• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Maret 27, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

Kasus Keracunan “Alarm” Serius: Kepala Staf Kepresidenan Respon Persoalan Program MBG

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
24 September 2025
di Kabar Peristiwa
A A
0
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Jakarta

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Jakarta (dok KSP)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan pentingnya langkah cepat, tegas, dan terukur untuk mencegah terulangnya kasus keracunan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden yang terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebutnya sebagai alarm serius yang menuntut pengelolaan program secara disiplin dan berbasis standar.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Masalah yang sama dicatat oleh tiga lembaga. Bahkan oleh BGN sendiri, angkanya secara statistik sinkron, sama-sama di sekitar 5.000 kasus. Perbedaan angka antar lembaga jangan dibaca sebagai kontradiksi, justru menunjukkan konsistensi bahwa masalah tersebut nyata dan butuh penanganan segera,” ujar Qodari, dikutip Rabu (24/9/2025).

RelatedPosts

Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais TNI Diserahkan

Kapolres Garut Pimpin Rekayasa Lalu Lintas, One Way Efektif Urai Kepadatan Pemudik

Sadis, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras. Teriak Kepanasan dan Mata Dioperasi

Menurut Qodari, keracunan umumnya dipicu oleh rendahnya higienitas makanan, suhu penyimpanan yang tidak sesuai standar, kesalahan pengolahan, kontaminasi silang oleh petugas, hingga reaksi alergi penerima manfaat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah merespons cepat persoalan ini.

“Pemerintah tidak tone deaf, tidak buta dan tuli. Bahkan Pak Mensesneg pada Jumat lalu sudah menyampaikan permintaan maaf dan komitmen evaluasi,” ujarnya.

Kesenjangan Standar Keamanan Pangan Masih Lebar

Qodari mengungkapkan, data Kementerian Kesehatan menunjukkan masih minimnya penerapan standar keamanan pangan di SPPG. Dari total 1.379 SPPG, hanya 413 yang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Pangan, dan lebih sedikit lagi, hanya 312 yang benar-benar menjalankannya.

“Dari sini sudah kelihatan, kalau mau mengatasi masalah ini maka SOP-nya harus ada dan dijalankan,” tegasnya.

Selain SOP, pemerintah juga mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dari Kemenkes sebagai bukti pemenuhan standar mutu makanan. Namun hingga 22 September 2025, dari total 8.583 SPPG, baru 34 yang mengantongi SLHS, sementara 8.549 lainnya belum.

Baca Juga  Program MBG Dipersoalkan, Masyarakat Sipil Ajukan Uji Materi UU APBN 2026 ke MK

“Ini menegaskan bahwa solusi tidak bisa ditunda. Setiap SPPG wajib memiliki SOP dan SLHS sebagai prasyarat operasional,” kata Qodari.

Regulasi Ada, Tantangan Ada di Pengawasan

Hasil koordinasi KSP dengan Kementerian terkait mengonfirmasi bahwa regulasi terkait keamanan pangan sudah diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan dukungan BPOM.

Tantangan terbesarnya kini adalah memastikan aturan tersebut benar-benar diaktifkan dan dipatuhi di lapangan.

“Dari sisi regulasi dan aturan sudah diterbitkan oleh BGN dan dibantu BPOM. PR-nya adalah sisi aktivasi dan pengawasan kepatuhan,” ujarnya.

Qodari juga menyoroti data BPOM yang menunjukkan bahwa 9 dari 10 SPPG yang melaporkan kasus keracunan pada Agustus-September 2025 merupakan SPPG baru yang beroperasi kurang dari satu bulan.

“Memang ini sisi-sisi rentannya. Kalau pesawat itu paling riskan saat baru take off. Di MBG ini ada masa yang saya sebut critical one month, masa tiga puluh hari pertama yang sangat rawan,” jelasnya.

Skema Terbuka: Cegah Pungli dan Percepat Target

Selain aspek teknis, Qodari juga menyoroti pentingnya strategi baru untuk mengejar target pendirian 30.000 SPPG dan mencegah praktik pungutan liar (pungli) yang kerap muncul dari yayasan kepada investor.

“Dari target 83 juta penerima dan 30.000 SPPG, langsung saja titik-titik itu dibuka kepada publik. Siapa yang mau membantu proses pendirian SPPG bisa daftar online. Kalau tidak bisa memenuhi syarat dalam batas waktu, maka diganti dengan pendaftar berikutnya,” ujarnya.

Menurut Qodari, skema terbuka akan mempercepat pencapaian target sekaligus menutup ruang pungli.

Ia mengingatkan bahwa praktik pungli berpotensi menurunkan kualitas bahan pangan.

“Kalau ada pungli, maka alokasi Rp10.000 per anak bisa berkurang. Ujungnya kualitas bahan menurun dan berisiko menimbulkan keracunan. Padahal ini bukan semata angka uang, melainkan menyangkut kesuksesan program MBG,” tegasnya.

Baca Juga  Peresmian Polres dan Pelantikan Kapolres Pangandaran, Irjen Suntana: 'Kita Kuat Karena Kita Bersama, Seperti Avengers'

Sebagai langkah konkret, Qodari mendorong pelibatan dinas kesehatan dan puskesmas dalam pengawasan SPPG. Saat ini ada sekitar 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan berkala.

“Mereka bisa dilibatkan minimal sebulan sekali. Kalau bulan pertama yang kritikal itu, bahkan bisa seminggu sekali,” jelasnya.

Qodari menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat Presiden untuk menjaga gizi anak bangsa.

“Sekali lagi, pemerintah tidak tutup mata, tidak buta dan tuli. Program MBG adalah amanat Presiden untuk menjaga gizi anak bangsa, dan kita semua berkewajiban memastikan terlaksana dengan selamat dan bermartabat,” pungkasnya.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Kantor Staf KepresidenanKepala Staf Kepresidenan Muhammad QodariKeracunan MBGProgram MBG
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Menhub : Tekankan Pentingnya Transportasi Tak Hanya Pembangunan Infrastruktur, Namun sebagai Instrumen Keadilan Sosial

Post Selanjutnya

Presiden Trump Puji Pidato Presiden Prabowo di PBB: “You Did a Great Job”

RelatedPosts

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI  Aulia Dwi Nasrullah kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais TNI Diserahkan

26 Maret 2026
One Way Situasional Mampu Lancarkan Arus Mudik di Garut

Kapolres Garut Pimpin Rekayasa Lalu Lintas, One Way Efektif Urai Kepadatan Pemudik

23 Maret 2026
YLBHI dan sejumlah koalisi masyarakat sipil menggelar konferensi pers soal penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Sadis, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras. Teriak Kepanasan dan Mata Dioperasi

13 Maret 2026
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (baju gelap) dalam sebuah aksi di Hotel Fairmont

KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

13 Maret 2026
Israel Serang Iran, Ledakan Bikin Warga Berlarian (via REUTERS/WANA)

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemprov Jabar Buka Hotline Darurat untuk Warganya

4 Maret 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia/esdm

Pertalite Tetap Aman, Pemerintah Belum Rencanakan Kenaikan BBM Subsidi

4 Maret 2026
Post Selanjutnya
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Selasa, 23 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Trump Puji Pidato Presiden Prabowo di PBB: “You Did a Great Job”

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Selasa, 23 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Hadiri Pertemuan Multilateral Timur Tengah, Presiden Trump Tegaskan Komitmen Akhiri Perang Gaza

Discussion about this post

KabarTerbaru

Polda Metro Jaya saat menggelar konferensi pers update kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus

KontraS Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Operasi 4 Jam, RSCM Temukan Iskemia

26 Maret 2026
Baznas RI Pastikan Pelayanan Pemudik Optimal Lewat Kunjungan ke Limbangan

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Tinjau Posko Mudik di Limbangan Garut, Pastikan Layanan Optimal bagi Pemudik

26 Maret 2026

KPK Ingatkan 96 Ribu Wajib Lapor Segera Setor LHKPN Sebelum 31 Maret 2026

26 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Rakor Lintas K/L: Seskab Teddy dan Menteri Bahas Stimulus Ekonomi dan Kebijakan Energi

26 Maret 2026

TAUD: Ganti Kepala BAIS Bukan Solusi, Bongkar Rantai Komando Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026
Interaksi antara pengunjung dan satwa di Taman Satwa Cikembulan

Taman Satwa Cikembulan Dipadati Pengunjung, Pertunjukan Satwa Jadi Andalan

26 Maret 2026
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI  Aulia Dwi Nasrullah kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais TNI Diserahkan

26 Maret 2026

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kepala BGN Perkuat Standar SPPG dan Mutu MBG

25 Maret 2026

Seskab Teddy Ungkap Presiden Prabowo Telepon Presiden Palestina: Momen Idulfitri Pererat Solidaritas

25 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjalanan Karier Brigjen TNI Dwi Sasongko, Penerima Adhi Makayasa1998 Butuh 16 Tahun Raih Pangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Lebaran, Musibah Kebakaran di Garut, Yuda Puja Turnawan Serahkan Bantuan untuk Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terkesan Latar “Criminal Mind” Bossman, Sebut Relevan bagi KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com