• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Maret 30, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Setelah Dilantik: Prabowo Akan di Persimpangan Jalan

Redaksi oleh Redaksi
4 Agustus 2024
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
In’am eL Mustofa dan JALA8 INSTITUTE

Kabariku- Memperbincangkan partai politik yang berhaluan oposisi di Indonesia agak unik karena sistem pemerintah yang dianut adalah Presidentil, artinya memang eksekutif harus kuat. Kuat artinya kabinet yang disusun oleh Presiden adalah individu yang memiliki kapabilitas atau yang dikenal dengan Zaken Kabinet.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sedang fungsi parlemen dalam hal  ini DPR, adalah legislator, budgeting dan check and balances atau fungsi control. Hal yang terakhir inilah kemudian sampai detik ini dianggap banci karena Partai Politik juga juga partai oposisi turut serta bergabung dalam kabinet yang disusun berdasar tarik-menarik politik antara Presiden dengan partai Politik.

RelatedPosts

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

Teori Oposisi

Dengan pendekatan taksonomi empat dimensi yang dikemukakan oleh  Louwerse & Otjes dapat dikenali empat jenis oposisi: Oposisi pasif  (passive opposition), yakni apabila dimensi pengawasan dan pembuatan kebijakannya sama-sama rendah. Oposisi aktif (active opposition), yakni apabila dimensi pengawasan dan pembuatan kebijakannya sama-sama tinggi.

Oposisi konstruktif (constructive opposition), yakni apabila dimensi pengawasannya rendah namun dimensi pembuatan kebijakannya tinggi. Sedang Oposisi kritis (critical opposition), yakni apabila dimensi pengawasannya tinggi namun dimensi pembuatan kebijakannya rendah.

Memprediksi pilihan prilaku politik Prabowo setelah dilantik nanti berdasar teori diatas maka setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan: pertama kongfigurasi partai politik di parlemen; dalam aspek ini Prabowo terkait dengan perjalanan partai politik pada masa rejim SBY dan Joko Widodo partai politik akan mudah untuk dikendalikan pada awal pemerintahannya. Bahkan parpol yang mengaku oposisi pun akan takluk pada rejim Prabowo. Diprediksi yang sangat potensial untuk menjadi oposisi adalah PKS dan PDIP.

Baca Juga  Menjawab Tuduhan Terhadap Capres Prabowo, Ini Kesaksian Aktivis 98

Kedua Pengusaha Politisi, faktor ini menjadi trend di Indonesia ditengah kompetisi yang makin terbuka lebar dan cenderung brutal untuk mendapatkan tiket ke parlemen. Pengusaha kelas kakap dan menengah berkesempatan memainkan jangkar politiknya untuk menancapkan pengaruhnya di parlemen terutama dalam legislasi dan budgeting.

Kepentingan-kepentingan pragmatis akhirnya mendominasi dalam pembuatan Undang-Undang yang mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengusaha politisi sebagai faktor dominan dan memiliki pengaruh kuat. Mereka ada 2 (dua) macam di dalam parlemen dan di luar parlemen.

Tentu di luar parlemen akan lebih sulit dalam melakukan pelacakan dan kontrol karena pergerakanya halus bahkan bisa meledak jika salah menyentuh, kebanyakan orang menyebut Oligarki. Ciri khususnya adalah oligarki bergerak hanya untuk menaguk keuntungan sebesar-besarnya untuk diri dan kroninya!!.

Faktor ketiga adalah tekanan internasional, dari negara-negara yang memiliki pengaruh ekonomi secara global terutama China, Amerika, Rusia, Jepang, Arab Saudi, Turki dan beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Perancis.

Satu sisi menghendaki kebijakan dalam negri agar pro pasar, liberalism dan demokrasi pada sisi lain beberapa negara tersebut menginginkan agar kebijakan pro negara salah satu negara, misal Cina.

Sedang faktor ke empat adalah faktor Joko Widodo, cepat atau lambat Joko Widodo akan bergegas untuk amankan pengaruhnya karena ia tidak memiliki partai politik untuk bernaung. Maka pilihan Joko Widodo yang paling mudah adalah menempel pada Prabowo.

Pilihan Prilaku Politik Prabowo

Dengan teori Louwerse & Otjes dan empat faktor di atas dapat diprediksi bahwa Prabowo dalam membangun demokrasi politik dan demokrasi ekonomi akan melakukan kemitraan dengan partai politik yang memiliki watak dan prilaku konstruktif pada dua tahun pertama mengingat beban ekonomi Indonesia sangat berat utang yang mengunung (soal jumlah banyak versi) dan pertumbuhan ekonomi yang belum menyentuh angka dua digit, menuju angka 7 pun sudah berat.

Baca Juga  Jebakan Batman Para Adipati

Faktor pertama dan ke-empat akan mudah dilalui oleh Prabowo pada dua tahun pertama sekalipun harus mengakomodir Joko Widodo namun pada semester kedua menginjak tahun ke tiga kekuasaan Prabowo, dipastikan bayang-bayang Joko Widodo akan dihilangkan. “ya, jangan ganggu kami saat bekerja”.

Justru yang terberat adalah mengatasi determinasi faktor kedua dan ketiga, para pengusaha politisi dan dunia Internasional. Paling mujarab adalah dengan pendekatan rasional dan hukum, perlu ada keberanian untuk merevisi peraturan/Undang-undang yang ternyata merusak sendi-sendi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Sebut saja UU Partai Politik, UU Pemilu, UU Cipta Kerja/Minerba, UU KPK, UU Keormasan, ijin tambang dll.

Keberanian yang dimaksud adalah duduk bersama kepada semua stakeholder, sehingga terumuskan peraturan yang berujung pada kesejahteraan rakyat dan meminimalisir monopoli ekonomi. Hemat penulis Prabowo dengan ‘kegilaan dan keberanianya mampu melakukan hal itu.

Pada sisi lain, beranikah Prabowo memburu dan menghukum para koruptor dan atau mereka yang merugikan negara dalam jumlah besar? Jika berani tentu publik akan mendukung, prilaku politik dengan hantam koruptor sarat akan populisme namun juga beresiko tinggi karena Indonesia sedemikian rupa terkooptasi oleh para oligarki bahkan negara cenderung dijalankan mirip-mirip gangster.

Maka rasionalisasi peraturan perundang-undangan jika mulus dilaksanakan oleh Prabowo tidak mustahil Prabowo akan memperolah dukungan publik kuat dan banyak sekalipun pilihan kabinetnya diisi oleh para ahli karena mulai dari pintu inilah sesungguhnya Prabowo akan keluar pelan tapi pasti dari bayang-bayang kaum oligarki.

Bahkan jauh ke depan memegang tampuk kekuasaan dua periode terbuka lebar. Lembaga tinktank level 1 dan 2 perlu dimiliki oleh Prabowo untuk mensuplai gagasan dan menyaring/mengkaji arah kebijakan.

Namun jika pada awal pemerintah ternyata kabinet Prabowo hanya diisi para politisi yang berjasa dalam pemenangannya, rakyat tidak akan berharap banyak terjadi perubahan signifikan. Oleh karena itu jika tak ada keberanian dari Prabowo Subianto, gelombang protes akan lebih deras karena himpitan ekonomi rakyat lebih berat. Satu periode bahkan kurang dari satu periode, cukup sudah bagi Prabowo!!.***

Baca Juga  Jokowi Dapatkah Bertahan?

Yogyakarta, 04 Agustus 2024

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: In’Am El MustofaJALA8 INSTITUTEPrabowo Presiden
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Kejari Lampung Utara Eksekusi Rina Agustina Terpidana Pelanggaran Pemilu ke Rutan Kelas IIB Kotabumi

Post Selanjutnya

Minta Para Politisi Jangan Nyinyir, Habib Syakur: Permintaan Maaf Bukti Jokowi Negarawan Sejati

RelatedPosts

ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026
Suara Ibu Indonesia dan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas Kami Bersama Andrie di Boulevard UGM

Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

15 Maret 2026
Post Selanjutnya

Minta Para Politisi Jangan Nyinyir, Habib Syakur: Permintaan Maaf Bukti Jokowi Negarawan Sejati

Presiden Jokowi: Saya Tidak Sempurna, Saya Manusia Biasa

Discussion about this post

KabarTerbaru

Mahasiswa desak DPR bentuk TGPF untuk usut teror air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.(Istimewa)

Mahasiswa Minta DPR Bentuk TGPF untuk Selidiki Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

30 Maret 2026

KPK: 87,83% PN/WL Telah Sampaikan LHKPN, Segera Lapor Sebelum Batas Akhir

30 Maret 2026

Wamensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di PPSDMAP Bogor: Target Beroperasi April 2026

30 Maret 2026

Presiden Prabowo Disambut Taruna Indonesia di Tokyo, Tegaskan Semangat Belajar dan Pengabdian

30 Maret 2026

Warga Khawatir Dampak Eksplorasi Panas Bumi Papandayan Garut Ganggu Ekosistem dan Pertanian

29 Maret 2026

Viral Video “Indonesia Kirim Bantuan Rudal untuk Iran”, Ini Fakta Sebenarnya

29 Maret 2026
Ilustrasi

BGN: 1.528 SPPG Sempat Distop, Tren Kepatuhan SLHS Meningkat

29 Maret 2026

Bela Negara Tak Harus Rumit: Bazar Murah PPATK Hadirkan Kebahagiaan Warga Cimpaeun

29 Maret 2026

Presiden Pimpin Ratas Virtual, Seskab Teddy: Bahas Penyesuaian Kebijakan Ekonomi dan Energi

29 Maret 2026

Presiden Pimpin Ratas Virtual, Seskab Teddy: Bahas Penyesuaian Kebijakan Ekonomi dan Energi

29 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNN Buru Jaringan Narkoba Internasional “Mami”, Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Khawatir Dampak Eksplorasi Panas Bumi Papandayan Garut Ganggu Ekosistem dan Pertanian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com