Jakarta, Kabariku – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkap perkembangan terbaru kondisi Wakil Koordinator Bidang Eksternal, Andrie Yunus (27), yang masih menjalani perawatan intensif usai menjadi korban penyiraman air keras.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menyampaikan Andrie telah menjalani operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo.
“Pada Rabu, 25 Maret pukul 10.00 WIB, Andrie Yunus telah menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di kamar operasi Kencana selama lebih dari empat jam,” ujar Jane, Kamis (26/3/2026).
Menurut Jane, berdasarkan laporan medis, tim dokter melakukan pemindahan jaringan dari bagian dalam mata untuk menutup area terbuka.
Selain itu, dilakukan penempelan membran amnion serta pemasangan kembali lensa pelindung mata guna memperbaiki permukaan bola mata dan mempercepat penyembuhan.
Ia juga mengungkapkan adanya penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan Andrie akibat proses inflamasi yang masih berlangsung.
Untuk mengatasi hal tersebut, dokter melakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara kelopak mata kanan.
“Guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan,” kata Jane.
Dari sisi bedah plastik, lanjut dia, tim medis melakukan pembuangan jaringan mati lanjutan (debridement) serta cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak Andrie untuk mempercepat penyembuhan luka bakar.
Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang high care unit dan belum dapat dijenguk.
“Tim medis multidisiplin masih melakukan perawatan secara komprehensif dan berkesinambungan,” ujarnya.
RSCM: Ditemukan Iskemia pada Mata Kanan
Sementara itu, pihak RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo mengungkapkan temuan medis terbaru terkait kondisi mata kanan Andrie.
Melalui keterangan tertulis yang disampaikan Humas RSCM, Sylvia, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah pada sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan yang menyebabkan penipisan jaringan.
“Tim medis menemukan adanya kondisi iskemia kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya,” ujar Sylvia.
Berdasarkan evaluasi tersebut, tim dokter memutuskan melakukan tindakan lanjutan untuk menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan. Dalam operasi yang sama, dokter melakukan pemindahan jaringan, penempelan membran amnion, serta pemasangan ulang lensa pelindung mata.
Selama tindakan berlangsung, juga ditemukan penipisan jaringan kornea yang terus berkembang akibat inflamasi. Untuk mengatasinya, dilakukan tambahan membran amnion serta penjahitan sementara kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata.
Dari sisi bedah plastik, dilakukan debridement lanjutan serta cangkok kulit pada beberapa bagian tubuh, termasuk area mata, dada, dan pundak.
RSCM menyatakan fokus utama penanganan saat ini adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut. Evaluasi lanjutan dijadwalkan pada 28 Maret 2026.
“Kondisi pasien secara umum masih dalam pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin, dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan,” kata Sylvia.
Desakan Sidang di Peradilan Umum
Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Pelaku diketahui merupakan anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.
Proses hukum saat ini tengah berjalan di internal TNI dan Polda Metro Jaya. Namun, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) bersama sejumlah pihak mendesak agar kasus tersebut ditangani di peradilan umum guna mencegah impunitas.
Selain itu, desakan juga muncul agar pelaku dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan berencana, bukan sekadar penganiayaan berat.
Sebelumnya, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat cairan korosif yang mengenai wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan, serta menyebabkan gangguan penglihatan pada mata kanan.
Ia sempat dilarikan ke instalasi gawat darurat RSCM pada 13 Maret 2026 dini hari dan sejak itu menjalani perawatan intensif.*
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post