• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juli 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Hari Internasional Alquds: Memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar

Redaksi oleh Redaksi
5 April 2024
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku- Ikatan Alumni Jamiah Al-Almustofa (IKMAL) bekerjasama dengan Alumni Connect PPI Dunia menggelar Seminar Internasional Solidaritas Palestina dan Buka Puasa Bersama, pada Rabu (3/4/2024) kemarin, di STAI Sadra, Jakarta Selatan.

Acara ini dalam rangka memperingati Hari Internasional Alquds. Tema besar seminar ini, “Memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar”.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Hadir keynote speaker, Dr. Hossein Mutaqie, pemikir filsafat dan tasawuf, dan para pembicara, Amal Wahdah, Ph.D (Palestine); Ust. Muhammad Husein, Aktivis Gaza-Palestina; Bagus Hendraning Kobarsih, M.Si; Direktur Timur Tengah Kemenlu RI; Dr. Dina Yulianti, M.Si., Dosen UNPAD;  dan Hafizd Alharomain Lubis, Lc., Alumni Connect PPI Dunia.

RelatedPosts

Hendardi Soroti Penahanan Febrie di Rutan KPK: “Tidak Otomatis Membuktikan Kejagung Independen”

Musim Kemarau Panjang, DPRD Kota Tangerang Soroti Lambannya Normalisasi Saluran Air

Dua Helikopter Tempur Dikerahkan, Pangkogabwilhan III Pimpin Langsung Perburuan Sisa Kelompok OPM di Pegunungan Papua

Sementara itu. dikarenakan ada penugasan pengiriman bantuan ke Gaza dari Kemenlu, Bagus tidak bisa hadir.

Mutaqie mengatakan, terdapat dua hal penting, kenapa Palestina tidak kunjung merdeka. Pertama, adanya gerakan zionisme Politik. Kedua, zionisme agama. Zionisme politik berawal dari konggres zionis pertama di Basel, Swiss 1897, di pimpin Theodor Herzl.

“Gerakan zionisme politik memiliki strategi memanipulasi agama Yahudi untuk kepentingan pendirian negara Israel. Sementara zionisme agama, memiliki ajaran “kembali ke tanah air” bagi diaspora Yahudi ke Yerusalem. Ajaran ini tidak berbahaya,” urainya.

Adapun penyelewenganya, menyembah sapi dan  memiliki slogan kembali ke tanah air dan mendirikan negara khusus Yahudi  dengan menerapkan sistem apartheid.

Bisa disimpulkan, ajaran Yahudi yang asli, tidak ada hubunganya dengan pendirian negara Israel khusus Yahudi dengan cara illegal, melanggar nilai kemanusiaan dan agama apapun.

Baca Juga  Yusril: Pilkada Langsung maupun via DPRD Sama-Sama Konstitusional

“Disinilah letak kontradiksi antara negara zionisme Israel yang mengkampanyekan negara rasis dan agama Yahudi yang menyebarkan kebaikan.

Abdullah beik selaku ketua IKMAL, menekankan pentingnya alumni luar negeri berkontribusi pada kemerdekaan Palestina dengan cara menumbuhkan akal dan kemanusiaan.

“Meluruskan hoaks yang disebar oleh Israel yang melemahkan perjuangan kemerdekaan Palestina. Mencerahkan masyarakat dengan isu Palestina,” ujarnya.

Hafizd Alharomain Lubis, Lc., menjelaskan, pentingnya tanah wakaf masjid Alaqsa menjadi aset Unesco serta pentingnya sosok inspirator kepemimpinan Salahuddin Alayyubi sebagai pemersatu.

Tanah Yerusalem, menurutnya, adalah tempat suci, lokasi Isra’ mi’roj nabi Muhammad. Jadi, isu Palestina adalah isu agama juga isu politik.

“Israel adalah entitas politik bukan negara. Para rabi orthodox sendiri, tidak setuju dengan ideologi zionisme.  Masyarakat sekarang sudah tahu, mana Yahudi mana zionis,” ungkapnya.

Sementara Muhammad Husein, aktifis yang tinggal di Gaza sejak 2010 menjelaskan, pentingnya berjuang bersama masyarakat dunia dan bangsa Palestina memperoleh kemerdekaan.

“Berhentilah berkata peduli pada Palestian tapi terlibat secara langsung dan total, cetusnya.

Muhammad Husein mengajak untuk mengajaga isu Palestina menjadi isu primer, bukan sekunder. Berpikir all out mengerahkan seluruh kemampuan kita demi kemerdekaan Palestina. Kenapa demikian, tanya husein, karena para pendukung negara Israel bekerja secara penuh bukan dari waktu sisa.

“Masyarakat kita ketika dihadapkan pada isu Palestina menimbulkan ragam reaksi.  Terganggu dan risih, pasif, peduli, dan merasa terlibat,” ucap dia.

Ada yang diam dan apatis, lanjutnya, ada yang reaktif, sekedar mengugurkan kewajiban dengan menyumbang ala kadarnya, ada yang justru menyebar hoaks melayani kepentingan Israel.

“Akibatnya kita tidak menyadari bahwa kita merasa bukan korban zionis. Mengembangkan isu Palestina nun jauh disana, kenapa harus bantu, seolah belum jelas antara yang benar dan salah,” katanya.  

Baca Juga  Polda Metro Jaya Turunkan Tim Samapta Antisipasi di Titik Rawan Banjir Jakarta Selatan

Husein menguatkan, umat Islam yang bekerja sepenuh waktu untuk memerdekaan Palestina sangat sedikit. Sementara US, Inggris, Jerman mengelurkan energi total mendukung pendirian negara zionis Israel.

“Kita umat Islam setengah setengah, mengeluarkan energi sisa, harta sisa, waktu sisa, dan hati sisa. Hal ini tidak akan ‘balance dan tidak fair’,” ucapnya.

Husein selama menjadi relawan di Gaza sejak 2010 kuliah di Universiats Islam Gaza, S1 mengambil jurusan syariah dan jurnalistik, S2, jurusan Israel Affair.

Husein mengaku memiliki para dosen yang hebat, puluhan tahun di penjara Israel tapi setelah keluar, mendirikan beragam penelitian dan memberi pencerahan.  Tidak linglung dan kehilangan arah.

Dr. Dina mengurai secara singkat kenapa memerdekaan Palestina bisa berkontribusi membentuk dunia Multipolar. PBB dan hak veto menurut Dina adalah tata kelola yang dibuat oleh para pemenang dunia kedua.

“Setelah perang dunia kedua tahun 1945, dunia dipegang oleh dua kutub kekuatan, disebut bipolar, barat di wakili USA, timur di wakili Uni Soviet. Hingga keruntuhan Uni Soviet 1990, dunia menjadi Unipolar, dipegang US,” terang Dina.

Lebih jauh Dina menjelaskan, seiring gerakan BRICS 2010 dan operasi militer Russia, demiliterisasi dan denazifikasi di wilayah Ukraina tahun 2022 mulai muncul gagasan Multipolar.

“Operasi Russia ini dilakukan dengan alasan Ukraina mengancam keamanan Russia, karena Ukraina akan bergabung Nato. Disamping itu adanya gerakan Nazi yang memperkusi warga Ukraina berbahasa Russia, paparnya.

Penjajahan Palestina oleh Israel sejak 1948 awalnya karena dukungan  kekuatan bipolar, namun kekuatan Israel dalam perkembangan selanjutnya di dukung oleh kekuatan Unipolar, US.

“Jika momentum menguatkan kekuatan Multipolar ini, seiring dukungan gerakan memerdekaan Palestina, maka kekuatan dunia Islam menjadi kekuatan multipolar yang real. Inilah logika memerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar,” Dina menutup.

Baca Juga  [KLARIFIKASI]  Surat Penyelidikan Palsu Menyerupai Milik KPK

Acara seminar ditutup dengan buka bersama dan ramah tamah.***

Red/K.101

Tags: Alumni Connect PPI DuniaHari Internasional AlqudsIkatan Alumni Jamiah Al-AlmustofaIKMALMemerdekaan Palestina Menuju Dunia Multipolar
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

PDAM Tirta Intan Garut, Sharing Knowledge: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Perusahaan dan Kualitas Pelayanan

Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Lantik Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

RelatedPosts

Hendardi Soroti Penahanan Febrie di Rutan KPK: “Tidak Otomatis Membuktikan Kejagung Independen”

25 Juli 2026

Musim Kemarau Panjang, DPRD Kota Tangerang Soroti Lambannya Normalisasi Saluran Air

25 Juli 2026

Dua Helikopter Tempur Dikerahkan, Pangkogabwilhan III Pimpin Langsung Perburuan Sisa Kelompok OPM di Pegunungan Papua

25 Juli 2026

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, Produk UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Global

25 Juli 2026

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung di Rutan KPK, Klaim Jadi Korban Kriminalisasi

25 Juli 2026
Dok.Foto: istimewa

30 Tahun Kudatuli: Tragedi 27 Juli 1996 Dinilai Jadi Titik Balik Lahirnya Gelombang Reformasi

24 Juli 2026
Post Selanjutnya

Presiden Jokowi Lantik Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

Rapat Koordinasi Persiapan Uji Coba Portal Layanan Administrasi Pemerintahan di Bidang Aparatur Negara

Portal Layanan Administrasi Pemerintahan Bidang Aparatur Negara Siap Uji Coba Akhir April

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dok.Foto: Istimewa

Donny Pur Raih Gelar Magister Kelima, Angkat Pembiayaan Syariah untuk Hotel Halal

25 Juli 2026

UNIGA Lepas Ratusan Lulusan, Wamendagri Bima Arya Dorong Wisudawan Siap Hadapi Tantangan Era Digital

25 Juli 2026

Penitipan Tahanan Febrie Adriansyah di Rutan Cabang Gedung Merah Putih, Ini Penjelasan KPK

25 Juli 2026

Hendardi Soroti Penahanan Febrie di Rutan KPK: “Tidak Otomatis Membuktikan Kejagung Independen”

25 Juli 2026

Musim Kemarau Panjang, DPRD Kota Tangerang Soroti Lambannya Normalisasi Saluran Air

25 Juli 2026

Dua Helikopter Tempur Dikerahkan, Pangkogabwilhan III Pimpin Langsung Perburuan Sisa Kelompok OPM di Pegunungan Papua

25 Juli 2026
Korban Dwi Febri Endaryanto melaporkan ke Polda Metro Jaya, Jumat (24/07) (Istimewa)

Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

25 Juli 2026

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, Produk UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Global

25 Juli 2026
oplus_148897792

Tiga Rumah Ludes Terbakar di Cilawu, Yudha Puja Turnawan Dorong Bantuan Disperkim dan CSR

25 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KDM Sebut Pembagunan Flyover Bojongsoang Solusi Urai Macet Perbatasan Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com