• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Agustus 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News Nasional

Penegasan Sebagai Oposisi Dapat Menjadi Investasi Politik Paling Strategis Bagi PDIP Menuju 2029

Agus Irawan oleh Agus Irawan
22 Juni 2026
di Nasional, News, Politik
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Ramainya kritik partai-partai pendukung pemerintahan terhadap posisi politik PDI Perjuangan justru memperlihatkan bahwa keberadaan PDIP sebagai kekuatan di luar pemerintahan mulai dianggap mengganggu kenyamanan koalisi kekuasaan.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

” Karena itu, PDIP tidak boleh lagi bertahan dalam posisi abu-abu sebagai “penyeimbang” yang dapat ditafsirkan setengah di dalam, setengah di luar,” kata Ketua Forum Sipil Suara Bersatu, Hamdi Putra, Senin (22/6/2026).

RelatedPosts

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

Polda Metro Jaya Dalami Temuan 996 Benda Menyerupai Senjata di Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Kapolri Rombak Jajaran Perwira Tinggi, 9 Irjen Polri Berganti Jabatan

Hamdi menjelaskan menjelang Pemilu 2029, pilihan paling strategis bagi PDIP adalah menegaskan diri sebagai oposisi demokratis yang kritis, konsisten, dan berbasis solusi.

PDIP harus menyadari bahwa politik tidak memberi penghargaan kepada partai yang ragu-ragu. Dalam pemerintahan dengan koalisi besar, partai-partai pendukung kekuasaan akan berbagi panggung ketika kebijakan dianggap berhasil, tetapi akan saling melempar tanggung jawab ketika kebijakan gagal.

Dalam situasi seperti itu, PDIP berisiko menanggung kerugian paling besar apabila terus berada di wilayah abu-abu.

* Tidak mendapatkan kursi kekuasaan, tetapi juga tidak sepenuhnya memperoleh kepercayaan rakyat sebagai alternatif kekuasaan,” ujar Hamdi.

Posisi ambigu hanya membuat PDIP membayar harga sebagai oposisi tanpa menikmati keuntungan politik sebagai oposisi. Ketika pemerintah menghasilkan kebijakan populer, PDIP tidak dapat mengklaim keberhasilan karena tidak berada dalam struktur pemerintahan. 

Namun ketika pemerintah menghadapi kegagalan, pemborosan anggaran, konflik kepentingan, penurunan kualitas demokrasi, atau kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, PDIP juga tidak dapat memanen penuh aspirasi publik karena masih dicurigai membuka ruang kompromi dengan kekuasaan.

Baca Juga  Andrianto: KAMI Akan Jadi Oposisi

” Itulah sebabnya PDIP harus memilih garis yang jelas. Bukan oposisi emosional, bukan pula oposisi yang menolak semua kebijakan hanya demi menyerang pemerintah,” sebutnya.

PDIP harus menjadi oposisi substantif, yaitu mendukung kebijakan yang benar-benar menguntungkan rakyat, tetapi berdiri paling depan untuk mengoreksi kebijakan yang salah, anggaran yang tidak transparan, proyek yang tidak produktif, penyalahgunaan kekuasaan, serta praktik politik yang menjauhkan negara dari cita-cita demokrasi dan keadilan sosial.

Keuntungan terbesar dari sikap tersebut adalah PDIP dapat menjadi pemegang utama suara rakyat yang kecewa terhadap jalannya pemerintahan.

” Dalam demokrasi, rakyat membutuhkan pembeda yang jelas antara pihak yang memegang kekuasaan dan pihak yang mengawasi kekuasaan,” bebernya.

Ketika hampir semua partai berhimpun di sekitar pemerintah, ruang oposisi menjadi semakin bernilai. PDIP dapat mengisi ruang itu sebagai kekuatan politik nasional yang tidak sekadar mengkritik, tetapi juga menawarkan jalan keluar.

*Pemilu 2029 tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang paling banyak memasang baliho atau siapa yang paling kuat menguasai struktur kekuasaan,” sebutnya.

Pemilu 2029 akan ditentukan oleh selama lima tahun pemerintahan berjalan, siapa yang benar-benar membela rakyat ketika harga naik, pekerjaan sulit, anggaran tidak efisien, layanan publik buruk, dan kekuasaan semakin terkonsentrasi? Siapa yang berani mengajukan pertanyaan ketika yang lain memilih diam? Siapa yang memiliki keberanian untuk berkata tidak ketika kebijakan pemerintah tidak lagi sejalan dengan kepentingan rakyat?

PDIP memiliki modal politik untuk menjawab pertanyaan itu. Dengan basis pemilih nasional, jaringan organisasi yang kuat, pengalaman panjang dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, serta identitas ideologis sebagai partai nasionalis kerakyatan, PDIP sebenarnya tidak membutuhkan posisi setengah hati.

Baca Juga  Kasat Lantas Polres Garut Ajak Orang Tua Aktif Awasi Anak-Anak Ikuti Balapan Liar Jelang Waktu Sahur

Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah ideologi menjadi kerja politik nyata.

*Memperjuangkan harga pangan yang terjangkau, lapangan kerja yang layak, perlindungan buruh, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang adil, pemerataan ekonomi, serta pengawasan ketat terhadap penggunaan uang rakyat,” terangnya.

Sikap oposisi yang tegas juga akan memberi PDIP ruang untuk membangun rekam jejak menuju 2029. Kritik yang disampaikan sejak sekarang dapat menjadi arsip politik yang kuat apabila didukung data, dokumen, argumentasi, dan usulan kebijakan alternatif.

PDIP tidak boleh hanya tampil sebagai partai yang marah ketika tidak berada dalam pemerintahan.

PDIP harus tampil sebagai partai yang mampu membuktikan bahwa ia memiliki desain pemerintahan yang lebih baik, lebih bersih, lebih transparan, dan lebih berpihak kepada rakyat.

Di saat yang sama, PDIP harus memahami bahwa oposisi tidak identik dengan permusuhan terhadap negara atau Presiden.

Oposisi adalah mekanisme demokrasi untuk memastikan kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.

Mengawasi pemerintah bukan berarti menghambat pembangunan. Mengkritik kebijakan bukan berarti menolak negara.

Justru tanpa oposisi yang kuat, pemerintahan berisiko kehilangan koreksi, kehilangan kepekaan, dan kehilangan kemampuan untuk membedakan kepentingan rakyat dengan kepentingan elite.

Karena itu, tekanan dari partai-partai koalisi agar PDIP memperjelas posisinya seharusnya tidak dibaca sebagai ancaman, melainkan sebagai alarm politik. Semakin kuat dorongan agar PDIP memilih berada di dalam atau di luar pemerintahan, semakin jelas bahwa posisi PDIP di luar kekuasaan memiliki nilai strategis.

Koalisi besar mungkin menguasai kursi kabinet dan akses kekuasaan hari ini, tetapi PDIP dapat membangun sesuatu yang jauh lebih penting untuk 2029, yaitu kepercayaan rakyat bahwa masih ada partai besar yang berani berdiri di luar lingkaran kekuasaan.

Baca Juga  Jokowi Puan Bela Food Estate, Anto PPJNA 98: Tindakan Hasto Permalukan Megawati

PDIP tidak boleh menjadi bayangan koalisi. PDIP harus menjadi kutub alternatif. Sebab dalam politik, rakyat tidak akan memilih partai yang sekadar berdiri di pinggir sambil menunggu pintu kekuasaan dibuka. Rakyat akan memilih partai yang memiliki sikap, keberanian, dan konsistensi.

“Koalisi boleh menguasai kursi kekuasaan hari ini. Tetapi PDIP dapat menguasai kursi harapan rakyat pada 2029, asalkan berani keluar sepenuhnya dari wilayah abu-abu,” ucapnya.

Tags: Forsiberketum PDIPMegawati SoekarnoputriMenuju Pemilu 2029oposisiPDIP
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Yerikho Menurung: Persatuan Nasional Kunci Hadapi Ancaman Polarisasi Politik

Post Selanjutnya

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim Cs: Dalami Aliran Dana Pemerasan Izin WNA

RelatedPosts

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Dalami Temuan 996 Benda Menyerupai Senjata di Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan

7 Agustus 2026

Kapolri Rombak Jajaran Perwira Tinggi, 9 Irjen Polri Berganti Jabatan

7 Agustus 2026

inDrive Rampungkan Fase Pertama Kampanye “Drive Your Future”, Edukasi Ratusan Pelajar Garut tentang Keselamatan Berkendara

7 Agustus 2026

Badiklat Kejaksaan RI Gandeng BNSP, Harli Siregar Dorong Sertifikasi Profesi Jaksa

7 Agustus 2026

Jumat Membara di Gantung, Amarah Penambang Berujung Kantor PT Timah Diduga Dibakar Massa

7 Agustus 2026
Post Selanjutnya
Gedung Merah Putih KPK

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim Cs: Dalami Aliran Dana Pemerasan Izin WNA

Politisi Nasdem Irma Suryani : Kita Hormati Pilihan PDIP Soal Politik di Pemerintahan Prabowo-Gibran

Discussion about this post

KabarTerbaru

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026 Usai Ditahan Singapura 1-1

7 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Dalami Temuan 996 Benda Menyerupai Senjata di Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan

7 Agustus 2026

Kapolri Rombak Jajaran Perwira Tinggi, 9 Irjen Polri Berganti Jabatan

7 Agustus 2026

Perkuat Sinergi, Kapolres Garut Sambangi Kantor ATR/BPN

7 Agustus 2026

inDrive Rampungkan Fase Pertama Kampanye “Drive Your Future”, Edukasi Ratusan Pelajar Garut tentang Keselamatan Berkendara

7 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026
Dok.Foto: istimewa

Mensesneg Bongkar Fakta Isu Surpres Pergantian Kapolri, Istana: Sampai Hari Ini Belum Ada

7 Agustus 2026

Badiklat Kejaksaan RI Gandeng BNSP, Harli Siregar Dorong Sertifikasi Profesi Jaksa

7 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP Persadha Nusantara Resmi Dilantik, Tetapkan 10 Agenda Transformasi Lembaga Hindu 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com