• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, April 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Kontribusi Alumni SMA Taruna Nusantara

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
20 Februari 2026
di Opini
A A
0
Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada hari ini, Selasa tgl. 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono, MBA. memberi arahan dan penjelasan mengenai keberadaan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kepada seluruh Orangtua Calon Siswa Kelas X yang diundang hadir pada Selasa 9 Juli 2024 di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Aris Santoso
Pengamat Militer

Jakarta, Kabariku – Di masa kolonial Belanda, ada keterbatasan bagi pribumi dalam akses pendidikan. Memang ada sekolah-sekolah formal, seperti HIS, MULO, AMS, HBS, dan seterusnya, namun bagi golongan pribumi,  umumnya yang bisa diterima adalah anak-anak dari keluarga elite.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sebagai ikhtiar turut mencerdaskan bangsa dan memperluas akses pendidikan, beberapa tokoh nasional dan organisasi keagamaan, mengambil inisiatif mendirikan sekolah (swasta), sebagai bentuk pelawanan “halus” atau kultural terhadap sistem pendidikan kolonial. Sekolah dimaksud antara lain adalah  Taman Siswa, INS Kayu Tanam (Sumbar), dan sekolah di bawah  organisasi keagamaan Muhammadiyah.

RelatedPosts

Membangun Solidaritas Negara Islam

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Sekolah-sekolah yang disebut di atas, masih aktif sampai sekarang. Satu penanda penting sekolah-sekolah tersebut,  adanya pendidikan karakter dan menanam benih semangat kebangsaan bagi para siswanya.

Seperti Taman Siswa misalnya, selain masih aktif, nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan yang diajarkan Taman Siswa, kemudian diadopsi oleh SMA Taruna Nusantara. Benar, memang ada hubungan historis antara Taman Siswa dan SMA Taruna Nusantara di Magelang.

Ide pembentukan SMA Taruna Nusantara, dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan (saat itu), Jenderal TNI LB Moerdani pada tanggal 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta.

Jenderal TNI LB Moerdani mempunyai visi untuk membangun sekolah yang mendidik manusia-manusia terbaik dari seluruh Indonesia dan menghasilkan lulusan yang memiliki spirit patriotisme.

Untuk merealisasikan ide ini, maka dibuatlah nota kesepahaman antara TNI dan Taman Siswa. Perguruan Taman Siswa dipilih karena merupakan organisasi kependidikan pertama di Indonesia.

Sejumlah alumni SMA Taruna Nusantara sudah tersebar dan berkontribusi di sejumlah lembaga negara. Satu capaian penting pada era Presiden Prabowo saat ini, setidaknya ada empat orang  lulusan SMA Taruna Nusantara yang menjadi anggota kabinet, yaitu AHY (Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), Prasetiyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara), Letkol Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet), dan Sugiono (Menteri Luar Negeri). 

Sugiono sebagai Penjuru

Di era Prabowo sekarang, promosi seseorang berdasar latar belakang pendidikan dan kompetensi, termasuk mereka yang berlatar belakang lulusan SMA Taruna Nusantara (SMA TN), salah satu figur yang menonjol adalah  Sugiono. Perjalanan karier Sugiono menarik untuk diamati, berangkat dari keluarga sederhana, namun memiliki kecerdasan, sehingga berprestasi baik saat di SMA TN.

Baca Juga  Pegawai KBRI Peru Tewas Ditembak, Menlu Sugiono Pastikan Kasus Diusut Tuntas

Pada sebuah kesempatan, Prabowo pernah menyebut anak didiknya yang merupakan lulusan SMA TN, seperti Sugiono, sebagai Jedi Knights. Istilah tersebut muncul, mengingat Prabowo menyenangi film Star Wars.

Prabowo terkesan oleh salah satu karakter dalam film karya George Lucas tersebut, yaitu Luke Skywalker, salah satu ksatria Jedi, murid Master Yoda, yang gigih melawan kekuasaan Emperor.

Prabowo yang memiliki kecenderungan kuat mempromosikan alumni dari SMA Taruna Nusantara, adalah tipikal Prabowo sejak aktif di pasukan dulu. Cara Prabowo dengan memberikan ruang luas pada lulusan SMA Taruna Nusantara, merupakan catatan tersendiri, bagaimana promosi bisa “dipercepat”, artinya tidak harus melihat berdasarkan perguruan tinggi.

Adalah hal yang biasa, promosi jabatan  bila yang bersangkutan lulusan universitas terkenal, seperti ITB, UGM atau UI. Kini Prabowo menempuh peta jalan sendiri, dengan memberi ruang luas pada alumni SMA TN.

Kita bisa membandingkan di lingkaran yang lain, ketika Prabowo terkesan memiliki perhatian khusus terhadap Akmil 1993, utamanya yang kemudian bergabung di Korps Baret Merah, seperti Letjen TNI M Fadjar (sekarang Pangkostrad) dan Letjen TNI Bambang Trisnohadi (lulusan terbaik Akmil 1993, Pangkogabwilhan 3).

Ini bisa dihubungkan dengan masa lalu Prabowo, saat baru bertugas kembali di Kopassus menjadi Komandan Grup 3, yang saat membidangi pendidikan dan latihan pasukan khusus.

Setelah sekitar sembilan tahun bertugas di Kostrad (selaku Danyon 328 dan Kasbrig 17, periode 1984-1993), Prabowo kembali ke Kopassus untuk memimpin satuan pendidikan.

Prabowo yang langsung menyeleksi perwira-perwira muda dari Akmil 1993, untuk mengikuti Pendidikan Komando angkatan 65 dan 66. Wajar bila kemudian ada kedekatan khusus antara Prabowo dan lulusan Akmil 1993.

Bambang Trisnohadi dan Fadjar, selain sekelas di Akmil 1993 serta sama-sama dari Kopassus, juga pernah secara bersama masuk eselon satu Kemenhan, langsung di bawah Prabowo (saat masih Menhan). Bambang Trisnohadi  sebagai Dirjen Strategi Pertahaan dan M Fadjar sebagai Dirjen Potensi Pertahanan, jadi memang sudah ada kedekatan khusus antara Prabowo dengan Bambang dan Fajar.

Baca Juga  Jejak Presiden Prabowo dan Jenderal LB Moerdani di Sekolah Kader Taruna Nusantara

Satu lagi nama dari Akmil 1993 yang juga  dekat dengan Prabowo, adalah Letjen Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte, kini dalam posisi sebagai Irjen Kemenhan.

Rui Duarte kurang lebih juga seperti Sugiono, sesuai metafora Jedi Knights di atas, yang sudah dibimbing Prabowo sejak belia. Seperti halnya Sugiono, Rui Duarte sudah dalam asuhan Prabowo sejak remaja, sejak Rui belum masuk sebagai taruna Akmil. Peran Prabowo sangat signifikan dalam menyiapkan calon kepemimpinan nasional menjelang Indonesia Emas 2045.

Sugiono menjadi Menlu dalam usia relatif muda, dibanding Menlu sebelumnya seperti Adam Malik, Ali Alatas, Mochtar Kusuma Atmaja, dan seterusnya. Artinya jalan pengabdian Sugiono masih panjang, Sugiono bisa menjadi penjuru bagi diplomat-diplomat muda.

Bagi anak Indonesia, menjadi diplomat adalah posisi impian, yang tidak mudah untuk mencapainya, karena diplomat adalah jabatan bergengsi. Setiap tahun ajaran baru, program studi Hubungan Internasional (HI) selalu dibanjiri murid SMA yang baru lulus. Persaingan merebut kursi di program studi HI sangat ketat. 

Pelopor Perdamaian

Tugas besar Sugiono saat ini adalah (juga) menjadi penjuru partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian). Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan, keterlibatan dalam Dewan Perdamaian ditujukan untuk memberi solusi perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina.

Masih menurut Menlu Sugino, bahwa Presiden Prabowo memutuskan untuk berpartisipasi, agar bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya, dan Palestina secara umum, termasuk upaya rekonstruksi. 

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dapat dipahami sebagai upaya strategis untuk memastikan Indonesia tetap memiliki peran dan saluran diplomasi dalam memperjuangkan kepentingan Palestina di tingkat global.

Dengan menjadi bagian dari forum tersebut, Indonesia berpeluang menyuarakan kepentingan rakyat Palestina bersama negara-negara lain yang juga tergabung, seperti Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, serta sejumlah negara mayoritas Muslim.

Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian, merupakan wujud komitmen konstitusional bangsa Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia serta memperkuat stabilitas internasional melalui jalur diplomasi. Kehadiran Indonesia di Board of Peace  harus dipahami sebagai bagian dari peran untuk menjaga perdamaian.

Merujuk laman kantor presiden, bagi Indonesia, partisipasi dalam badan ini memiliki makna strategis. Keikutsertaan ini dimaksudkan untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-State solution), dan tidak berkembang menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

Baca Juga  Indonesia-Pakistan Perkuat Kemitraan: Tujuh MoU dan Perjanjian Kerja Sama Resmi Disepakati

Partisipasi Indonesia dalam forum perdamaian internasional, seperti BOP,  juga sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan kewajiban Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menjadi tantangan para negara mediator, salah satunya adalah Indonesia, yang harus dapat meyakinkan para pihak bahwa menciptakan perdamaian bukan berarti sebuah kekalahan, melainkan lebih mendahulukan keadilan di atas kekerasan, mengutamakan persaudaraan di atas permusuhan.

Sesuai bunyi sila kelima dalam Pancasila, bahwa prinsip kemanusiaan di atas segalanya. Berdasarkan fakta di Gaza, dalam setiap konflik, warga sipil dan rentan, selalu yang paling terkena dampaknya.

Indonesia memiliki jejak panjang sebagai mediator perdamaian dan dekolonisasi, bermuka sejak menjadi inisiator Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955), yang menghasilkan Dasasila Bandung. Dalam waktu yang hampir bersamaan dikirim juga pasukan perdamaian Kontingen Garuda I di bawah payung PBB, ke Gurun Sinai.

Dalam kasus Palestina, Indonesia berada di garis depan dalam membela keadilan dan kemanusiaan bagi bangsa Palestina. Indonesia juga berada di depan menggalang bantuan kemanusiaan dan mengupayakan lebih banyak negara agar dapat mengakui Palestina. Pemberian dukungan terhadap Negara Palestina, adalah salah satu wujud nyata dukungan terhadap solusi dua negara, sekaligus dukungan terhadap perdamaian.

Indonesia beruntung karena kebijakan politik luar negeri (polugri) bebas aktif, dan tidak terafiliasi dengan kekuatan besar mana pun. Mandat Konstitusi juga jelas, bahwa Indonesia harus aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia memiliki ruang yang memadai dan argumentasi kuat untuk memainkan peran dalam upaya penyelesaian konflik. Upaya ini tidak hanya terbatas pada mediasi, tetapi juga peace building.

Keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace justru memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Melalui diplomasi pertahanan dan diplomasi internasional, Indonesia dinilai mampu menjadi jembatan dialog di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan penuh tantangan. Dan kompetensi Sugiono sudah sangat siap.***

Jakarta, 20 Februari 2026

Baca juga :

Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: alumni SMA TNMenlu Sugionoperjalanan karier Sugionosma taruna nusantara
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

GT World Challenge Asia 2026 Resmi Digelar di Mandalika, Berikut Jadwal Lengkapnya

Post Selanjutnya

Rapat Perdana Board of Peace, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Gaza

RelatedPosts

Ilustrasi

Membangun Solidaritas Negara Islam

3 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026
Post Selanjutnya
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina. Bersama negara-negara Muslim lainnya,(Foto:Biro Presiden)

Rapat Perdana Board of Peace, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Gaza

Foto ilustrasi (Istimewa)

Global Fraud Index 2025: Indonesia Negara Paling Gampang Ditipu Kedua Dunia

Discussion about this post

KabarTerbaru

Gedung Merah Putih KPK

KPK Buka Opsi Panggil Ono Surono, Dalami Barang Bukti dan Aliran Dana Ijon Proyek Bekasi

7 April 2026

Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Kejati, Dorong Penegakan Hukum Profesional dan Berkeadilan

7 April 2026

Presiden Prabowo Dorong Optimalisasi Peran Kampus Dalam Tata Kota dan Solusi Hunian

7 April 2026
Ilustrasi pesawat/pixabay

Pemerintah Siapkan Subsidi Triliunan untuk Tahan Kenaikan Tiket Pesawat

7 April 2026
Pembayaran STNK di Samsat Garut/Diskominfo

Jabar Permudah Pajak Kendaraan, Kini Perpanjang STNK Tak Perlu KTP Pemilik Lama

7 April 2026

KAPAK Dorong KPK Cermati Impor 105 Ribu Pikap Agrinas, Cegah Potensi Kerugian Negara

6 April 2026
Lola Nelria Oktavia Hadiri Halal Bihalal Sami Rukun, Soroti Kerukunan di Garut

Dihadiri Lola Nelria Oktavia, Paguyuban Sami Rukun Gelar Halal Bihalal, Perkuat Nilai Gotong Royong

6 April 2026

Bung Fei: Isu Anggaran Desa Jabar 2026 Harus Dibahas Komprehensif, Bukan Polemik

6 April 2026

Mesjid Di Gang Kecil Garut Kota Ini Diresmikan Anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia

6 April 2026
Ilustrasi pesawat/pixabay

Pemerintah Siapkan Subsidi Triliunan untuk Tahan Kenaikan Tiket Pesawat

7 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggeledahan Sesuai Aturan, KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Ono Surono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkait Suap Proyek Ijon Bekasi, KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adu Perspektif Dana Desa di APBD Jabar 2026, Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Rudy Gunawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Hadirkan Eks Menhub Budi Karya di Sidang Korupsi Jalur Kereta Api Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com