• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Februari 4, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Kawah Kereta Api Kamojang 3: Situs Panas Bumi Tertua Dunia yang Terlupakan

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
20 Desember 2025
di Kabar Terkini
A A
0
Kawah Kereta Api ikon unik di kawasan Wisata Alam dan Cagar Alam Kawah Kamojang di Dusun Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung(dok Berita Geothermal)

Kawah Kereta Api ikon unik di kawasan Wisata Alam dan Cagar Alam Kawah Kamojang di Dusun Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung(dok Berita Geothermal)

ShareSendShare ShareShare

Bandung, Kabariku – Di balik kabut tipis dan bau belerang kawasan Kamojang, tersimpan sebuah situs bersejarah yang nyaris luput dari perhatian negara. Kawah Kereta Api Kamojang 3, lokasi pengeboran panas bumi sejak tahun 1926, diduga merupakan salah satu situs eksplorasi panas bumi tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.

Namun ironisnya, situs ini kini kehilangan penjaga tradisional, perlindungan hukum, dan perhatian institusional.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berdasarkan keterangan bersama Tim Redaksi Berita Geothermal Sudi Sudiarto, Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI), pengeboran Kawah Kereta Api 3 dilakukan pada 1926, pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Kedalaman awal pengeboran mencapai 20 meter, lalu dikembangkan hingga sekitar 60 meter pada tahun yang sama.

RelatedPosts

Usai Polemik ‘Mens Rea’, Pandji ke MUI, Nonton Bareng dan Pilih Tak Laporkan Akun Penyerang Keluarganya

Hasanuddin: Pengembangan Panas Bumi Pangrango Perlu Pendekatan Komprehensif

Jejak Karier Maroef Sjamsoeddin, Purnawirawan TNI AU yang Kini Memimpin MIND ID

Tim Redaksi Berita Geothermal dan Tim ADPPI foto bersama Ibu Dedeh (tengah) Generasi ke 3 dari Aki Edong masyarakat lokal yang menjaga kawasan KMJ 3 (foto Ist Berita Geothermal)

“Secara teknologi panas bumi, ini masuk generasi pertama. Sejajar dengan Larderello di Italia awal 1900-an. Jadi ini bukan hanya tertua di Indonesia, tapi termasuk angkatan paling tua di dunia,” ujar Sudi dalam keterangannya saat ditemui di kawasan Kamojang 3, Kamis (18/12/2025).

Teknologi ini menjadi fondasi awal eksplorasi panas bumi global, jauh sebelum berkembangnya pembangkit listrik panas bumi modern yang kini memasuki generasi kelima.

Keunikan Kawah Kereta Api 3 terletak pada kontinuitasnya. Berbeda dengan situs teknologi kolonial lain yang sudah mati fungsi, kawah ini masih aktif mengeluarkan uap panas hingga hari ini.

“Ini bukan sekadar tinggalan mati. Sistem panas buminya masih hidup, masih berkelanjutan. Itu nilai pentingnya,” jelas Sudi.

bagian dari peralatan panas bumi yang dipajang sebagai monuen “GUDANG TOPO/BJ-STR di area operasional PGE Kamojang

Fakta ini menunjukkan bahwa Kawah Kereta Api Kamojang 3 memiliki nilai penting seperti sejarah, karena teknologi eksplorasi panas bumi pertama di Indonesia.

Baca Juga  1 Abad Panas Bumi Indonesia, ADPPI Usulkan Kawah Kereta Api Jadi National Geothermal Heritage

Kemudian, nilai ilmiah sebagai bukti awal penguasaan panas bumi dunia. Lalu ada nilai edukasi sebagai laboratorium alam lintas generasi, dan nilai budaya yang terhubung dengan peran juru kunci turun-temurun.

Meski eksplorasi kolonial berhasil mengeluarkan uap panas, lokasi ini tidak pernah dikembangkan menjadi pembangkit listrik. Diduga, aktivitas terhenti akibat masuknya penjajahan Jepang dan situasi politik kala itu.

Pada 1970-1980-an, PT Pertamina mulai kembali masuk ke kawasan Kamojang untuk pengembangan panas bumi. Namun Kawah Kereta Api 3 tidak lagi dioperasikan, hanya dipertahankan sebagai lokasi eksplorasi lama.

Cagar Budaya yang Terlambat?

Sudi mengatakan, secara regulasi, sebuah situs dapat diusulkan sebagai Cagar Budaya jika berusia minimal 50 tahun dan memiliki nilai penting.

Sementara, Kawah Kereta Api Kamojang 3 telah berusia hampir 100 tahun. Namun statusnya hingga kini belum ditetapkan secara resmi.

Masalahnya, kata Sudi, jika suatu saat ditetapkan sebagai cagar budaya tidak boleh ada perubahan fisik, tidak boleh ada pengeboran ulang, dan zona inti harus steril dari intervensi.

“Kalau sudah jadi cagar budaya, tidak boleh diubah sama sekali,” tegas Sudi.

Pertanyaannya, mengapa situs sepenting ini baru akan diusulkan sekarang?

Di tengah gencarnya narasi transisi energi dan energi hijau, Kawah Kereta Api Kamojang 3 justru menjadi ironi. Situs yang menjadi fondasi energi panas bumi Indonesia kini tidak memiliki perlindungan hukum kuat, dan tidak tercatat dalam narasi besar energi nasional.

Jika tidak segera ditetapkan dan dilindungi, Kawah Kereta Api Kamojang 3 berpotensi: akan rusak secara alami, hilang nilai budayanya, dan terputus narasi sejarahnya. Sehingga Kawah Kereta Api Kamojang 3 hanya sekedar menjadi lubang uap tanpa cerita.

Padahal, dunia kini sedang mencari jejak awal energi terbarukan. Kamojang telah memilikinya sejak 1926. Pertanyaannya kini bukan lagi “apakah ini penting?” melainkan “berapa lama lagi kita membiarkannya dilupakan?”.*Ghurri

Baca Juga  Pernyataan ADPPI Tentang Holding Geothermal Indonesia dan Rencana Initial Public Offering

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: ADPPIBerita GeothermalCagar BudayaGudang TOPO/BJ-STRKawah Kereta Api Kamojang 3panas bumiPGE area Kamojang Jawa Barat
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

OTT di Kalsel, KPK Amankan Enam Orang Termasuk Kajari dan Kasi Intel HSU

Post Selanjutnya

BNN Pulihkan Kampung Rawan Narkoba Lewat Program Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari

RelatedPosts

Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta Pusat, Selasa (03/02). Foto: Irfan/kabariku.com)

Usai Polemik ‘Mens Rea’, Pandji ke MUI, Nonton Bareng dan Pilih Tak Laporkan Akun Penyerang Keluarganya

3 Februari 2026

Hasanuddin: Pengembangan Panas Bumi Pangrango Perlu Pendekatan Komprehensif

3 Februari 2026
Maroef Sjamsoeddin/MIND ID

Jejak Karier Maroef Sjamsoeddin, Purnawirawan TNI AU yang Kini Memimpin MIND ID

3 Februari 2026

Interpol Resmi Terbitkan Red Notice, Polri Intensifkan Perburuan Riza Chalid

1 Februari 2026
Foto: mantan ketua KPK Abraham Samad (Istimewa)

Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Presiden Prabowo, Bahas Revisi UU KPK hingga Oligarki 9 Naga

1 Februari 2026

ADPPI: Geothermal Energi Bersih, Dampak Ekologis Bisa Dikelola

28 Januari 2026
Post Selanjutnya
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dalam acara Pencanangan Pemulihan Kampung Bersih Narkoba rangkaian acara Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, di Buffer Area IPC Tanjung Priok, Jakarta Utara

BNN Pulihkan Kampung Rawan Narkoba Lewat Program Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025)

Penanganan Bencana Aceh-Sumatera Skala Nasional, Seskab: Semua Bergerak Sejak Detik Pertama

Discussion about this post

KabarTerbaru

Gedung Merah Putih KPK, di Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK OTT Lagi Pejabat Pajak di Banjarmasin

4 Februari 2026

NPCI Diterima Humanis Kejari Kota Bogor, Dorong Tata Kelola dan Pembinaan Atlet Paralimpik

4 Februari 2026
Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Soroti Aset Mewah Pemkab Mimika: Pesawat dan Helikopter Senilai Rp85,8 Miliar Mangkrak

4 Februari 2026

Tokoh dan Ormas Islam Dukung Presiden Prabowo Perjuangkan Palestina di Board of Peace

4 Februari 2026

Mensesneg: Presiden Serap Aspirasi Pimpinan Ormas dan Tokoh Islam soal Board of Peace di Istana

4 Februari 2026

BNN Paparkan Capaian “War on Drugs for Humanity”, Gandeng DPR Edukasi Bahaya Narkoba di Dapil

4 Februari 2026

Pimpinan KPK, Johanis Tanak: Independensi Lebih Selaras Jika Masuk Rumpun Yudikatif

3 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Hadirkan Jamdatun sebagai Ahli dalam Sidang Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura

3 Februari 2026
Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta Pusat, Selasa (03/02). Foto: Irfan/kabariku.com)

Usai Polemik ‘Mens Rea’, Pandji ke MUI, Nonton Bareng dan Pilih Tak Laporkan Akun Penyerang Keluarganya

3 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Abubakar Terpilih Jadi Ketua KAUP FHUP, Alumni Nilai Sosoknya Tenang dan Konsisten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Abubakar, Wali Kota Lhokseumawe Nahkodai Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Presiden Prabowo, Bahas Revisi UU KPK hingga Oligarki 9 Naga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Interpol Resmi Terbitkan Red Notice, Polri Intensifkan Perburuan Riza Chalid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriyati Hoegeng Tutup Usia di Umur 100 Tahun, Sosok Pendamping Jenderal Hoegeng yang Bersahaja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com