Hanya Kenakan Bikini di Balik APD yang Transparan, Perawat di Tula Bikin Geger

Ilustrasi: Perawat cantik.

KABARIKU – Seorang perawat di ruang perawatan corona di Rusia baru-baru ini menggemparkan publik.

Pasalnya, perawat cantik berusia sekitar 20 tahunan itu hanya mengenakan bikini alias pakai dalam di balik baju pelindungnya yang transparan saat bertugas di sebuah bangsal pasien pria.

Alhasil, tubuh molek si perawat berikut warna celana dalam dan BH di balik baju pelindung transparannya itu, membuat para pasien terbelalak.

Insiden itu dimuat Dailymail.co.uk pada Rabu 20 Mei 2020 lalu. Peristiwanya terjadi di sebuah rumah sakit di Tula, 100 mil selatan Moskow pada Selasa (19/5/2020). Aksi si perawat di bangsal pria itu sempat difoto oleh salah seorang pasien. Celakanya, foto itu kemudian menyebar sehingga publik di negara beruang merah heboh.

Meski pemotret mengatakan bahwa apa yang dilakukan perawat tersebut tak mengganggu kenyamanan para pasien, namun pihak rumah sakit tetap menjatuhkan sanksi disiplin. Pihak rumah sakit menilai si perawat melanggar aturan persyaratan pakaian medis.

Apa alasan si perawat menanggalkan seragam dan hanya mengenakan bikini di balik baju pelindungnya? Menurutnya, mengenakan seragam perawat di balik baju pelindung membuatnya sangat kepanasan. Dia pun mengatakan tak menyadari kalau APD yang dikenakannya sangat transparan.

Tak jelas bagaimana nasib perawat itu setelah diberi sanksi, namun sejumlah komentar dari warga Tula kini bermunculan.

“Setidaknya seseorang memiliki selera humor dalam situasi yang sedang suram ini,” kata Sergey Ratnikov, warga Tula.

“Kenapa ditegur?” tanya Albert Kuzminov warga Tula lainnya.

Warga lain yang pro terhadap si perawat mengatakan, “Semua orang meneriakinya, tetapi tidak ada yang memperhatikan bahwa dia berpakaian seperti ini karena panas. Mungkin kamu perlu berteriak pada manajemen … karena tidak ada AC normal di sini.’

Seorang wanita, masih warga Tula, Marina Astakhova memposting pendapatnya: ‘Bagus sekali, dia membangkitkan suasana hati para pasien.’

Dan Valery Kapnin menulis: ‘Mengapa menghukum perawat, Anda perlu menghadiahinya. “Melihat pakaian ini, tidak ada yang mau mati.”

Seperti juga negara di belahan dunia lain, Rusia pun kini tenag fokus menangani pandemi Covid-19. Pada Selasa (20/5/2020), Rusia memiliki total 299.941 kasus infeksi, dengan jumlah kematian 2.837. Sementara ota Tula sendiri memiliki kasus positif 2.637 infeksi dengan 19 kematian. (Ref)

Leave a Reply