Jakarta, Kabariku – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah belum membahas secara rinci wacana pemotongan gaji Menteri maupun anggota DPR, di tengah mencuatnya isu perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih.
Mensesneg menyampaikan, hingga saat ini belum ada pembahasan khusus di internal kabinet terkait usulan pemangkasan gaji tersebut.
“Belum. Belum sampai dibahas detail,” ujar Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum memiliki rencana untuk melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
“Belum ada, belum,” tegasnya.
Meski demikian, Pras menekankan bahwa evaluasi terhadap kinerja para menteri tetap dilakukan secara berkala.
Evaluasi tersebut, kata dia, merupakan bagian dari mekanisme rutin untuk memastikan seluruh jajaran kabinet menjalankan tugas sesuai arahan Presiden.
“Kalau pertanyaannya apakah ada evaluasi terhadap kinerja kabinet, tentu itu setiap saat, setiap hari, setiap waktu terjadi evaluasi,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa evaluasi tidak serta-merta berujung pada reshuffle.
“Bukan berarti setiap evaluasi itu akan selalu kemudian diikuti reshuffle,” tambahnya.
Sebelumnya, isu reshuffle Kabinet Merah Putih menguat dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat memberikan pernyataan singkat.
“Tunggu saja,” kata Teddy pada Selasa (7/4/2026).
Saat ditanya kemungkinan reshuffle dilakukan dalam waktu dekat, ia hanya menyebut bahwa Presiden akan menyampaikan langsung kepada publik.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai isu reshuffle tidak muncul secara tiba-tiba. Ia mengaitkannya dengan tekanan global, khususnya di sektor energi, yang turut memengaruhi dinamika pemerintahan.
Diketahui, Presiden Prabowo secara aktif melakukan evaluasi terhadap kinerja para Menteri, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan krisis energi global. Terakhir, Presiden melakukan reshuffle pada 5 Februari 2026 dengan melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post