• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Februari 19, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Jahiliyah (isme) Dalam Masyarakat Kontemporer

Redaksi oleh Redaksi
28 April 2024
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Dr. Andry Wibowo, SIK., MH., MSi.

Jakarta, Kabariku- Peradaban selalu mengalami perubahan. Dengan kata lain, peradaban bergerak ke depan, tidak statis tetapi dinamis. Karena sifatnya yang dinamis, muncul berbagai konsep pemahaman tentang dinamika peradaban. Para penulis dan peneliti peradaban membagi peradaban secara periodik yang lazim disebut jaman.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Periodesasi perkembangan masyarakat membagi jaman mulai dari pra-sejarah hingga masyarakat post modern. Perkembangan manusia 1.0 sampai dengan masyarakat industri 5.0. yang dikuasai teknologi informasi, termasuk di dalamnya kisah jaman jahiliyah hingga abad pencerahan.

RelatedPosts

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

Periodesasi sejarah perkembangan masyarakat diklasifikasikan berdasarkan dinamika perkembangan manusia. Perkembangan dengan pengaruh agama dan pengetahuan yang terus melahirkan kebaruan dalam praktek sosial serta mempengaruhi perilaku masyarakat.

Masyarakat dunia saat ini dianggap sebagai masyarakat yang melek pengetahuan (knowledgeble society), atau setidaknya melek informasi (informatif society). Masyarakat dengan alam pikir (mindset) yang merekam pengetahuan yang berpengaruh terhadap perilaku (attitude) sehingga melahirkan kebiasaan (behaviour) dan budaya (culture) baru.

Agama dan pengetahuan menjadi determinator peradaban yang memiliki manfaat dan tujuan pokok untuk merperbaiki kualitas kehidupan masyarakat. Perbaikan dalam disiplin berpikir, berperilaku dan berbudaya, dengan cirinya memahami mana yang baik dan buruk. Membentuk norma sosial mana yang boleh dan tidak boleh, ekstrem dan toleran, lambat dan cepat, mana hal privat dan publik dalam ekosistem kehidupan dan seterusnya.

Dalam konteks pencerahan (enlightment), penulis dan para peneliti peradaban meletakkan konsep ini sebagai anti thesa dari masa kegelapan (darkness), yang dalam konsep agama sering disebut dengan jaman jahiliyah. Ciri individu dan masyarakat yang mengalami pencerahan adalah adanya informasi maupun pengetahuan tentang nilai kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan (truth and well values ). Selain itu, masyarakat dengan perilaku taat terhadap norma (normfull life) atau kesalehan sosial dengan segala perwujudannya.

Baca Juga  Perubahan Iklim Masalah Bagi Kita Semua

Sebaliknya, Jahiliyah-isme sebagai sisi gelap peradaban ditandai dengan maraknya individu dan masyarakat yang hidup tanpa nilai (normless). Masyarakat yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai patologi dalam perilaku individu maupun sosial yang merugikan diri sendiri dan masyarakat umum.

Dalam konteks kontemporer misalnya, Jahiliyah-isme dapat dipahami dengan maraknya kejahatan baik yang dilakukan secara konvensional maupun modern. Kejahatan baik yang terjadi secara struktural dan sosial dan dilakukan oleh individu dan masyarakat dari berbagai macam latar belakang. Termasuk mereka yang digolongkan sebagai masyarakat yang telah mengalami pencerahan agama maupun pengetahuan.

Fenomena yang kita hadapi hari ini merupakan realitas yang menunjukkan bahwasanya manusia dari zaman ke zaman selalu berada dalam bayang-bayang kegelapan dan pencerahan. Jahiliyah-isme selalu menyertai proses peradaban. Dan terus menjadi ancaman nyata terbentuknya tatanan masyarakat yang teratur, aman, damai dan sejahtera.

Agama dan Pengetahuan selalu menghadapi tantangan berat dalam setiap perkembangan jaman untuk membangun tatanan yang sesuai dengan dengan visi, misi, manfaat dan tujuannya. Karena pada dasarnya manusia akan selalu menghadapi godaan kekuatan gelap yang merayu kesadaran manusia dengan fantasi dan ilusi dunia yang fana.***

Jakarta, 28 April 2024

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dr. Andry Wibowo SIK. MH. MsiJahiliyah (isme) Dalam Masyarakat Kontemporer
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

KemenKopUKM Bantah Larang Warung Madura Beroperasi 24 Jam

Post Selanjutnya

Pj. Gubernur Jabar dan Pj. Bupati Garut Tinjau Lokasi Terdampak Gempa M 6,5

RelatedPosts

dok Dispusipda

Garut Tempo Doeloe: Menyibak Jejak Priangan di Masa Kolonial dalam Bingkai Sejarah Swiss van Java

18 Februari 2026

Garut: Dari Duri Semak hingga Identitas Kolektif

18 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

14 Februari 2026
Ahmad Ramdani, Camat Pangatikan

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

12 Februari 2026

The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

11 Februari 2026
Post Selanjutnya

Pj. Gubernur Jabar dan Pj. Bupati Garut Tinjau Lokasi Terdampak Gempa M 6,5

Prabowo Subianto Akui Butuh Kekuatan NU dalam Membangun Pemerintahan Lima Tahun ke Depan

Discussion about this post

KabarTerbaru

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Perpanjang Cekal Gus Yaqut dan Gus Alex di Kasus Dana Kuota Haji

19 Februari 2026
Komisi Yudisial menyambangi Gedung KPK guna memperkuat bersinergi. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KY-KPK Perkuat Sinergi: Tak Ada Ampun Bagi Hakim Nakal

19 Februari 2026
Foto ilustrasi (Istimewa)

Waspada Saat Berbuka Puasa, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari agar Pencernaan Tetap Sehat

19 Februari 2026
Foto: Istimewa

Hari Kanker Sedunia 2026, SWICC Sediakan 500 Skrining Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

19 Februari 2026
Foto : Istimewa

Gagal Bayar Kewajiban, Saham WIKA Masih Disuspensi BEI

19 Februari 2026
Komisi Yudisial menyambangi Gedung KPK terkait tindak lanjut kasus OTT Hakim Depok (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Tindak Lanjuti OTT Hakim PN Depok, Ketua KY Sambangi KPK

19 Februari 2026
Foto: Istimewa

Investasi Emas Berbuah Manis, Nasabah Kantor Penggadaian Wilayah IX Kantongi 1 Kg Emas

19 Februari 2026
Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar

Ketua DPRD Garut Tegaskan Amanah 2,8 Juta Warga di Paripurna HJG ke-213

19 Februari 2026
Rapat Paripurna HJG-213 di Gedung DPRD Garut/IST

Paripurna HJG ke-211, Ketua DPRD Garut Soroti Harmonisasi dan Dedi Mulyadi Tekankan Jati Diri Budaya

19 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garut 213 Tahun: Dewan Adat Ungkap Bukti Historis Baru Soal Nama dan Hari Jadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Refleksi 79 Tahun HMI dan Tarhib Ramadan, Komitmen Istiqamah Mengabdi untuk Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com