Dirut PDAM Garut: Tarif Progresif Diterapkan dengan Tujuan untuk Mendorong Efisiensi Penggunaan Air

Garut, Kabariku- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Kabupaten Garut, melakukan penyesuaian tarif dasar air di Kabupaten Garut Jawa Barat pada tahun 2024.

Dr. H. Aja Rowikarim, Direktur Utama PDAM Garut mengatakan, penyesuaian tarif ini berdasarkan SK Gubernur Jabar No.601/Kep.374-Rek/2023 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah untuk Kabupaten Garut, dimana sebelum penyesuaian tarif, tarif bawah PDAM Garut belum sesuai dengan SK Gubernur, berpotensi bila tidak disesuaikan tidak bisa mempertahankan keberlangsungan pelayanan yang maksimal di tahun-tahun berikutnya, mengingat harga-harga kebutuhan PDAM terus naik tajam, sementara pendapatan PDAM tetap dari tarif air, sehingga PDAM menjadi tidak sehat dan Rugi karena tarifnya tidak sesuai.

“Kami dari PDAM bagian juga dari pelanggan PDAM memahami dan menghargai kekhawatiran terkait penyesuaian tarif air oleh PDAM Garut, dan kami mendengar kebutuhan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini,” kata H. Aja dikonfirmasi Kabariku Sabtu (9/3/2024) petang.

Dirut PDAM menyampaikan, bahwa penyesuaian tarif air dilakukan dengan pertimbangan untuk menjaga ketersediaan dan kualitas air yang memadai bagi semua pelanggan.

Menurutnya, tarif yang diperbarui mencerminkan biaya operasional yang semakin meningkat, termasuk biaya, pajak, sewa lahan mata air, pipa dan asesoris piva, energi listrik yang naik untuk menjalankan pompa PDAM.

“Kami memahami bahwa penyesuaian ini mungkin menimbulkan beban tambahan bagi sebagian pelanggan, terutama bagi mereka yang memiliki pemakaian air yang tinggi,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, perlu dicatat bahwa tarif progresif diterapkan dengan tujuan untuk mendorong efisiensi penggunaan air.

Dengan kata lain, semakin hemat penggunaan air, semakin rendah biaya yang perlu dibayar, bila pelanggan memakai 10.000 liter sebulan membayar cukup dengan Rp. 6,1 rupiah/liter.

“Kami juga mengakui bahwa masyarakat memandang air sebagai hak yang harus dinikmati oleh semua orang, bukan sebagai barang dagangan,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya, akan terus berupaya untuk menemukan keseimbangan antara memastikan ketersediaan air yang memadai yang dialirkan kerumah dari hulu air dengan panjang piva berpuluh kilo tentu dengan adanya biaya oprasioanal, biaya sumber daya manusia untuk operasinal PDAM.

Selain itu, biaya untuk mengimbangi kebutuhan barang-barang yang terus naik agar air bisa mengalir ke rumah-rumah pelanggan secara kontinyu.

“Kami memahami penyesuaian ini berat, namun demi berkelanjutan bagi semua dan keberlangsungan pelayanan yang lebih baik, pada pelanggan PDAM tentunya kita mengupayakan berbagai solusi yang adil,” tutup Dirut PDAM.

Diketahui sebelumnya, penjelasan yang disampaikan Dirut PDAM tersebut sehubungan adanya beberapa keluhan yang disampaikan warga terkait adanya kenaikan tarif PDAM.***

Red/K.101

Berita Terkait :

Tinggalkan Balasan