Ketua Tim Penjaringan Partai Golkar Deden Sopian Menanggapi Koalisi PKS-Nasdem untuk Pilkada Garut

Garut, Kabariku- Ketua Tim penjaringan partai Golkar H. Deden Sopian menyatakan, terjadinya koalisi PKS dan Nasdem di Pilkada Kabupaten Garut tahun 2024 itu merupakan keniscayaan politik karena selain dalam 2 periode atau 10 tahun mengusung Rudy-Helmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati, juga dalam Pilpres tahun 2024 yang baru lalu mereka sama-sama mengusung Anis Baswedan.

H. Deden menjelaskan, lain halnya dengan Partai Gerindra karena pada Pilpres 2024 yang baru lalu berbeda dukungan dan bersaing cukup ketat. Dimana Partai Gerindra yang mencalonkan Prabowo Subianto bersama Golkar, Demokrat dan PAN tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Tentunya atas dasar kerja sama sebelumnya itu, kami masih berpikir untuk terus bekerjasama karena walau bagaimanapun program Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus terus dikawal sampai tingkat bawah sebagai pelaksana di lapangan,” jelas H. Deden. Senin (10/06/2024).

Beda dengan daerah lainnya, lanjut Ketua Fraksi Golkar DPRD Garut ini, kalau di Kabupaten Garut partai yang tergabung di KIM mempunyai kursi yang signifikan yaitu Golkat 8 kursi, Gerindra 7 kursi, Demokrat 4 kursi dan PAN 2 kursi jumlah 21 kursi atau 42 persen. Juga ditunjang dengan calon yang mendaftar punya bobot ketokohan yang mumpuni dan kredibel.

“Kami tentunya ingin menangkap aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemerintahan yang Gercep (gerak cepat) untuk mengimbangi kemajuan teknologi yang pesat artinya setiap ada masalah harus cepat tanggap jangan terlalu lama jadi perbincangan dimedsos yang seolah – olah pemerintah abai terhadap kewajibannya untuk melayani masyarakat,” terangnya.

Pihaknya pun mengapresiasi Rudy Gunawan sebagai Bupati Garut yang mengakui pemerintahannya Gagal menyangkut program Amazing yang menjadi program unggulannya dan di periode kedua.

“Kami salut terhadap kejujuran pak Rudy Gunawan yang mengakui bahwa pemerintahannya Gagal menyangkut program Amazing yang menjadi program unggulannya dan di periode kedua dengan dukungan masyarakat untuk melanjutkan juga masih belum maksimal jika melihat perbincangan di medsos dan group-group WA,” bebernya.

Partai Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN, kata H. Deden, sepaham tentang itu sehingga membuat nota kesepakatan secara tertulis.

“Itulah yang kami tangkap, maka partai Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN sepaham tentang itu sehingga membuat nota kesepakatan secara tertulis tentang itu, bahkan partai-partai yang telah bersilaturahmi dengan Golkar pun sepaham namun belum secara tertulis membuat MoU,” jelas H. Deden.

“Jadi kalau kami yang tergabung dalam koalisi KIM, kenapa ingin mengusung Cabub dan Cawabup yang baru? ya karena melihat dinamika yang terjadi di masyarakat yang selalu diperbincangkan di medsos khususnya Grup WA orang Garut,” sambungnya.

Para Bacabup yang daftar ke partai-partai dengan Tagline-nya seperti; ada Energi Baru untuk Garut, Garut Hebat, Garut perlu penyegaran, Garut Intankeun, dan lainnya.

Menurut H. Deden, hal itu menyatakan bahwa mereka sebagai komponen masyarakat berkeinginan Kabupaten Garut ini lebih maju dan hebat.

“Jangan digembar-gemborkan saja bahwa Garut itu kaya dengan SDA yang melimpah tapi nyatanya kan masih seperti ini, PAD nya masih minimalis, IPM rendah dan permasalahannya masih menumpuk,” tukasnya.

H. Deden berharap, masyarakat punya pilihan jadi demokrasi di Kabupaten Garut bisa berjalan dinamis.

“Kami tentunya ingin menawarkan yang baru supaya masyarakat punya pilihan, ingin yang sudah ada atau ingin yang baru. Jadi demokrasinya di Kabupaten Garut bisa berjalan dinamis. Untuk menuju kemenangan kami percaya partai yang tergabung di KIM akan sangat dewasa dalam berpikir dan dalam memutuskan langkah, semua berpikir untuk kemajuan kab. Garut,” terangnya.

Hal ini telah diberikan contoh di tingkat nasional walaupun yang di calonkan hanya kader dari Gerindra saja yaitu Prabowo Subianto, tapi tidak ada istilah bubar jalan termasuk partai Golkar ketum Airlangga Hartarto legowo menerima berdasarkan hasil survei.

“Doa-nya saja agar Pilkada 2024 menghasilkan pemimpin yang bisa memajukan rakyat Garut sesuai Amanat Undang-Undang,” tutup H. Deden.***

Red/K.101

Tinggalkan Balasan