• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Agustus 11, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Hari Internasional Alquds: Memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar

Redaksi oleh Redaksi
5 April 2024
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku- Ikatan Alumni Jamiah Al-Almustofa (IKMAL) bekerjasama dengan Alumni Connect PPI Dunia menggelar Seminar Internasional Solidaritas Palestina dan Buka Puasa Bersama, pada Rabu (3/4/2024) kemarin, di STAI Sadra, Jakarta Selatan.

Acara ini dalam rangka memperingati Hari Internasional Alquds. Tema besar seminar ini, “Memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar”.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Hadir keynote speaker, Dr. Hossein Mutaqie, pemikir filsafat dan tasawuf, dan para pembicara, Amal Wahdah, Ph.D (Palestine); Ust. Muhammad Husein, Aktivis Gaza-Palestina; Bagus Hendraning Kobarsih, M.Si; Direktur Timur Tengah Kemenlu RI; Dr. Dina Yulianti, M.Si., Dosen UNPAD;  dan Hafizd Alharomain Lubis, Lc., Alumni Connect PPI Dunia.

RelatedPosts

Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari

Intip 3 Surpres Istana ke DPR, Siapa Saja yang Diusulkan Presiden Prabowo?

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

Sementara itu. dikarenakan ada penugasan pengiriman bantuan ke Gaza dari Kemenlu, Bagus tidak bisa hadir.

Mutaqie mengatakan, terdapat dua hal penting, kenapa Palestina tidak kunjung merdeka. Pertama, adanya gerakan zionisme Politik. Kedua, zionisme agama. Zionisme politik berawal dari konggres zionis pertama di Basel, Swiss 1897, di pimpin Theodor Herzl.

“Gerakan zionisme politik memiliki strategi memanipulasi agama Yahudi untuk kepentingan pendirian negara Israel. Sementara zionisme agama, memiliki ajaran “kembali ke tanah air” bagi diaspora Yahudi ke Yerusalem. Ajaran ini tidak berbahaya,” urainya.

Adapun penyelewenganya, menyembah sapi dan  memiliki slogan kembali ke tanah air dan mendirikan negara khusus Yahudi  dengan menerapkan sistem apartheid.

Bisa disimpulkan, ajaran Yahudi yang asli, tidak ada hubunganya dengan pendirian negara Israel khusus Yahudi dengan cara illegal, melanggar nilai kemanusiaan dan agama apapun.

Baca Juga  Sekda Jabar Herman Suryatman Minta Kabupaten - Kota Simulasi Gempa Megathrust

“Disinilah letak kontradiksi antara negara zionisme Israel yang mengkampanyekan negara rasis dan agama Yahudi yang menyebarkan kebaikan.

Abdullah beik selaku ketua IKMAL, menekankan pentingnya alumni luar negeri berkontribusi pada kemerdekaan Palestina dengan cara menumbuhkan akal dan kemanusiaan.

“Meluruskan hoaks yang disebar oleh Israel yang melemahkan perjuangan kemerdekaan Palestina. Mencerahkan masyarakat dengan isu Palestina,” ujarnya.

Hafizd Alharomain Lubis, Lc., menjelaskan, pentingnya tanah wakaf masjid Alaqsa menjadi aset Unesco serta pentingnya sosok inspirator kepemimpinan Salahuddin Alayyubi sebagai pemersatu.

Tanah Yerusalem, menurutnya, adalah tempat suci, lokasi Isra’ mi’roj nabi Muhammad. Jadi, isu Palestina adalah isu agama juga isu politik.

“Israel adalah entitas politik bukan negara. Para rabi orthodox sendiri, tidak setuju dengan ideologi zionisme.  Masyarakat sekarang sudah tahu, mana Yahudi mana zionis,” ungkapnya.

Sementara Muhammad Husein, aktifis yang tinggal di Gaza sejak 2010 menjelaskan, pentingnya berjuang bersama masyarakat dunia dan bangsa Palestina memperoleh kemerdekaan.

“Berhentilah berkata peduli pada Palestian tapi terlibat secara langsung dan total, cetusnya.

Muhammad Husein mengajak untuk mengajaga isu Palestina menjadi isu primer, bukan sekunder. Berpikir all out mengerahkan seluruh kemampuan kita demi kemerdekaan Palestina. Kenapa demikian, tanya husein, karena para pendukung negara Israel bekerja secara penuh bukan dari waktu sisa.

“Masyarakat kita ketika dihadapkan pada isu Palestina menimbulkan ragam reaksi.  Terganggu dan risih, pasif, peduli, dan merasa terlibat,” ucap dia.

Ada yang diam dan apatis, lanjutnya, ada yang reaktif, sekedar mengugurkan kewajiban dengan menyumbang ala kadarnya, ada yang justru menyebar hoaks melayani kepentingan Israel.

“Akibatnya kita tidak menyadari bahwa kita merasa bukan korban zionis. Mengembangkan isu Palestina nun jauh disana, kenapa harus bantu, seolah belum jelas antara yang benar dan salah,” katanya.  

Baca Juga  Pj Gubernur dan DPRD Jawa Barat Setujui Raperda Menjadi Perda, Salah Satunya Tentang Riset dan Inovasi Daerah

Husein menguatkan, umat Islam yang bekerja sepenuh waktu untuk memerdekaan Palestina sangat sedikit. Sementara US, Inggris, Jerman mengelurkan energi total mendukung pendirian negara zionis Israel.

“Kita umat Islam setengah setengah, mengeluarkan energi sisa, harta sisa, waktu sisa, dan hati sisa. Hal ini tidak akan ‘balance dan tidak fair’,” ucapnya.

Husein selama menjadi relawan di Gaza sejak 2010 kuliah di Universiats Islam Gaza, S1 mengambil jurusan syariah dan jurnalistik, S2, jurusan Israel Affair.

Husein mengaku memiliki para dosen yang hebat, puluhan tahun di penjara Israel tapi setelah keluar, mendirikan beragam penelitian dan memberi pencerahan.  Tidak linglung dan kehilangan arah.

Dr. Dina mengurai secara singkat kenapa memerdekaan Palestina bisa berkontribusi membentuk dunia Multipolar. PBB dan hak veto menurut Dina adalah tata kelola yang dibuat oleh para pemenang dunia kedua.

“Setelah perang dunia kedua tahun 1945, dunia dipegang oleh dua kutub kekuatan, disebut bipolar, barat di wakili USA, timur di wakili Uni Soviet. Hingga keruntuhan Uni Soviet 1990, dunia menjadi Unipolar, dipegang US,” terang Dina.

Lebih jauh Dina menjelaskan, seiring gerakan BRICS 2010 dan operasi militer Russia, demiliterisasi dan denazifikasi di wilayah Ukraina tahun 2022 mulai muncul gagasan Multipolar.

“Operasi Russia ini dilakukan dengan alasan Ukraina mengancam keamanan Russia, karena Ukraina akan bergabung Nato. Disamping itu adanya gerakan Nazi yang memperkusi warga Ukraina berbahasa Russia, paparnya.

Penjajahan Palestina oleh Israel sejak 1948 awalnya karena dukungan  kekuatan bipolar, namun kekuatan Israel dalam perkembangan selanjutnya di dukung oleh kekuatan Unipolar, US.

“Jika momentum menguatkan kekuatan Multipolar ini, seiring dukungan gerakan memerdekaan Palestina, maka kekuatan dunia Islam menjadi kekuatan multipolar yang real. Inilah logika memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar,” Dina menutup.

Baca Juga  Dudung Akui MBG Belum Tepat Sasaran, Kritik Mahasiswa UB Langsung Dibawa ke Prabowo

Acara seminar ditutup dengan buka bersama dan ramah tamah.***

Red/K.101

Tags: Alumni Connect PPI DuniaHari Internasional AlqudsIkatan Alumni Jamiah Al-AlmustofaIKMALMemerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

PDAM Tirta Intan Garut, Sharing Knowledge: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Perusahaan dan Kualitas Pelayanan

Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Lantik Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

RelatedPosts

Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari

11 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Intip 3 Surpres Istana ke DPR, Siapa Saja yang Diusulkan Presiden Prabowo?

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

10 Agustus 2026

Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Ada Isu Strategis Jelang 17 Agustus, Dasco Gelar Rapat Polkam, Pesan Panglima TNI Jadi Sorotan

10 Agustus 2026

MUI Dorong Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati dan Pemiskinan untuk Perkuat Efek Jera Koruptor

10 Agustus 2026
Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Lantik Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

Rapat Koordinasi Persiapan Uji Coba Portal Layanan Administrasi Pemerintahan di Bidang Aparatur Negara

Portal Layanan Administrasi Pemerintahan Bidang Aparatur Negara Siap Uji Coba Akhir April

Discussion about this post

KabarTerbaru

Jika Dasco Masuk Kabinet, Itu Bukan Sekadar Reshuffle

11 Agustus 2026

Musda Golkar Garut: Ujian Diskresi, Loyalitas Kader dan Masa Depan Beringin

11 Agustus 2026

KPK Tahan 4 Tersangka, Bongkar Skema Dana Non-Budgeter Kasus Iklan Bank BJB Rp223,6 Miliar

11 Agustus 2026

Kawal Panji Kembali Sekolah, Yuda Puja Turnawan Dorong Kolaborasi Tangani Anak Putus Sekolah

11 Agustus 2026

Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari

11 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Intip 3 Surpres Istana ke DPR, Siapa Saja yang Diusulkan Presiden Prabowo?

10 Agustus 2026

Jejak Tata Kelola MBG Didalami: Kejagung Periksa 16 Saksi dari Tenaga Ahli BGN, Mitra hingga Yayasan

10 Agustus 2026

Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

10 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jika Dasco Masuk Kabinet, Itu Bukan Sekadar Reshuffle

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com