Pabrik Narkotika MDMB-4en-Pinaca di Tangerang, “Koki” hingga Kurir Diamankan

11 Januari 2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana

BGN Tak Wajibkan Susu di MBG, Dadan Hindayana: Prioritaskan Sumber Kalsium Produk Lokal

10 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Pelanggar: Tegakkan Hukum Tanpa Intervensi

10 Januari 2026
Dugaan manipulasi lelang aset sitaan korupsi bernilai triliunan rupiah menyeret sorotan ke Jampidsus.

Triliunan Aset Sitaan Korupsi Dilepas Murah, Jampidsus Disorot Dugaan Permainan Lelang

10 Januari 2026
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto. (Foto: Humas KPK)

KPK OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara, 8 Orang Diringkus

10 Januari 2026
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya

Seskab Teddy Hadiri Rakor: Satgas Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra Dikebut

10 Januari 2026
Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK

KPK Pastikan Taat KUHP dan KUHAP Baru, Johanis Tanak: Tak Ada Istilah Siap atau Tidak

10 Januari 2026
Gelandang PERSIB, Thom Haye

PERSIB vs Persija di GBLA, Thom Haye Antusias Sambut Laga Sarat Gengsi

10 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, menemui Joko Widodo di Solo saat proses hukum masih berjalan.

    Kasus Ijazah Belum Tuntas, Dua Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Datangi Rumah Jokowi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Penertiban Kawasan Hutan, Transparansi Kinerja Satgas PKH Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Garut Evaluasi Galian C, Tiga Lokasi di Banyuresmi-Tarogong Kaler Dihentikan Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUHP Baru Berlaku Januari 2026, Menkum: Disusun 63 Tahun Gantikan Produk Hukum Kolonial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Presiden Prabowo dan Jenderal LB Moerdani di Sekolah Kader Taruna Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Bupati-Wabup Garut Tertibkan Galian C, Ekspedisi 57: Kebijakan Berani Lindungi Warga dan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com