Jakarta,Kabariku.com– Pengamat ekonomi dari Universitas Trisakti, Prof. Dr. Willy Arafah, MM., DBA, menegaskan generasi milenial memiliki peran yang sangat dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.
Menurutnya, milenial merupakan motor penggerak utama karena mampu memadukan literasi digital, inovasi, dan semangat kewirausahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Sangat dominan. Milenial adalah motor penggerak utama karena mereka merupakan pelaku mayoritas industri kreatif yang menggabungkan literasi digital, inovasi, dan semangat kewirausahaan untuk mengakselerasi ekonomi nasional,” ujar Willy kepada Kabariku.com, Kamis (9/6/2026).
Ia menjelaskan, peluang milenial untuk berkembang di sektor ekonomi kreatif semakin terbuka luas seiring pesatnya transformasi digital.
Berbagai sektor seperti industri konten digital, digitalisasi produk lokal melalui strategi branding modern, pengembangan aplikasi, game, kuliner, edutech, hingga pariwisata tematik dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan.
Menurutnya, dukungan teknologi finansial dan akses pasar global memungkinkan pelaku usaha kreatif menjangkau konsumen lebih luas tanpa batas wilayah.
“Melalui kolaborasi dan kreativitas, milenial mampu mentransformasi ide inovatif menjadi bisnis yang relevan dan adaptif terhadap dinamika ekonomi digital saat ini,” katanya.
Willy menambahkan, perkembangan teknologi digital telah mempermudah generasi milenial dalam mengembangkan usaha. Ketersediaan perangkat produksi yang semakin terjangkau, akses belajar secara mandiri melalui internet, hingga platform pemasaran digital membuat proses membangun bisnis menjadi lebih efisien.
Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan analisis data memungkinkan pelaku usaha menghadirkan produk maupun layanan yang lebih personal sesuai kebutuhan konsumen.
“Integrasi AI dan analisis data memungkinkan penciptaan layanan yang lebih presisi, sementara konektivitas internet mempercepat kolaborasi sehingga ide kreatif dapat segera diwujudkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya.
Meski memiliki peluang besar, Willy mengingatkan bahwa pelaku ekonomi kreatif masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan akses permodalan, persaingan pasar digital yang semakin ketat, perubahan tren yang berlangsung sangat cepat, hingga persoalan legalitas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Selain itu, menjaga stabilitas arus kas usaha juga menjadi tantangan yang kerap dihadapi para pelaku industri kreatif.
Dalam pandangannya, media sosial kini menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan sebuah usaha kreatif. Selain sebagai sarana promosi berbiaya rendah, media sosial juga menjadi etalase digital, media interaksi dengan konsumen, sekaligus sumber data analitik untuk memahami perilaku pasar.
Ia menyarankan agar pelaku usaha mengedepankan kualitas produk berstandar internasional, memperkuat narasi atau storytelling produk, memanfaatkan pemasaran digital secara global, melindungi HAKI, serta membangun kolaborasi strategis dengan mitra dari berbagai negara.
Lebih lanjut, Willy menilai pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui penyediaan infrastruktur digital, kemudahan akses pembiayaan, perlindungan HAKI, program pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran produk ke pasar internasional.
Meski demikian, ia menilai akses pembiayaan bagi pelaku usaha kreatif masih perlu diperbaiki karena proses administrasi dan persyaratan jaminan aset fisik sering kali tidak sesuai dengan karakter usaha kreatif yang berbasis ide dan inovasi.
Untuk menciptakan lebih banyak wirausaha muda, Willy mendorong dunia pendidikan mengintegrasikan kurikulum berbasis praktik bisnis, menyediakan ruang inkubasi kreativitas, serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar dari kegagalan sejak dini.
Ia juga memprediksi sektor teknologi digital, pengembangan game, dan industri konten berbasis AI akan menjadi sektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan paling pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Willy memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu memulai usaha.
“Segera mulai dan jangan takut gagal. Di era digital ini, keberanian mengeksekusi ide adalah langkah paling menentukan untuk mengubah kreativitas menjadi kesuksesan nyata,” pungkasnya.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post