• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Februari 7, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Tak Hanya Trimedya yang Kritik Ganjar

Redaksi oleh Redaksi
3 Juni 2022
di News, Politik
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku- “Ganjar 8 tahun jadi Gubernur selain main di medsos apa kinerjanya?” kata Trimedya Panjaitan Wakil Ketua MKD DPR RI dalam keterangannya, Rabu, 1 Juni 2022.

Kritik tajam Trimedya yang demikian tentu tidaklah berlebihan. Trimedya bukan orang baru dikancah politik nasional.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Trimedya dikenal sebagai aktivis mahasiswa sejak 1986, dia juga aktif sebagai pendiri Yayasan PIJAR sejak 1987 hingga sekarang, Anggota Dewan Pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Indonesia (1996-1998), dan menjadi pendiri dan Ketua Umum Serikat Pengacara Indonesia (1997).

RelatedPosts

KPK Resmi Menahan Tersangka Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

Diskusi Komrad Pancasila Bahas Reposisi Polri, Dinilai Tak Sejalan Reformasi

KPK Geledah Rumah Tersangka dan Kantor Pusat Bea Cukai: Duit dan Dokumen Disita

Namun demikian, tak hanya Trimedya Panjaitan yang bersuara keras terkait sepak terjang dan ambisi kepemimpinan Ganjar Pranowo.

Pada bulan Agustus 2022 nanti, tepat 9 tahun lamanya Ganjar Pranowo menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Pengamat komunikasi politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sekaligus sebagai Direktur Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) Mohammad Yulianto pernah menyampaikan pandangan akademisnya terhadap kepemimpinan Ganjar.

Yulianto menyoroti Government Resources Management System (GRMS), e-government yang diterapkan Pemprov Jateng.

Menurut Yulianto, justru berdampak negatif bagi Ganjar.

“Hal itu terlihat dari munculnya sikap sinis dan sarkastik dari netizen yang merespon ketidaksiapan jajaran Pemprov saat menyusun kebijakan maupun pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan yang masih sering menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat,” kata Yulianto. Jum’at (3/6/2022).

Pilihan kebijakan dalam mengelola manajemen Pemprov Jateng dengan  berbasis IT, ditengarai membentuk pola “Ganjar sentris” dan menjadi alat personal branding alias pencitraan pribadi.

Baca Juga  PT Pertamina (Persero) Bergerak Tanpa Henti Melayani Masyarakat, Membantu Pemerintah Mempercepat Penanganan Covid-19

Popularitas semu yang demikian tentu saja akan merugikan PDI Perjuangan dikemudian hari, terutama saat momentum elektoral 2024 tiba.

Tokoh PDI Perjuangan sepertinya juga sudah mencium aroma tak sedap di sekitar ambisi Ganjar tersebut.

Adalah Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang ‘Pacul’ Wuryanto yang sejak awal bersuara keras terutama kepada kader-kader banteng yang ‘mbalelo’ karena mendukung Ganjar untuk maju di Pilpres 2024.

“Adagium di PDI Perjuangan itu yang diluar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau diluar barisan, ya celeng,” kata Bambang Pacul.

Sementara itu, Puan Maharani juga ikut bersuara, “Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed”.

Kritik banyak orang tersebut tentu dengan alasan dan pertimbangan yang berbasis data. Tidak serampangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, menyebutkan adanya kenaikan garis kemiskinan di provinsi itu selama periode 2019-2021.

Jumlah penduduk miskin di Jateng meningkat tiap tahunnya. Pada 2019 jumlahnya 3.743,23 jiwa. Kemudian 2020 3.989,90 dan 2021 sudah tembus hingga 4.109,75 orang.

Pada Februari 2021, jumlah pengangguran pdi Jateng tercatat mencapai 1,19 juta orang, atau naik 6,26% dibanding pada Februari 2021 yang berada di angka 1,12 juta orang (mengutip Solopos.com, Pengangguran Jateng Capai 119 Juta Orang, 14/5/2022).

“Dengan sederet catatan negatif tersebut tentu dapat dipahami bahwa kritik Trimedya tidak sendirian,” tutup Yulianto.***

Red/K.103

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Ganjar 8 tahun jadi GubernurTrimedya PanjaitanUniversitas Diponegoro (Undip)Yayasan PIJAR
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Status Kepegawaian non ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, Berikut Ketentuan Menteri PAN-RB

Post Selanjutnya

KPK Launching Anti-Corruption Film Festival ‘ACFFEST 2022’

RelatedPosts

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat memaparkan kasus suap hakim Depok (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Resmi Menahan Tersangka Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

6 Februari 2026
Komrad Pancasila menggelar diskusi nasional membahas wacana reposisi Polri dan pentingnya menjaga amanat Reformasi 1998, Jumat (6/2/2026).

Diskusi Komrad Pancasila Bahas Reposisi Polri, Dinilai Tak Sejalan Reformasi

6 Februari 2026
Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Geledah Rumah Tersangka dan Kantor Pusat Bea Cukai: Duit dan Dokumen Disita

6 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

OTT Depok: KPK Ciduk Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

6 Februari 2026
Gedung Mahkamah Agung (MA) RI. (Foto: Biro Hukum & Humas MA)

Ketua MA Murka Soal OTT Hakim Depok: Tak Ada Advokasi untuk Hakim Nakal

6 Februari 2026
Gedung Komisi Yudisial di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KY Dukung KPK Berantas Praktik Transaksional di PN Depok

6 Februari 2026
Post Selanjutnya

KPK Launching Anti-Corruption Film Festival 'ACFFEST 2022'

Musyawarah Daerah IX 2022 Pimpinan Daerah KAMMI Garut, Resmi Dibuka

Discussion about this post

KabarTerbaru

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat memaparkan kasus suap hakim Depok (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Resmi Menahan Tersangka Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

6 Februari 2026
YAM justru divonis 1,5 tahun penjara dalam kasus CV AF di Bantul (Foto:Istimewa)

Jaminkan Rumah demi Bantu Tetangga, YAM Divonis 1,5 Tahun Penjara

6 Februari 2026
Komrad Pancasila menggelar diskusi nasional membahas wacana reposisi Polri dan pentingnya menjaga amanat Reformasi 1998, Jumat (6/2/2026).

Diskusi Komrad Pancasila Bahas Reposisi Polri, Dinilai Tak Sejalan Reformasi

6 Februari 2026
Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Geledah Rumah Tersangka dan Kantor Pusat Bea Cukai: Duit dan Dokumen Disita

6 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

OTT Depok: KPK Ciduk Ketua dan Wakil Ketua PN Depok

6 Februari 2026
Gedung Mahkamah Agung (MA) RI. (Foto: Biro Hukum & Humas MA)

Ketua MA Murka Soal OTT Hakim Depok: Tak Ada Advokasi untuk Hakim Nakal

6 Februari 2026
Gedung Komisi Yudisial di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KY Dukung KPK Berantas Praktik Transaksional di PN Depok

6 Februari 2026

Tragedi Siswa SD di NTT, Kemensos Turunkan Tim Asesmen dan Perkuat DTKS

6 Februari 2026
Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu tengah memaparkan kronologi Tersangka Korupsi Ditjen Bea Cukai. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Importasi di Ditjen Bea Cukai

6 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Abubakar Terpilih Jadi Ketua KAUP FHUP, Alumni Nilai Sosoknya Tenang dan Konsisten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Presiden Prabowo, Bahas Revisi UU KPK hingga Oligarki 9 Naga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Gratifikasi Dana BOS Mencuat, Bupati dan Kadis PPO Manggarai Timur Dilaporkan ke KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Interpol Resmi Terbitkan Red Notice, Polri Intensifkan Perburuan Riza Chalid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriyati Hoegeng Tutup Usia di Umur 100 Tahun, Sosok Pendamping Jenderal Hoegeng yang Bersahaja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com