• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Juli 20, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Hari Internasional Alquds: Memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar

Redaksi oleh Redaksi
5 April 2024
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku- Ikatan Alumni Jamiah Al-Almustofa (IKMAL) bekerjasama dengan Alumni Connect PPI Dunia menggelar Seminar Internasional Solidaritas Palestina dan Buka Puasa Bersama, pada Rabu (3/4/2024) kemarin, di STAI Sadra, Jakarta Selatan.

Acara ini dalam rangka memperingati Hari Internasional Alquds. Tema besar seminar ini, “Memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar”.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Hadir keynote speaker, Dr. Hossein Mutaqie, pemikir filsafat dan tasawuf, dan para pembicara, Amal Wahdah, Ph.D (Palestine); Ust. Muhammad Husein, Aktivis Gaza-Palestina; Bagus Hendraning Kobarsih, M.Si; Direktur Timur Tengah Kemenlu RI; Dr. Dina Yulianti, M.Si., Dosen UNPAD;  dan Hafizd Alharomain Lubis, Lc., Alumni Connect PPI Dunia.

RelatedPosts

Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

Anak Hotman Paris Kritik Ayahnya Usai Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sebut Pencitraan

PPATK Temukan 6.000 ASN Kementerian PU Terindikasi Judi Online, 4.000 Pegawai Diduga Manipulasi Absensi

Sementara itu. dikarenakan ada penugasan pengiriman bantuan ke Gaza dari Kemenlu, Bagus tidak bisa hadir.

Mutaqie mengatakan, terdapat dua hal penting, kenapa Palestina tidak kunjung merdeka. Pertama, adanya gerakan zionisme Politik. Kedua, zionisme agama. Zionisme politik berawal dari konggres zionis pertama di Basel, Swiss 1897, di pimpin Theodor Herzl.

“Gerakan zionisme politik memiliki strategi memanipulasi agama Yahudi untuk kepentingan pendirian negara Israel. Sementara zionisme agama, memiliki ajaran “kembali ke tanah air” bagi diaspora Yahudi ke Yerusalem. Ajaran ini tidak berbahaya,” urainya.

Adapun penyelewenganya, menyembah sapi dan  memiliki slogan kembali ke tanah air dan mendirikan negara khusus Yahudi  dengan menerapkan sistem apartheid.

Bisa disimpulkan, ajaran Yahudi yang asli, tidak ada hubunganya dengan pendirian negara Israel khusus Yahudi dengan cara illegal, melanggar nilai kemanusiaan dan agama apapun.

Baca Juga  Dasco dan Habiburokhman Kunjungi Polda Metro Minta Demonstran Dibebaskan

“Disinilah letak kontradiksi antara negara zionisme Israel yang mengkampanyekan negara rasis dan agama Yahudi yang menyebarkan kebaikan.

Abdullah beik selaku ketua IKMAL, menekankan pentingnya alumni luar negeri berkontribusi pada kemerdekaan Palestina dengan cara menumbuhkan akal dan kemanusiaan.

“Meluruskan hoaks yang disebar oleh Israel yang melemahkan perjuangan kemerdekaan Palestina. Mencerahkan masyarakat dengan isu Palestina,” ujarnya.

Hafizd Alharomain Lubis, Lc., menjelaskan, pentingnya tanah wakaf masjid Alaqsa menjadi aset Unesco serta pentingnya sosok inspirator kepemimpinan Salahuddin Alayyubi sebagai pemersatu.

Tanah Yerusalem, menurutnya, adalah tempat suci, lokasi Isra’ mi’roj nabi Muhammad. Jadi, isu Palestina adalah isu agama juga isu politik.

“Israel adalah entitas politik bukan negara. Para rabi orthodox sendiri, tidak setuju dengan ideologi zionisme.  Masyarakat sekarang sudah tahu, mana Yahudi mana zionis,” ungkapnya.

Sementara Muhammad Husein, aktifis yang tinggal di Gaza sejak 2010 menjelaskan, pentingnya berjuang bersama masyarakat dunia dan bangsa Palestina memperoleh kemerdekaan.

“Berhentilah berkata peduli pada Palestian tapi terlibat secara langsung dan total, cetusnya.

Muhammad Husein mengajak untuk mengajaga isu Palestina menjadi isu primer, bukan sekunder. Berpikir all out mengerahkan seluruh kemampuan kita demi kemerdekaan Palestina. Kenapa demikian, tanya husein, karena para pendukung negara Israel bekerja secara penuh bukan dari waktu sisa.

“Masyarakat kita ketika dihadapkan pada isu Palestina menimbulkan ragam reaksi.  Terganggu dan risih, pasif, peduli, dan merasa terlibat,” ucap dia.

Ada yang diam dan apatis, lanjutnya, ada yang reaktif, sekedar mengugurkan kewajiban dengan menyumbang ala kadarnya, ada yang justru menyebar hoaks melayani kepentingan Israel.

“Akibatnya kita tidak menyadari bahwa kita merasa bukan korban zionis. Mengembangkan isu Palestina nun jauh disana, kenapa harus bantu, seolah belum jelas antara yang benar dan salah,” katanya.  

Baca Juga  Seskab Teddy Terima Wagub Emil Dardak, Bahas Infrastruktur dan Program Prioritas Presiden di Jawa Timur

Husein menguatkan, umat Islam yang bekerja sepenuh waktu untuk memerdekaan Palestina sangat sedikit. Sementara US, Inggris, Jerman mengelurkan energi total mendukung pendirian negara zionis Israel.

“Kita umat Islam setengah setengah, mengeluarkan energi sisa, harta sisa, waktu sisa, dan hati sisa. Hal ini tidak akan ‘balance dan tidak fair’,” ucapnya.

Husein selama menjadi relawan di Gaza sejak 2010 kuliah di Universiats Islam Gaza, S1 mengambil jurusan syariah dan jurnalistik, S2, jurusan Israel Affair.

Husein mengaku memiliki para dosen yang hebat, puluhan tahun di penjara Israel tapi setelah keluar, mendirikan beragam penelitian dan memberi pencerahan.  Tidak linglung dan kehilangan arah.

Dr. Dina mengurai secara singkat kenapa memerdekaan Palestina bisa berkontribusi membentuk dunia Multipolar. PBB dan hak veto menurut Dina adalah tata kelola yang dibuat oleh para pemenang dunia kedua.

“Setelah perang dunia kedua tahun 1945, dunia dipegang oleh dua kutub kekuatan, disebut bipolar, barat di wakili USA, timur di wakili Uni Soviet. Hingga keruntuhan Uni Soviet 1990, dunia menjadi Unipolar, dipegang US,” terang Dina.

Lebih jauh Dina menjelaskan, seiring gerakan BRICS 2010 dan operasi militer Russia, demiliterisasi dan denazifikasi di wilayah Ukraina tahun 2022 mulai muncul gagasan Multipolar.

“Operasi Russia ini dilakukan dengan alasan Ukraina mengancam keamanan Russia, karena Ukraina akan bergabung Nato. Disamping itu adanya gerakan Nazi yang memperkusi warga Ukraina berbahasa Russia, paparnya.

Penjajahan Palestina oleh Israel sejak 1948 awalnya karena dukungan  kekuatan bipolar, namun kekuatan Israel dalam perkembangan selanjutnya di dukung oleh kekuatan Unipolar, US.

“Jika momentum menguatkan kekuatan Multipolar ini, seiring dukungan gerakan memerdekaan Palestina, maka kekuatan dunia Islam menjadi kekuatan multipolar yang real. Inilah logika memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar,” Dina menutup.

Baca Juga  Kapolri Lantik Sejumlah Pati, Komjen Wahyu Widada sebagai Kabareskrim, Komjen Suntana Kabaintelkam

Acara seminar ditutup dengan buka bersama dan ramah tamah.***

Red/K.101

Tags: Alumni Connect PPI DuniaHari Internasional AlqudsIkatan Alumni Jamiah Al-AlmustofaIKMALMemerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

PDAM Tirta Intan Garut, Sharing Knowledge: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Perusahaan dan Kualitas Pelayanan

Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Lantik Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

RelatedPosts

Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

19 Juli 2026

Anak Hotman Paris Kritik Ayahnya Usai Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sebut Pencitraan

19 Juli 2026

PPATK Temukan 6.000 ASN Kementerian PU Terindikasi Judi Online, 4.000 Pegawai Diduga Manipulasi Absensi

19 Juli 2026

Jumhur Hidayat Tegaskan Tak Ada Kompromi, KLH Hentikan Peleburan Aluminium Ilegal di Tangerang

18 Juli 2026

DPD RI Sumut dan LPS Medan Jajaki Kerja Sama Tingkatkan Literasi Keuangan dan Keamanan Menabung

18 Juli 2026

Muhadjir Effendy Hormati Putusan MK soal Izin Tambang Ormas, Muhammadiyah Tunggu Tindak Lanjut Pemerintah

18 Juli 2026
Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Lantik Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

Rapat Koordinasi Persiapan Uji Coba Portal Layanan Administrasi Pemerintahan di Bidang Aparatur Negara

Portal Layanan Administrasi Pemerintahan Bidang Aparatur Negara Siap Uji Coba Akhir April

Discussion about this post

KabarTerbaru

Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

19 Juli 2026

Anak Hotman Paris Kritik Ayahnya Usai Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sebut Pencitraan

19 Juli 2026

Benyamin Ungkap Pemkot Tangsel Catat Penurunan Stunting, Prevalensi 2026 Tinggal 8,2 Persen

19 Juli 2026

KBM UNPAM Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

19 Juli 2026

Tak Perlu Jauh ke Luar Negeri, Operasi Robotik Kini Bisa Dilakukan di Indonesia, RS Mandaya Puri

19 Juli 2026

PPATK Temukan 6.000 ASN Kementerian PU Terindikasi Judi Online, 4.000 Pegawai Diduga Manipulasi Absensi

19 Juli 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik sebagai Pintu Masuk Korupsi Pasca Pemilu

19 Juli 2026
Gedung Merah Putih KPK

KPK Siap Hadapi Praperadilan Kedua Asrul Azis Taba Terkait Penggeledahan Kasus Kuota Haji

18 Juli 2026

NPCI Kota Bogor Perkuat Sinergi dengan Kodim 0606 Matangkan Persiapan Peparda Jabar 2026

18 Juli 2026

Seskab Teddy: Presiden Prabowo dengan DEN Bahas Ketahanan Ekonomi hingga Percepatan GovTech

15 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSI Tangsel: Bergabungnya Narji Cagur Jadi Suntikan Semangat bagi Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com