• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, April 5, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Membangun Solidaritas Negara Islam

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
3 April 2026
di Opini
A A
0
Ilustrasi

Ilustrasi

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Aris Santoso
Pengamat Militer

Kabariku – Konflik skala besar Iran versus (koalisi) AS-Israel berdampak pada ketegangan regional, dalam hal ini kawasan Timur Tengah, yang identik sebagai negara Islam. Ketegangan geopolitik seperti itu, bukan lagi sekadar peristiwa unjuk kekuatan militer, namun bisa juga dijadikan momentum bagi dunia Islam memikirkan ulang spirit solidaritas mereka.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Perang tersebut telah berdampak pada tekanan internal dan krisis kepemimpinan di Iran, setelah pemimpin tertingginya tewas. Sementara blok negara-negara Arab bergerak secara pragmatis dalam menghadapi ancaman bersama.

RelatedPosts

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

Ini bisa dianggap sinyal, dunia Islam tidak monolitik secara ideologis atau politik, realitas geopolitik saat ini memberi peluang  mendefinisikan kembali solidaritas negara Islam.

Bicara tentang kebangkitan Islam masa depan, konteks yang paling aktual adalah, bukan hanya tentang konfrontasi militer, tapi tentang bagaimana umat Muslim menyikapi tantangan mendasar, yaitu kemandirian strategis, koalisi nilai, dan kapasitas intelektual.

Konflik yang sedang berlangsung kiwari, membuka ruang untuk refleksi, bagaimana negara-negara Islam melanjutkan ikhtiar membangun solidaritas.

Permintaan Maaf Iran

Respons negara-negara Muslim terhadap konflik Iran menunjukkan kenyataan sebaliknya, saat dunia Islam terpecah dalam kepentingan geopolitik dan belum memiliki kepemimpinan kolektif yang benar-benar valid.

Serangan militer yang dilancarkan Israel dan AS terhadap Iran, sejatinya bukan fenomena baru dalam ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Reaksi negara-negara Muslim terhadap serangan tersebut menunjukkan satu kenyataan, bahwa dunia Islam tidak berada dalam satu barisan politik yang solid. Sebagian negara mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan negara.

Sementara yang lain memilih sikap lebih hati-hati dengan menekankan stabilitas kawasan. Ada pula yang lebih fokus pada kepentingan nasional masing-masing. Perbedaan sikap ini memperlihatkan sesuatu yang lebih mendasar: dunia Islam saat ini berada dalam fragmentasi geopolitik.

Baca Juga  Indonesia Intensifkan Upaya Diplomasi, Dorong Deeskalasi Ketegangan di Timur Tengah

Umat Islam bergerak dalam sistem negara-bangsa yang memiliki kepentingan nasional sendiri-sendiri. Solidaritas keagamaan tetap ada, tetapi dalam praktik politik internasional  acapkali kalah oleh kepentingan pragmatis, terutama pada sektor ekonomi dan politik luar negeri masing-masing.

Dalam konfigurasi geopolitik kontemporer, dunia Islam setidaknya memiliki beberapa pusat pengaruh.

Iran memposisikan diri sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi Barat dan Israel. Arab Saudi memiliki legitimasi religius sebagai penjaga dua kota suci Makkah dan Madinah. Turki berusaha memainkan peran sebagai kekuatan militer dan diplomasi regional yang semakin aktif.

Serangan terhadap Iran semakin memperlihatkan realitas tersebut. Ketika sebuah negara Muslim diserang kekuatan eksternal, dunia Islam tidak secara otomatis bersatu dalam sikap politik.

Setiap negara tetap mempertimbangkan kepentingan strategisnya sendiri. Dalam situasi seperti ini, paradoks geopolitik sering muncul. Konflik yang terjadi di kawasan dunia Islam justru membuka ruang bagi kekuatan eksternal untuk memperluas pengaruhnya.

Rusia berpotensi meningkatkan perannya sebagai mediator geopolitik. Cina memperoleh peluang memperluas pengaruh ekonomi dan diplomatiknya.

Pada minggu-minggu pertama pertempuran, pada awal bulan Maret lalu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah meminta maaf kepada negara-negara tetangganya di tengah meningkatnya konflik dan serangan militer melawan AS dan Israel.

Permintaan maaf Masoud Pezeshkian tersebut disampaikan dalam pidatonya yang disiarkan TV Pemerintah.

Tak hanya meminta maaf, Masoud Pezeshkian juga menegaskan tidak akan melakukan serangan ke negara lain atau negara tetangganya.

Permintaan maaf Presiden Iran mendapat respons positif, ketika Arab Saudi dan beberapa negara Teluk yang terkena serangan, menunjukkan sikap bijaksana dengan tidak membalas.

Tampaknya mereka tidak terpengaruh “himbauan” AS untuk ikut bersama menyerang Iran. Provokasi Israel dan AS terbukti gagal untuk melibatkan sebagian besar negara Arab membalas serangan Iran. 

Sikap menahan diri komunitas negara Arab bisa menjadi modal politik guna membangun solidaritas negara-negara Islam meredam niat Israel, yang bertujuan memecah belah negara Islam.

Sekadar catatan kecil, meski permintaan maaf Presiden Iran memperoleh apresiasi dan  diterima dengan baik, namun sayang  serangan balasan Iran yang ditujukan ke pangkalan-pangkalan AS, ada juga yang jatuh  ke area (fasilitas) sipil.

Baca Juga  Pentingnya Pemerataan Pembangunan, Jawa Selatan sebagai Solusi Jitu atau Masalah Baru?

Permintaan maaf pemimpin Iran, bisa dijadikan sebagai pintu masuk atau sinyal menuju solidaritas negara-negara Islam yang lebih substansial.

Sudah saatnya negara-negara Islam menanggalkan ego mazhab dan membangun solidaritas atas dasar ukhuwah Islamiyah.

Dunia Islam yang terbagi dalam kutub Syiah dan Sunni selama berabad-abad seharusnya mampu menemukan titik temu dalam hal yang lebih besar, yaitu keadilan, kemanusiaan, dan pembelaan terhadap rakyat tertindas.  

Kontribusi Indonesia

Bagi Indonesia sendiri, Iran adalah mitra strategis, utamanya dalam sektor pendidikan, sains dan teknologi. Diaspora Iran telah menjadi ilmuwan di banyak negara, kemudian pekerja kreatif Iran (utamanya para sineas) telah mengukir prestasi di tataran global.

Generasi baru Indonesia perlu banyak menimba pengalaman dari capaian Iran mutakhir seperti itu.

Di tengah ketegangan geopolitik, ada sebagian pihak yang menyebut Indonesia berpotensi sebagai moral leader dunia Islam. Secara demografis, Indonesia memang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.

Tradisi Islam moderat dan pengalaman demokrasi bisa dijadikan role model secara luas. Dalam konteks ini, kiranya Indonesia bisa memberikan kontribusi signifikan.

Serangan terhadap Iran bukan sekadar persoalan konflik regional. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa dunia Islam masih pada fase pencarian bentuk kepemimpinan kolektifnya.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis geopolitik sering menjadi titik awal lahirnya konfigurasi kekuatan baru.

Pertanyaannya bukan hanya siapa yang paling kuat secara militer, tetapi siapa yang mampu menawarkan visi masa depan bagi dunia Islam di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Salah satunya kita bisa merujuk pada forum Shangri-La Dialogue di Singapura, pertengahan tahun 2024 lalu, ketika Menhan (saat itu) Prabowo (juga selaku Presiden terpilih), menyampaikan himbauan untuk kembali membangun perdamaian dan menciptakan stabilitas global, termasuk meredakan rivalitas kekuatan-kekuatan utama dunia.

Tiga prinsip yang disampaikan Prabowo dalam forum tersebut adalah kemauan hidup berdampingan dengan damai (coexistence), kolaborasi, serta membangun kompromi.

Baca Juga  Hari Merdeka

Untuk itu Indonesia mendorong pentingnya dialog yang inklusif, menjalin kerja sama konkret, seraya terus-menerus memperkuat implementasi hukum-hukum internasional.

Menguatnya tarikan geopolitik dan berlarutnya sejumlah konflik bersenjata, sebagaimana terjadi di Timur Tengah hari ini, menjadikan situasi dunia menuju temaram. Dunia tengah menghadapi tantangan yang kian kompleks dan rumit.

Pemikiran Prabowo saat menjadi narasumber utama di Shangri-La Dialogue, menemukan relevansinya hari ini.

Prabowo memastikan, sebagai negara nonblok, Indonesia tidak akan berpihak kepada poros tertentu. Sikap saling menghormati dan menghargai, menjadi opsi untuk penyelesaian sengketa wilayah yang terjadi.

Iran sendiri punya basis pendidikan teknis dan sains yang kuat, bahwa tekanan eksternal justru bisa mempercepat desentralisasi pengetahuan ke pusat-pusat baru di Asia Tenggara, Afrika Utara, dan Asia Tengah.

Dalam skenario panjang, kebangkitan Islam masa lebih mungkin berbentuk jaringan kekuatan moral, epistemik, dan ekonomi yang bersinergi, menghubungkan umat Islam di berbagai negara melalui tujuan bersama dalam sains, dan pembangunan berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.

Kebangkitan Islam yang hadir dari transformasi internal, bukan dari kemenangan militer semata, adalah kemungkinan yang paling selaras dengan dinamika global yang sedang tumbuh.

Menengok kembali portofolio masyarakat Iran, teknologi terus mempercepat perubahan sosial, dan masyarakat Muslim memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan konstruktif global, bukan lagi sekadar  proksi ketegangan geopolitik.

Komunitas mulim global perlu berpikir secara strategis, sebagai respons  terhadap tekanan zaman, dan Indonesia sekali lagi bisa berkontribusi signifikan.

Ada baiknya tulisan ditutup dengan sebuah pesan moral, umat Islam dan pencinta perdamaian harus didorong untuk menata ulang, dalam merespons kekuatan eksternal yang berniat memecah belah komunitas Islam global.

Menjadi tugas Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Muslim Dunia, dan MUI bersama lembaga-lembaga ulama internasional, untuk mengambil peran strategis dalam membangun dialog, fokus pada persatuan dan kolaborasi positif.*

Jakarta, 3 April 2026

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: forum Shangri-La DialogueIran versus (koalisi) AS-Israelkonflik timur tengahPengamat MiliterSolidaritas Negara Islam
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

MBG Watch Dampingi Gugatan UU APBN 2026 ke MK, Program Makan Bergizi Gratis Disoal

Post Selanjutnya

Seskab Teddy: Kejutan “Anabul” Warnai Diplomasi Presiden Prabowo dengan Presiden Lee

RelatedPosts

ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026
Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM

Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

15 Maret 2026
Post Selanjutnya

Seskab Teddy: Kejutan “Anabul” Warnai Diplomasi Presiden Prabowo dengan Presiden Lee

Persib Bandung bertandang ke Padang

Persib Target Sapu Bersih Sisa Laga, Duel Kontra Semen Padang Jadi Awal Penentuan

Discussion about this post

KabarTerbaru

Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, Menlu: Indonesia dan Prancis Sepakat Bawa Isu ke DK PBB

5 April 2026

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian UNIFIL Lebanon

5 April 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat kunjungan kerja kawasan Kemukus, Jakarta Pusat (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Pemerintah Gandeng Swasta: 1.000 Unit Rusun Subsidi Siap Dibangun

5 April 2026

Pemerintah Batasi Program MBG Hanya di Hari Sekolah Demi Efektivitas

5 April 2026
Persib Bandung bertandang ke Padang

Persib Target Sapu Bersih Sisa Laga, Duel Kontra Semen Padang Jadi Awal Penentuan

5 April 2026

Seskab Teddy: Kejutan “Anabul” Warnai Diplomasi Presiden Prabowo dengan Presiden Lee

4 April 2026
Ilustrasi

Membangun Solidaritas Negara Islam

3 April 2026
dok MKRI

MBG Watch Dampingi Gugatan UU APBN 2026 ke MK, Program Makan Bergizi Gratis Disoal

3 April 2026
dok Seskab

Prabowo Perintahkan Evakuasi Cepat Usai Gempa M 7,6 Guncang Bitung hingga Ternate

2 April 2026

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian UNIFIL Lebanon

5 April 2026

Kabar Terpopuler

  • BNN Buru Jaringan Narkoba Internasional “Mami”, Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggeledahan Sesuai Aturan, KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Ono Surono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Khawatir Dampak Eksplorasi Panas Bumi Papandayan Garut Ganggu Ekosistem dan Pertanian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkait Suap Proyek Ijon Bekasi, KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com