Hukum  

Rusuh di Asrama Papua, Polisi Tetapkan Tri Susanti Tersangka Rasisme

Tri Susanti

KABARIKU – Tri Susanti, korlap aksi massa di Asrama Papua Jl. Kalasan, Surabaya, ditetapkan sebagai tersangka dugaan rasisme.

Penetapan Tri sebagai tersangka dilakukan pihak kepolisian pada Rabu (28/8/2019) kemarin setelah memeriksa Tri selama hampir 11 jam di Polda Jatim, dan memeriksa 16 saksi serta 7 ahli.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan, untuk kelancaran pemeriksaan selanjutnya, pihak kepolisian telah mengajukan permohonan pencegahan Tri Susanti bepergian ke luar negeri.

Karopenmas menambahkan, Tri Susanti dikenai Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kepolisian telah mengajukan pencekalan untuk yang bersangkutan dan telah melayangkan surat panggilan,” kata Dedi.

Beberapa bukti yang dijadikan dasar kepolisian untuk menetapkan Tri sebagai tersangka, di antaranya rekaman video yang tersebar di media sosial.

Seperti diketahui, aksi di Asrama Papua Surabaya mengakibatkan konflik di Papua. Ujung-ujungnya, sejumlah warga Papua merusak dan membakar beberapa gedung.

Tri Susanti sendiri menyampaikan permohonan maaf apabila aksi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya pada Jumat (17/8/2019) lalu, dianggap sebagai pemicu konflik yang lebih besar di Papua.

“Kami atas nama masyarakat Surabaya dan rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf, apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu (teriakan bernada rasisme),” katanya di Mapolda Jatim, seperti dirilis Tribunnews, (Selasa, 20/8/2019)

Menurutnya, kedatangan dirinya dan sejumlah massa ke Asrama Papua karena tiang bendera di sana rubuh dan benderanya berada di selokan.

“Jadi kedatangan ke sana hanya panggilan jiwa untuk NKRI, bila ada sesuatu yang bisa menghancurkan NKRI, kita siap ada di barisan terdepan,” katanya. (Tribunnews.com, 29/8/2019). (Ref)

Leave a Reply