• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Februari 22, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Haidar Alwi: Pemerintah Harus Gandeng ITB Dan Pakar Hidrologi untuk Atasi Banjir.

Tresna Sobarudin oleh Tresna Sobarudin
10 Maret 2025
di News
A A
0
Haidar Alwi

Haidar Alwi

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Belanda adalah contoh nyata bagaimana sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut mampu bertahan tanpa mengalami bencana banjir yang berulang. Mereka berhasil menciptakan sistem pertahanan air yang luar biasa, seperti Delta Works dan Afsluitdijk, yang tidak hanya mencegah banjir tetapi juga mengoptimalkan penggunaan air untuk kepentingan ekonomi dan lingkungan.

Namun, keunggulan Belanda dalam manajemen air tidak hanya terbatas pada dua sistem itu. Mereka juga memiliki Maeslantkering, yang merupakan sistem pintu air otomatis raksasa yang dapat menutup akses laut secara mandiri ketika badai besar melanda, serta Oosterscheldekering, sebuah bendungan yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasang surut untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan dari banjir dan kelangsungan ekosistem laut.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Di sisi lain, Indonesia sebenarnya telah mewarisi teknologi bendungan dari Belanda sejak zaman kolonial, dengan beberapa bendungan besar seperti Jatiluhur, Karangkates, serta proyek Banjir Kanal Barat dan Timur di Jakarta. Sayangnya, meskipun memiliki teknologi yang tidak kalah canggih, Indonesia masih terus menghadapi persoalan banjir yang terjadi hampir setiap tahun.

RelatedPosts

Menteri Bahlil Ungkap Rencana Tambah Saham Freeport Indonesia dan Perpanjang Kontrak ExxonMobil

Seskab Ungkap Presiden Prabowo Satu-satunya Kepala Negara Gelar Pertemuan Bilateral dengan Trump

Menteri HAM Bertemu Jaksa Agung, Bahas Revisi UU HAM dan Unit Penyidikan Komnas HAM

Masalahnya Bukan Air, Tapi Pengelolaannya.

Menurut Ir. R. Haidar Alwi, MT, yang merupakan pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta menjabat sebagai Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, penyebab utama dari permasalahan ini bukanlah kurangnya teknologi, tetapi lemahnya sistem pengelolaan dan perawatan infrastruktur air yang ada.

“Belanda memiliki sistem waterboard, yaitu badan khusus yang bertanggung jawab secara penuh terhadap pengelolaan sumber daya air. Dengan adanya sistem ini, mereka memastikan bahwa setiap bendungan dan kanal tetap dalam kondisi optimal sepanjang waktu. Sementara di Indonesia, sering kali kita hanya membangun bendungan tanpa memastikan adanya mekanisme pemeliharaan yang berkelanjutan,” ujar Haidar Alwi.

Baca Juga  Lantik 6 Kepala Kejaksaan Tinggi, Jaksa Agung: Jaga Kepercayaan Publik dengan Sikap Integritas

Selain itu, Haidar Alwi menekankan bahwa pengelolaan air yang baik bukan hanya sekadar untuk mengatasi banjir, tetapi juga dapat memberikan manfaat besar bagi sektor ekonomi dan energi. Belanda telah membuktikan bahwa bendungan bukan sekadar penghalang air, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menciptakan daratan baru, mengendalikan permukaan air tanah, serta menghasilkan energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

“Kita harus mengubah cara pandang kita. Air bukanlah musuh, melainkan sumber daya yang bisa kita manfaatkan jika dikelola dengan baik. Dengan strategi yang tepat, air dapat menjadi kunci ketahanan pangan, ketahanan energi, serta menjaga keseimbangan ekosistem,” lanjutnya.

Sebagai seorang alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Haidar Alwi juga menekankan bahwa kampus teknik seperti ITB telah banyak menghasilkan riset dan inovasi di bidang hidrologi serta rekayasa sipil yang dapat membantu Indonesia dalam menangani permasalahan ini.

“Indonesia memiliki banyak insinyur handal yang mampu merancang teknologi pengelolaan air yang lebih modern. Namun, tantangannya adalah bagaimana pemerintah dan sektor industri dapat berkolaborasi dengan para akademisi untuk memastikan bahwa inovasi-inovasi ini dapat benar-benar diterapkan secara nyata,” pungkasnya.

Saran dan Himbauan

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap permasalahan ini, Haidar Alwi memberikan beberapa rekomendasi agar Indonesia bisa lebih baik dalam mengelola sumber daya air:

  1. Memastikan Perawatan Infrastruktur Air Secara Berkala
    Pembangunan bendungan dan kanal harus disertai dengan mekanisme pemeliharaan yang berkelanjutan agar tidak mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan kegagalan sistem.
  2. Menerapkan Teknologi Pintar dalam Pengelolaan Air
    Indonesia dapat mengadopsi sistem seperti Maeslantkering, yang memungkinkan pengendalian banjir secara otomatis melalui sensor dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi potensi bahaya sebelum bencana terjadi.
  3. Menyusun Kebijakan yang Konsisten dan Tidak Bergantung pada Kepemimpinan Politik
    Perencanaan pengelolaan sumber daya air harus bersifat jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh pergantian pemerintahan, sehingga proyek-proyek strategis tetap berjalan sesuai rencana.
  4. Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat
    Sampah yang menyumbat drainase adalah salah satu penyebab utama banjir di perkotaan. Oleh karena itu, perlu ada regulasi yang lebih ketat serta program edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
  5. Mendorong Kolaborasi antara Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
    Dengan menggandeng institusi pendidikan seperti ITB, teknologi terbaru di bidang tata kelola air dapat dikembangkan dan diterapkan untuk kepentingan nasional.
Baca Juga  Haidar Alwi: UU Minerba Untuk Mengawal Keadilan Ekonomi dan Kemajuan Pendidikan Nasional

Indonesia memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah banjir dan mengoptimalkan pemanfaatan air. Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya teknologi, tetapi juga keseriusan dalam pengelolaan serta komitmen dalam penerapan kebijakan yang berkelanjutan. Jika Belanda bisa menaklukkan air dan menjadikannya sebagai aset, maka tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak melakukan hal yang sama.(Bem)**

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: banjirHaidar Alwipengelolaan air di Indonesia
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Bareskrim Tangkap Direktur Persiba Balikpapan, Manajemen Tegaskan Tidak Terkait Klub

Post Selanjutnya

Polri Selidiki Dugaan Korupsi di PLN Terkait Proyek PLTU di Kalbar

RelatedPosts

Menteri Bahlil Ungkap Rencana Tambah Saham Freeport Indonesia dan Perpanjang Kontrak ExxonMobil

22 Februari 2026

Seskab Ungkap Presiden Prabowo Satu-satunya Kepala Negara Gelar Pertemuan Bilateral dengan Trump

21 Februari 2026

Menteri HAM Bertemu Jaksa Agung, Bahas Revisi UU HAM dan Unit Penyidikan Komnas HAM

20 Februari 2026
Iwakum menggelar diskusi publik bertajuk "Menakar Batas Hukum Antara Keputusan Bisnis dan Tindak Pidana Korupsi" di Pati Unus, Jakarta Selatan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Pemerintah Klaim Asset Recovery 2025 Capai Rp28,6 Triliun

20 Februari 2026
Foto: Istimewa

Sandri Rumanama Soroti Indonesia Timur: Dari Infrastruktur hingga Kemandirian Ekonomi

20 Februari 2026
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina. Bersama negara-negara Muslim lainnya,(Foto:Biro Presiden)

Rapat Perdana Board of Peace, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Gaza

20 Februari 2026
Post Selanjutnya
Dugaan Korupsi PLN di PLTU 1 Kalimantan Barat 2x50 MW Jungkat

Polri Selidiki Dugaan Korupsi di PLN Terkait Proyek PLTU di Kalbar

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Bank BJB

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menteri Bahlil Ungkap Rencana Tambah Saham Freeport Indonesia dan Perpanjang Kontrak ExxonMobil

22 Februari 2026

BNN Luncurkan Call Center 184, Akses Informasi dan Pengaduan Aktif 7×24 Jam

21 Februari 2026

Pemberontakan Tanpa Manifesto: Resensi Film Nocturama (2016)

21 Februari 2026

Seskab Ungkap Presiden Prabowo Satu-satunya Kepala Negara Gelar Pertemuan Bilateral dengan Trump

21 Februari 2026
Marc Klok turun latihan/persib

Marc Klok Makin Bugar, Siap Kembali Perkuat Persib di Putaran Dua

21 Februari 2026
Jadwal Imsakiyah, Freepik

Jadwal Imsakiyah Garut Hari Ini, Sabtu 3 Ramadhan 1447 H

21 Februari 2026
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melantik dan mengambil sumpah 42 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, yang diselenggarakan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (20/2/2026).
(Diskominfo Kab. Garut)

Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Bupati Garut Lantik 42 Pejabat Struktural

21 Februari 2026

Menteri HAM Bertemu Jaksa Agung, Bahas Revisi UU HAM dan Unit Penyidikan Komnas HAM

20 Februari 2026
Iwakum menggelar diskusi publik bertajuk "Menakar Batas Hukum Antara Keputusan Bisnis dan Tindak Pidana Korupsi" di Pati Unus, Jakarta Selatan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Pemerintah Klaim Asset Recovery 2025 Capai Rp28,6 Triliun

20 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garut 213 Tahun: Dewan Adat Ungkap Bukti Historis Baru Soal Nama dan Hari Jadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com