Presiden Jokowi Ucapkan Selamat kepada Ketua NPC Indonesia dan Peraih Medali Emas Cabang Bulutangkis di Paralimpiade Tokyo

  • Bagikan

Kabariku- Olimpiade, terbesar sepanjang sejarah, turnamen olah raga yang sempat tertunda selama satu tahun karena pandemi Covid-19 ini telah berlangsung diikuti oleh sekitar 4.400 atlet, termasuk 162 negara/wilayah dan tim pengungsi. Tidak ada penonton di semua venue, namun berhasil menyampaikan arti penting ‘koeksistensi’ dimana para atlet penyandang disabilitas mengakui adanya perbedaan namun bersatu dalam ajang Paralimpiade.

Setelah 13 hari berlangsung, upacara penutupan Paralimpiade Tokyo pun digelar di Stadion Nasional Tokyo, Kokuritsu kyogijo, pada Minggu (5/9/2021) pukul 20.00 waktu Jepang.

Presiden Republik Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada kontingen tim nasional Indonesia, khususnya kepada cabang olahraga Bulutangkis yang berhasil menyumbangkan dua medali emas pada Paralimpiade Tokyo 2020.

Atlet-atlet para-badminton Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di ajang olahraga internasional Paralimpiade Tokyo 2020. Cabang andalan Tim Merah Putih tersebut meraih total dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu di ajang yang berlangsung dari 24 Agustus hingga 5 September 2021 tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan panggilan video dengan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun dan Leani Ratri Otika dan Hary Susanto, atlet bulutangkis Tim Nasional Indonesia peraih medali emas cabang bulutangkis di Paralimpiade Tokyo 2020. Leani peraih medali emas di cabang ganda putri bersama rekannya Khalimatus Sadiyah.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Indonesia, seluruh rakyat Indonesia mengucapkan selamat untuk medali emas cabang para-bulu tangkis ganda putri dan juga ganda campuran ya baru saja, untuk Ratri dan Hary untuk ganda campuran, ganda putri Ratri dan Alim,” ujar Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Minggu malam, (5/9/2021).

Presiden mengatakan kabar dari Negeri Sakura tersebut merupakan kabar yang menggembirakan sekaligus membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia. Apalagi, torehan medali emas tersebut mengakhiri puasa emas Indonesia di ajang Paralimpiade sejak 41 tahun lalu, tepatnya pada perhelatan Paralimpiade 1980 yang digelar di Arnhem, Belanda.

“Ini kabar yang sangat menggembirakan, sangat membanggakan kita semuanya. Setelah 41 tahun kita bisa kembali meraih medali emas di paralimpiade dan langsung dua emas,” ujarnya.

Raihan dua medali emas bagi kontingen Indonesia masing-masing disumbangkan Leani Ratri Oktila saat berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah dari nomor ganda putri dan satu emas lagi didapat saat berpasangan dengan Hary Susanto dalam nomor ganda campuran.

Dalam pertandingan final ganda putri SL3-SU5 yang berlangsung di Yoyogi National Stadium, Leani/Khalimatus menang atas pasangan Tiongkok, Cheng Hefang/Ma Huihui. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-12.

Sementara itu, pada pertandingan final nomor ganda campuran SL3-SU5 di tempat yang sama, Leani Ratri Oktila dan Hary Susanto berhasil mengalahkan wakil Prancis Lucas Mazur/Faustine Noel. Pasangan Indonesia tersebut harus bekerja keras sebelum memastikan medali emas dengan skor 23-21, 21-17.

“Kemarin ganda putrinya luar biasa, permainannya sangat bersemangat, saya sempat takut Ratri dan Alim kehilangan di set kedua karena sempat tertinggal kan, tapi Ratri dan Alim bisa bangkit mengejar dan juara. Kemudian tadi Ratri dan Hary juga bagus sekali, set pertama nyaris terkejar dan luar biasa, luar biasa,” ujar Presiden seraya mengacungkan dua jempol.

“Terima kasih Bapak Presiden, kami berangkat ke Tokyo atas restu Bapak Presiden dan seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai prestasi yang luar biasa. Kami akan selalu berdoa untuk Bapak Presiden agar selalu sehat dan diberkahi Tuhan untuk mengangkat Indonesia semakin maju ke depan, Bapak Presiden. Terima kasih sekali lagi,” jawab Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun.

Berdasar siaran pers Kementerian Pemuda dan Olahraga, pada Paralimpiade Tokyo 2020 ini, kontingen Indonesia berhasil meraih total sembilan medali yakni dua medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.

Raihan medali tersebut menempatkan Indonesia di peringkat 43, meningkat jauh dari pencapaian di Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu di mana Indonesia berada di peringkat 76 hasil torehan satu medali perunggu.

*BPMI Setpres

Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *