Penyebaran Covid-19 di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah, Bupati Garut: ‘Sudah Sepenuhnya Terkendali’

  • Bagikan

Kabariku- Kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arqam Muhammadiyah Garut saat ini sudah terkendali sepenuhnya. Para santri yang sebelumnya terpapar Covid-19 kini sudah berangsur membaik bahkan banyak yang sudah sembuh.

Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP. mengatakan “Alhamdulillah penanganan kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan Pesantren Darul Arqam sudah sepenuhnya terkendali. Begitupun penanganan terhadap para santri yang terpapar”. Jumat (27/08/2021).

Rudy menjelaskan, Tracking dan tracing pun sudah dilakukan menyusul adanya puluhan santri Popes Darul Arqam yang terpapar Covid-19.

“Hasilnya, tidak terjadi penambahan, jumlah santri yang terpapar yakni masih tetap 73 orang,” ungkapnya.

Menurut Rudy Para santri yang sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, sudah langsung di isolasi dan mendapatkan penanganan.

“Sebagian besar dari mereka kini sudah membaik dan sembuh sehingga dipastikan Senin besok sudah bisa pulang,” jelasnya.

Diakui Rudy, Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di Ponpes Darul Arqam ini sempat membuatnya begitu khawatir. Hal ini dikarenakan Kabupaten Garut baru beberapa hari dinyatakan turun ke level 2 setelah sebelumnya berstatus level 4.

“Khawatir juga ya pada awalnya, karena kita baru saja turun, ke level 2 malah muncul klaster di Pesantern Darul Arqam. Untung saja semuanya cepat tertangani sehingga kini para santri sudah mulai membaik bahkan sudah ada yang sembuh dan akan segera dipulangkan dari tempat isolasi terpusat,” ucapnya.

Sementara, pihak Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah menyampaikan terkait penyebaran Covid-19 yang terjadi di lingkungan pesantren, saat ini kondisi di lingkungan pesantren membaik dalam keadaan kondusif dengan tetap menjalankan prokes Covid-19.

“Kondisi santri saat ini secara keseluruhan dalam keadaan sehat walafiat. Adapun santri putra 9 orang yang diisolasi di pondok setelah melaksanakan masa isolasi dan karantina mulai tanggal 8 Agustus sudah dapat beraktivitas seperti biasa”.

Kepala Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut, H. Ayi Mukhtar, menjelaskan, sebelumnya ada 53 santri yang menjalani isolasi secara terpusat pada gelombang 1 yakni tanggal 18 Agustus 2021. Pada gelombang kedua, tanggal 20 Agustus 2021, kembali ada 11 santri yang menjalani isolasi terpadu.

“Untuk saat ini seluruh santri yang menjalani isoalsi terpadu itu terpantau dalam keadaan sehat dan dalam penanganan tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut,” jelasnya.

Diperkirakan setelah menghabiskan masa isolasi selama 10-14 hari, sekitar tanggal 28 Agustus 2021 – 1 September 2021, sudah dapat kembali pondok dan beraktivitas seperti biasanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Garut, Dr. H. Asep Surachman SKM. MKM., mengatakan santri yang terpapar didominasi oleh santri putra. Yang terpapar seluruhnya santri 73 orang.

H. Asep menjelaskan awalnya mula puluhan santri terpapar Covid-19 adalah ketika santri mulai masuk pesantren.

“Santri yang masuk membawa tes usap antigen negatif namun pihak sekolah tidak percaya begitu saja dan melakukan screening test, dokter yang memeriksa menyatakan tidak ada yang positif,” ucapnya.

Namun setelah dua hari seluruh santri masuk, setelah di cek ada santri yang mengeluh hilang penciuman. “Otomatis kita melakukan Contact Tracing, dikejar siapa kontak eratnya dengan yang positif, ketahuan banyak (73 orang),” ucapnya.

Ada banyak kemungkinan, jelas H. Asep, penyebaran virus Covid-19 bisa masuk ke wilayah pesantren karena dihuni oleh santri dari berbagai daerah atau karyawan yang biasa keluar masuk pesantren.

“Ada banyak kemungkinan penyebarannya bisa lewat karyawan atau petugas lainnya yang keluar masuk. Saat ini kebanyakan santri yang terpapar memiliki gejala ringan dan ada juga yang tidak bergejala,” ungkapnya.

Saat ini Dinas Kesehatan sedang menyasar pemeriksaan ke berbagai pesantren di Garut serta untuk memastikan tempat karantina di pesantren memadai agar  bisa menekan penyebaran Covid-19. (*)

Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *