• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 24, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kesehatan

Muncul Subvarian ‘Siluman’ Omicron Pemerintah Prediksi Gelombang Baru di Akhir Juli

Redaksi oleh Redaksi
14 Juni 2022
di Kesehatan, News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

JAKARTA, Kabariku- Menteri Kesehatan (Menkes) Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., memprediksi puncak kenaikan kasus COVID-19 dari subvarian omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada Juli mendatang. Munculnya subvarian omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan dapat memicu kenaikan kasus di tanah air.

“Pengamatan kami ini gelombang BA.4 dan BA.5 itu biasanya puncaknya tercapai satu bulan sesudah penemuan kasus pertama. Jadi, seharusnya di minggu kedua atau minggu ketiga Juli kita akan melihat puncak kasus dari BA.4 dan BA.5 ini,” ungkap Budi dalam telekonferensi pers usai Ratas Evaluasi PPKM, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Walaupun dihadapkan pada potensi terjadinya gelombang baru, berdasarkan hasil pengamatan dari Kementerian Kesehatan, subvarian siluman omicron tersebut diperkirakan tidak akan berdampak lebih buruk dari varian delta baik dari segi tingkat perawatan bagi pasien corona di rumah sakit maupun dari segi tingkat kematian.

RelatedPosts

KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Ini Alasannya

Dalami Suap Proyek Kereta, KPK Butuh Keterangan Eks Menhub Budi Karya Sumadi

6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

“Kami juga mengamati khususnya di Afrika Selatan, di mana varian BA.4 dan BA.5 ini pertama kali teridentifikasi dan hasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar 1/3 dari puncak delta dan omicron, kasus hospitalisasinya juga 1/3 dari kasus delta dan omicron, sedangkan kasus kematiannya 1/10 dari kasus kematian di delta dan omicron,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Budi juga mengumumkan bahwa sudah terdapat delapan kasus dari kedua subvarian omicron ini di tanah air.

Menkes menjelaskan, tiga kasus diantaranya adalah; imported cases yang berasal dari Maurisius, Amerika Serikat dan Brazil. Ketiga pasien tersebut, merupakan delegasi dari acara Global Platform for Disaster Risk Reduction yang berlangsung di Bali.

Baca Juga  Penyesuaian Dinamika COVID-19 Perpanjangan dan Evaluasi PPKM Hingga 28 Februari 2022

Sedangkan lima kasus lainnya merupakan kasus transmisi lokal yang terdeteksi di Jakarta dan Bali.

“Pasca cuti bersama untuk libur lebaran, kenaikan kasus di Indonesia mulai terlihat di beberapa daerah yakni Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Bali,” ungkapnya.

Meski begitu, ia cukup yakin sampai saat ini situasi pandemi di tanah air masih lebih baik jika dibandingkan dengan di negara lain. Berdasar indikator pandemi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), situasi COVID di Indonesia masih tergolong aman.

“WHO kasih standar untuk kasus konfirmasi level satu itu adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk. Kondisi Indonesia sekarang masih di level satu. Jadi walaupun ada kenaikan, itu masih di level satu,” jelasnya

“Positivity rate juga WHO kasih standar lima persen, kita masih di angka 1,36 persen. Reproduction rate atau reproduksi efektif itu juga dikasih standar di atas satu yang relatif perlu dimonitor, kita masih di angka satu sehingga dari tiga indikator transmisi, kondisi Indonesia masih baik,” lanjutnyanya.

Lebih jauh, Budi mengungkapkan Presiden Jokowi mengimbau agar semua pihak tetap waspada dengan munculnya varian baru COVID-19. Menurutnya, prinsip kehatian-hatian dan kewaspadaan dapat membantu menyeimbangkan antara kondisi penanganan pandemi dengan kegiatan sosial dan ekonomi.

Pemerintah, ujar Budi, akan terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi dosis lengkap dan dosis penguat atau booster. Apabila modal imunitas masyarakat memadai, besar kemungkinan tidak akan terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan.

Budi meminta kesadaran masyarakat untuk turut membantu menyukseskan program vaksinasi COVID-19. Selain akselerasi vaksinasi, pemerintah ujar Budi, tetap mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan utamanya dalam pemakaian masker.

“Jadi kalau kita ditanya masker tetap kalau di luar ruangan kita bisa buka tapi kalau di luar ruangan kerumunannya padat sekali atau ada yang batuk-batuk atau kita sendiri merasa tidak sehat silahkan memakai masker,” kata Menkes.

Baca Juga  Dua PDP di RSUD dr. Slamet Garut Meninggal

Ia pun mengimbau, Kalau di dalam ruangan yang ada AC sirkulasinya tertutup disarankan sebaiknya memakai masker.

“Tidak ada ruginya kita bersikap hati-hati dan waspada malah itu benar-benar bisa melindungi diri kita dan orang lain dan bisa menjaga kesinambungan dari pertumbuhan ekonomi kita,” Menkes menutup.

Sebelumnya, Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., merilis, Karakter dari kedua subvarian omicron tersebut masuk kategori Variant of Concern (VOC) karena merupakan turunan dari varian omicron sebelumnya. Selain itu, BA.4 dan BA5 juga memiliki mutasi yang berasal dari varian delta L452.

“Nah L452 ini sebagaimana delta, membuat mutasi BA.4 dan BA.5 ini mudah sekali menginfeksi orang yang bukan hanya yang belum divakksinasi, bahkan yang sudah divaksinasi, bahkan yang sudah dapat dua dosis, atau yang sudah terinfeksi oleh BA.1, BA.2, BA.3 itu bisa terinfeksi oleh dua subvarian ini,” ungkapnya melansir VOA.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan, sama halnya dengan mutasi dari varian delta L452, kedua subvarian omicron tersebut sangat mudah terikat dalam sel organ tubuh manusia, khususnya sel paru.

Selain itu, keduanya memiliki kemampuan menghindar dari antibodi, baik yang dihasilkan dari infeksi alamiah maupun dari vaksinasi COVID-19. Dicky pun memprediksi kenaikan kasus COVID-19 yang disebabkan oleh BA.4 dan BA.5 tersebut bisa mencapai 12-13 persen.

“Dan umumnya kalau tidak ada upaya yang memadai misalnya PPKM-nya dicabut, (cakupan) vaksinasinya buruk, perilaku dari masyarakat yakni dalam hal pemakaian masker juga buruk, itu dalam dua minggu bisa dominan, dan bisa menyebabkan peningkatan atau gelombang baru,” tutupnya.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Covid-19Menteri Kesehatansubvarian omicron BA.4 dan BA.5Universitas Griffith Australia dr. Dicky Budiman
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Diduga BTN Bocorkan Data Nasabah, Sembilan Orang ‘Tim BTN’ Datangi Rumah Wartawan Senior di Depok II Tengah

Post Selanjutnya

Bawaslu Seluruh Indonesia Gelar Apel Siaga Pengawasan, Tahapan Pemilu 2024 Dimulai

RelatedPosts

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Ini Alasannya

24 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Humas KPK)

Dalami Suap Proyek Kereta, KPK Butuh Keterangan Eks Menhub Budi Karya Sumadi

24 Februari 2026
Para korban Jiwasraya usai mengadu ke Sekretariat Negara RI. (Foto: Dok. Pribadi)

6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

24 Februari 2026

Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

24 Februari 2026

Dasco Minta Impor 105 Ribu Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih Ditunda

24 Februari 2026
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya sepakat mengembalikan dana beasiswa beserta bunga usai video viral.

Menkeu Purbaya Tegaskan soal Alumni LPDP Viral: Dana Dikembalikan, Sanksi Disiapkan

23 Februari 2026
Post Selanjutnya

Bawaslu Seluruh Indonesia Gelar Apel Siaga Pengawasan, Tahapan Pemilu 2024 Dimulai

Tanah Rakyat Berkekuatan Hukum dan Belum Dibayar Pemprov DKI

Discussion about this post

KabarTerbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Ini Alasannya

24 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Humas KPK)

Dalami Suap Proyek Kereta, KPK Butuh Keterangan Eks Menhub Budi Karya Sumadi

24 Februari 2026
Para korban Jiwasraya usai mengadu ke Sekretariat Negara RI. (Foto: Dok. Pribadi)

6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

24 Februari 2026

Menolak Ajakan Balap Berujung Penganiayaan, Team Sancang Satreskrim Polres Garut Amankan Dua Pelaku

24 Februari 2026

Satresnarkoba Polres Garut Ungkap Peredaran Sabu

24 Februari 2026

Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

24 Februari 2026

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Bupati Garut Evaluasi Pengelolaan Wisata Pantai Santolo

24 Februari 2026

Dasco Minta Impor 105 Ribu Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih Ditunda

24 Februari 2026
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya sepakat mengembalikan dana beasiswa beserta bunga usai video viral.

Menkeu Purbaya Tegaskan soal Alumni LPDP Viral: Dana Dikembalikan, Sanksi Disiapkan

23 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garut 213 Tahun: Dewan Adat Ungkap Bukti Historis Baru Soal Nama dan Hari Jadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com