• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Januari 25, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Daerah

Fatayat NU Garut Rayakan Puncak 16 HAKTP 2025, Suarakan Penghapusan Kekerasan Perempuan dan Anak

El Badhi oleh El Badhi
10 Desember 2025
di Kabar Daerah
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Garut, Kabariku – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut menyelenggarakan Peringatan Hari Puncak 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) Tahun 2025 pada Rabu, 10 Desember 2025, di Lapang Alun-alun Garut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Fatayat NU Garut sebagai bentuk kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penghapusan kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Garut, Dr. Hj. Ernawati, menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang dimulai sejak 25 November. Menurutnya, angka kekerasan di Kabupaten Garut masih tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kegiatan ini merupakan peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang diselenggarakan oleh PC Fatayat NU Kabupaten Garut, dengan LKP3A sebagai ketua pelaksana bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Garut. Kami berharap, karena angka kekerasan di Kabupaten Garut cukup tinggi, terutama kepada perempuan dan anak, maka melalui kegiatan seperti ini semua lapisan masyarakat menjadi aware untuk mencegah terjadinya kekerasan,” ujar Ernawati.

RelatedPosts

Tak Masuk DTSEN, Lansia Tunanetra di Garut Luput dari Bansos, Yuda Puja Turnawan Turun Tangan

Potong Tumpeng HUT Megawati di Tengah Warga Terdampak Longsor, Masyarakat Doakan Kesehatan Kesehatan Ibu Ketum

PKP dan Pemprov Jabar Bahas Pertambangan hingga Perumahan, SE Perizinan Baru Terbit Februari 2026

Ia menjelaskan bahwa Fatayat NU Garut sudah menggelar berbagai kegiatan sejak dimulainya rangkaian 16 HAKTP. Di antaranya kampanye komunitas di Desa Godog dan Desa Banyuresmi, lokakarya untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta lokakarya bagi penyedia layanan pendamping korban kekerasan. Pada puncak kegiatan, Fatayat NU menggelar kampanye publik berupa long march, orasi, dan doa bersama.

Baca Juga  Reses Wakil Ketua DPRD Garut, Pelaku Usaha Papandayan Dorong Pembangunan Terminal Wisata

“Kami berharap angka kekerasan di Kabupaten Garut menurun, dan seluruh lapisan masyarakat mulai dari pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat luas bisa bekerja sama untuk menciptakan keamanan bagi perempuan dan anak,” tambahnya.

Ketua LKP3A Fatayat NU Garut sekaligus ketua penyelenggara, Risnawati, M.AP, menjelaskan bahwa kegiatan puncak 16 HAKTP ini merupakan bagian dari program kemitraan Fatayat NU Garut dengan Yayasan Pulih yang didukung oleh UNFPA. Program tersebut sudah berjalan sejak 2023 dan menjadi upaya komprehensif dalam menekan kekerasan berbasis gender di Kabupaten Garut.

“Tujuan kegiatan ini adalah puncak dari rangkaian program kami bersama Yayasan Pulih yang disupport oleh UNFPA untuk mengentaskan kekerasan berbasis gender. Sejak 2023 kami melakukan banyak kegiatan, mulai dari pelatihan, lokakarya, hingga diskusi komunitas selama tiga bulan di dua desa intervensi yaitu Desa Godog dan Desa Banyuresmi,” ujar Risnawati.

Ia menjelaskan bahwa peserta pada kegiatan puncak berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat desa intervensi, fasilitator komunitas, serta organisasi mitra seperti PKBI, KPI, IPNU-IPPNU, KOPRI, dan lembaga lainnya. Risnawati berharap bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menurun, melainkan harus dihapuskan sepenuhnya.

“Sebenarnya bukan hanya menurun, tetapi harus diselesaikan. Tidak boleh lagi ada kekerasan, karena itu melanggar hak asasi manusia, terlebih kepada perempuan dan anak yang sangat rentan,” tegasnya.

Sekretaris Fatayat NU Garut, Rimah Karimatul Hayah, M.Pd.Gr, menambahkan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan tidak hanya menjadi perhatian di Kabupaten Garut tetapi juga di berbagai daerah lainnya. Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap perempuan dalam kehidupan sosial.

“Harapan kami, kekerasan terhadap perempuan yang masih sering terjadi bisa berhenti. Perempuan berhak dihargai, dihormati, diterima, dibanggakan, dan tidak dijadikan objek kekerasan dalam bentuk apa pun. Perempuan memiliki peran penting sebagai penerus generasi dan pendidik masyarakat. Kami berharap perempuan di Garut mendapatkan perlakuan yang layak,” kata Rimah.

Baca Juga  Aksi Kemanusiaan Warga Bukit Petro Sawangan Village, Galang Bantuan bagi Korban Banjir Aceh-Sumatera

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Fatayat NU Garut, Dr. Hendarsita, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Fatayat NU Garut sesuai visi-misi organisasi dalam bidang hukum, politik, advokasi, dan perlindungan perempuan serta anak.

“Kampanye ini bukan hanya diperingati hari ini saja, tetapi merupakan rangkaian yang sudah berjalan selama dua tahun. Kami bekerja sama dengan Yayasan Pulih dan UNFPA dan melakukan intervensi di dua desa. Selain masyarakat, kami juga melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga layanan seperti kepolisian dan dinas-dinas terkait,” kata Hendarsita.

Ia menyampaikan bahwa intervensi tersebut mencakup pembentukan fasilitator, edukasi masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam penanganan kekerasan.

Melalui kegiatan puncak 16 HAKTP ini, Fatayat NU Kabupaten Garut berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga ke depan tercipta lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi seluruh warga.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Tantangan Pemulihan Listrik Aceh: PLN Minta Maaf dan Kerahkan Upaya Ekstra

Post Selanjutnya

Puncak 16 HAKTP 2025, DPPKBPPA Garut: Ajang Kampanye Bersama Melawan Kekerasan

RelatedPosts

Tak Masuk DTSEN, Lansia Tunanetra di Garut Luput dari Bansos, Yuda Puja Turnawan Turun Tangan

24 Januari 2026
Potong Tumpeng HUT Megawati Soeharto Putri

Potong Tumpeng HUT Megawati di Tengah Warga Terdampak Longsor, Masyarakat Doakan Kesehatan Kesehatan Ibu Ketum

24 Januari 2026
dok Kemnterian PKP

PKP dan Pemprov Jabar Bahas Pertambangan hingga Perumahan, SE Perizinan Baru Terbit Februari 2026

23 Januari 2026
Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., Wali Kota Lhokseumawe dan alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila angkatan 1999, mendapat dukungan luas untuk maju sebagai Ketua Ikatan Alumni FHUP periode 2026–2031.

Rekam Jejak Advokat hingga Wali Kota, Sayuti Abubakar Masuk Radar Ketua Alumni FHUP

22 Januari 2026

Reses di Desa Cipicung, Yudha Puja Turnawan Tegaskan Demokrasi Harus Dirasakan Warga

22 Januari 2026

Subhan Fahmi Tekankan Perencanaan Pembangunan Garut Harus Partisipatif

22 Januari 2026
Post Selanjutnya

Puncak 16 HAKTP 2025, DPPKBPPA Garut: Ajang Kampanye Bersama Melawan Kekerasan

Prosesi Pertuaran dan Kesepakatan Kerjasama Indonesia-Pakistan di kediaman resmi PM Pakistan Shehbaz Sharif, Islamabad, Selasa (9/12/2025), dan disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta PM Shehbaz

Indonesia-Pakistan Perkuat Kemitraan: Tujuh MoU dan Perjanjian Kerja Sama Resmi Disepakati

Discussion about this post

KabarTerbaru

Tak Masuk DTSEN, Lansia Tunanetra di Garut Luput dari Bansos, Yuda Puja Turnawan Turun Tangan

24 Januari 2026

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

24 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 22 Pelanggar Pemanfaatan Kawasan Hutan dan 6 Perusahaan Tambang

24 Januari 2026
Menlu Sugiono memberikan keterangan usai Presiden Prabowo menghadiri WEF di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/01/2026)

Usai WEF Davos, Indonesia Resmi Gabung Board of Peace untuk Perdamaian Palestina

24 Januari 2026
Potong Tumpeng HUT Megawati Soeharto Putri

Potong Tumpeng HUT Megawati di Tengah Warga Terdampak Longsor, Masyarakat Doakan Kesehatan Kesehatan Ibu Ketum

24 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan soal kasus dana CSR BI. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi CSR BI Terus Berjalan, Penahanan Tersangka Tunggu Waktu

23 Januari 2026
Warga Purnawirawan TNI AL mendatangi Gedung DPR RI meminta kepastian hukum tanah hunian di Pangkalan Jati, Depok, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Warga Purnawirawan TNI AL Pangkalan Jati Adukan Ketidakpastian Status Tanah ke DPR

23 Januari 2026
Eks Menpora Dito Ariotedjo usai menjalani pemeriksaan KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Usai Diperiksa KPK, Dito Ariotedjo Tegaskan Tak Ada Pembahasan Kuota Haji saat Lawatan ke Arab Saudi

23 Januari 2026
Mantan Menpora Dito Ariotedjo, memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan soal kuota haji. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo Soal Dugaan Korupsi Kuota Haji

23 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Asosiasi Industri Plastik Hilir menggelar konferensi pers terkait kebijakan BMAD dan BMTP (Foto: Istimewa)

    Asosiasi Industri Plastik Hilir Soroti Dampak Kebijakan BMAD dan BMTP pada Industri Plastik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momen Bermakna di Istana, Presiden Prabowo Terima Buku “Jejak Bahasa di Dunia Maya” Karya Dosen UMJ

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unggahan Sandy Harun Mengguncang Publik: Tommy Soeharto Dikabarkan Menikah dengan Artis Ida Iasha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Advokat hingga Wali Kota, Sayuti Abubakar Masuk Radar Ketua Alumni FHUP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Immanuel Ebenezer Didakwa Pemerasan Rp6,52 Miliar: Sebuah “Tradisi” Pungutan di Kemnaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Benarkan Bupati Pati Sudewo Kena OTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com