• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Januari 18, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Strategi Prabowo Memerdekakan Palestina

Tresna Sobarudin oleh Tresna Sobarudin
31 Mei 2025
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Oleh: Arvindo Noviar

DUNIA telah terlalu lama mengunyah kata “damai” sambil meneguk darah dari tanah yang dijajah. Palestina, negeri kecil yang tubuhnya dipetakan ulang oleh imperium, hari ini menjadi luka terbuka di jantung umat manusia. Sementara langit Gaza penuh oleh arwah anak-anak yang tak sempat dewasa, konferensi-konferensi internasional sibuk menjual perdamaian dalam kemasan keuntungan. Tapi dari Timur dunia, dari negeri yang pernah dijajah dan tahu betul rasanya kehilangan tanah dan nama, muncul suara yang tidak keras tapi mengakar—Indonesia. Dan dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, suara itu menjelma strategi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bukan strategi diam. Tapi langkah terencana, sadar, dan berani. Di hadapan pertanyaan besar dunia: “Kapan Indonesia akan membuka hubungan dengan Israel?”, Presiden Prabowo menjawab dengan syarat yang tidak bisa ditawar: “Setelah Palestina merdeka.” Ini bukan retorika. Ini adalah batas moral yang ditarik dengan terang. Sebuah pagar nilai yang melindungi kehormatan bangsa dan memperkuat posisi Indonesia dalam geopolitik global.

RelatedPosts

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

Langkah ini tidak lahir dari kekosongan. Dunia hari ini sedang bergerak cepat, tidak hanya oleh perang senjata, tetapi juga oleh perang posisi, opini, dan dominasi ekonomi. Amerika Serikat kehilangan cengkeraman, Cina membangun pengaruh senyap melalui jalur sutra baru, dan Rusia menggoyang ulang peta kekuasaan lewat Ukraina. Di tengah ini, Timur Tengah—tanah tiga agama—terus berkecamuk dalam percaturan antara martabat dan kompromi. Banyak negara Muslim mulai menjalin hubungan dengan Israel demi stabilitas semu dan kalkulasi ekonomi. Namun Indonesia, melalui Prabowo, memilih tidak tenggelam dalam arus tersebut.

Baca Juga  Meneropong Cagub DKI Versi Prabowo

Ia bukan menutup pintu diplomasi—ia menunda pembukaan dengan syarat yang agung: kemerdekaan Palestina. Karena Prabowo paham, hubungan internasional bukan sekadar transaksi, tapi pernyataan. Dan Indonesia, yang konstitusinya menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, tidak bisa mengkhianati sejarah dan dirinya sendiri hanya demi kecepatan investasi atau pujian dari blok besar dunia.

Strategi ini bukan pasif. Ini adalah cara aktif untuk menjaga posisi tawar Palestina di mata dunia. Prabowo tahu, selama Indonesia belum membuka hubungan, ada tekanan moral yang tetap hidup. Dunia tidak bisa mengklaim bahwa isu Palestina sudah selesai jika negara sebesar Indonesia belum menyerah. Dengan itu, Prabowo menjadikan Indonesia semacam jangkar perlawanan yang sah, kredibel, dan tidak mudah diabaikan.

Lebih dari itu, ia sedang membangun pijakan agar ketika Palestina merdeka—dan hari itu akan datang—Indonesia bisa langsung hadir sebagai mitra sejajar. Bukan sebagai simpatisan belaka, tetapi sebagai negara besar yang menolak tunduk pada peta ketidakadilan. Dan ketika Palestina sudah menjadi negara merdeka yang berdaulat, dengan kursi di forum internasional, dengan bendera yang tidak lagi robek di antara puing, saat itulah hubungan dengan Israel bisa dibuka. Bukan sebagai bentuk pengkhianatan, tapi sebagai strategi panjang yang berhasil: Palestina yang telah berdiri tegak sebagai bangsa.

Dalam strategi ini pula, Prabowo menjaga agar Indonesia tetap menjadi suara penting di dunia Islam, sekaligus kekuatan nonblok yang dapat dipercaya. Ia tidak sedang memuaskan telinga massa, tapi sedang merancang peta jalan yang realistis, jangka panjang, dan menyelamatkan kehormatan. Inilah strategi yang tidak menjual heroisme, tapi menumbuhkan harapan yang kokoh. Seperti para petani yang menanam padi bukan untuk dimakan esok hari, tapi demi panen besar di musim mendatang.

Baca Juga  Wakil Ketua Gerindra DKI: Kader Dukung Prabowo Maju Kembali di Pilpres 2024

Palestina bukan sekadar tempat. Ia adalah simbol dari apa yang salah dalam peradaban modern. Dan selama bangsa itu belum merdeka, maka dunia belum pantas menyebut dirinya maju. Indonesia, melalui Prabowo, memahami hal itu. Karena Indonesia sendiri pernah direbut dan dijajah. Maka dari tanah yang pernah dirampas, lahir pemimpin yang tahu bagaimana memperjuangkan yang dirampas.

Strategi Prabowo bukan suara sunyi, tapi pukulan pelan yang bergema lama. Ia bukan diplomasi basa-basi, tapi arah kebijakan yang membawa nyawa: bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan harga diri. Dan harga diri tidak pernah bisa dibeli dengan hubungan dagang atau pengakuan sesaat.

Ketika fajar kemerdekaan Palestina datang, dunia akan mencatat siapa yang berdiri dan siapa yang berpaling. Dan Indonesia, dalam langkah tegas Prabowo, akan berdiri di barisan terdepan—bukan sebagai penonton sejarah, tapi sebagai bagian dari mereka yang menulisnya.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Arvindo NoviarKemerdekaan PalestinaPalestinaprabowo
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak: Pemerintah Terbitkan Edaran Kewaspadaan

Post Selanjutnya

Masih 8 Korban Longsor Gunung Kuda Belum Ditemukan, Termasuk Perempuan Penjual Es Keliling

RelatedPosts

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

7 Januari 2026
Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025

BBM Oplosan di SPBU Resmi: Tanggung Jawab Siapa?

24 November 2025

Pengalaman Saya, Lala Zhulaeha, Mengajar di SMA Terbuka Caringin

23 November 2025
Post Selanjutnya
Dulsija menunjukkan KTP Muniah, adiknya yang hilang dalam peristiwa longsor galian C Gunung Kuda, Cirebon/Tangkap layar YouTube Liputan6

Masih 8 Korban Longsor Gunung Kuda Belum Ditemukan, Termasuk Perempuan Penjual Es Keliling

Wakil Menteri Hukum, Edward O.S. Hiariej dalam acara Rapat Koordinasi dan Penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah RUU KUHAP 2026

Kemenkum Gandeng Koalisi Masyarakat Sipil Rumuskan Formulasi KUHAP Baru

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menkop Ferry Juliantono bersama Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono Suparno didampingi Pegiat Perhutanan Sosial dari Lembaga Silvae Populi Nusantara (Silinusa) Ch Ambong melakukan kunjungan ke salah satu Kelompok Perhutanan Sosial dan Kopdes MP Karamatwangi, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

Kunjungi Garut, Menkop Ferry Juliantono Apresiasi Sinergi Kopdes Merah Putih dan Perhutanan Sosial Karamatwangi

17 Januari 2026
Ilustrasi Kop Des/Kel Merah Putih

Target 83 Ribu KDKMP Terkendala Lahan, Agrinas Dorong Peran Kemendagri

17 Januari 2026
Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap dua warga negara asing (WNA) berinisial MK dan TKG terkait produksi 3 ribu vape isi liquid narkoba di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan

BNN Bongkar Produksi Vape Etomidate di Apartemen Sudirman, Omzet Capai Rp18 Miliar

16 Januari 2026

Polri Buka Pendaftaran SIPSS 2026 untuk Sarjana dan Diploma, Ini Syarat dan Formasinya

16 Januari 2026
Pendiri Haidar Alwi Institut (HAI), Haidar Alwi saat dimintai keterangan soal survei publik kepercayaan Polri. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Survei HAI: Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Kuat

16 Januari 2026

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

16 Januari 2026

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Presiden menyoroti perubahan geopolitik dunia yang semakin signifikan sehingga setiap negara dituntut mampu berdiri mandiri dan memiliki daya bertahan yang kuat.

Taklimat Presiden 2026: Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

16 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industri Nasional

16 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Kepala BNN RI, Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto, menerima audiensi Rektor Universitas Pancasila, Adnan Hamid, beserta jajaran pimpinan universitas di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2026).

    BNN-Universitas Pancasila Perkuat P4GN, Kepala BNN: Kampus Benteng Moral Berbasis Nilai Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unggahan Sandy Harun Mengguncang Publik: Tommy Soeharto Dikabarkan Menikah dengan Artis Ida Iasha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Rekam Jejak Peraih Adhi Makayasa Irjen Rudi Darmoko di Penugasan Kapolda NTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Limpahkan Berkas Roy Suryo Cs dalam Perkara Ijazah Jokowi ke Kejaksaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Bidik Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono di Kasus Bupati Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com