• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Maret 20, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

25 Tahun Reformasi Diteguhkan sebagai Tahun Dimulainya Kembali Konsolidasi Demokrasi

Redaksi oleh Redaksi
19 Maret 2023
di News, Peristiwa
A A
0
ShareSendShare ShareShare

edisi bincang ringan dengan In’AM eL Mustofa S.Ag., M.IP., Direktur Eksekutif LeSPK Yogyakarta

Yogyakarta, Kabariku- Hampir tiap tahun tumbangnya Soeharto pada tahun 1998 diperingati oleh anak bangsa terutama kaum aktivis dan mereka yang turut andil dalam perubahan politik saat itu.

Sebagai sebuah peristiwa ‘reformasi 1998’ memberi kabar bahwa keberlangsungan orde korup masih saja terus berlangsung dan skalanya justru makin masif hingga sampai daerah.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Artinya pelayanan publik dengan kredo Reformasi Birokrasi menuju pemerintahan bersih, clean goverment masih jauh panggang dari api.

RelatedPosts

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

Forum Sipil: Meski Libatkan Oknum TNI, Kasus Air Keras Aktivis KontraS Harus Diproses di Hukum Sipil

Pesan Nyepi KPK: Korupsi Berawal Dari Gagal Menahan Diri

Pernyataan itu disampaikan, Direktur Eksekutif Lembaga Study Pendidikan dan Kebangsaan (LeSPK) DI Yogyakarta, In’AM eL Mustofa S.Ag., M.IP. Minggu (19/3/2023).

Menurutnya, pada aspek ini desainnya sudah bagus tinggal kontrol dalam pelaksanaan hingga benar-benar terlaksana tanpa kebocoran anggaran.

“Korupsi menjadi mungkin dan membuka ruang kesempatan karena longgarnya dalam pelaksana kebijakan, bukan pada aturan atau kebijakan. Substansi reformasi 1998 dalam pemberantasan korupsi memang hulunya adalah para pemangku kebijakan, pejabat publiklah yang harus direformasi,” ungkap In’Am.

Moral dan integritasnya, lanjutnya, penataran, apapun itu bentuknya tidak boleh ketat di rakyat dan pelajar namun pejabat harus demikian.

“Bisa dibayangkan jika pejabat, penegak hukum rendah integritas maka aturan sebaik apapun akan diterobos, terima suap dan titip kasus. Sinyalemen ‘mafia’ yang sekarang mencuat kembali saya kira harus diterima dengan kepala dingin agar kita bangsa yang beradab ini mampu secara kolegial untuk membersihkan, minimal mengurangi ruang gerak mafia,” bebernya.

Baca Juga  Soal Penanganan Rentenir, Hasanuddin Sarankan Pemda dan APH Terbitkan SKB Pelarangan Praktek Rentenir di Garut

Mafia ini sebenarnya ‘Perusak Cita-cita Reformasi’, aktivis 98 ini menyebut, mafia dalam sektor apapun dilatari oleh kerakusan untuk menumpuk kekayaan dan tidak peduli terhadap keadaan negara, semua sikat yang penting mafia diuntungkan.

“Sudah terlalu banyak contoh, namun negara dirugikan ratusan bahkan ribuan trilliun namun tidak bisa menggulung mafia. Pertanda bahwa mafia sudah menyusup di lembaga-lembaga strategis dan penting negara,” ucapnya.

25 Tahun Reformasi

“Ini seperempat abad lho, aktivis dan rakyat bisa mencanangkan perang terhadap mafia. Kepada para pemangku jabatan jangan segan-segan bertindak kepada yang terduga dan terindikasi korupsi. Langsung hajar, pecat atau ‘Doorr’,” cetus In’Am.

Lebih jauh In’Am menuturkan, jika persis sebagaimana perang terhadap teroris, dengan demikian mereka jera apalagi motifnya cuma menumpuk kekayaan tentu akan lebih mudah daripada menghabisi terduga teroris.

“Pemerintah harus membuktikan, bahwa negara tidak boleh kalah dengan maling!! Hal ini bisa dilakukan maka separoh dari masalah bangsa ini selesai,” tukasnya.

Dalam bidang politik, In’Am menilai, patut disyukuri setelah reformasi banyak berdiri partai dan adanya kebebasan berpendapat. Namun perjalananya partai politik sebagai peserta Pemilu (hasil pembajakan kedaulatan rakyat).

“Toh sampai hari masih nyaman dengan demokrasi prosedural dan seremonial, para pelaku parpol mudah melupakan bahwa perjuangan (kualitas) demokrasi harus berujung pada kesejahteraan dan keadilan, tidak boleh hanya berhenti pada perebutan kekuasaan,” ungkapnya.

In’Am menilai, orang-orang partai paham bahwa rakyat Indonesia bermental BLT, kasih bantuan kemudian diam. Namun demikian situasi tersebut jangan kemudian dimanfaatkan untuk pijakan kekuasaan dengan cara nir Pendidikan demokrasi.

“Maka sebagai catatan pentingnya terhadap pelaku parpol jika abai terhadap Pendidikan demokrasi terhadap rakyat maka ketertinggalan Indonesia terhadap bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara saja, bukan hal mustahil,” katanya.

Baca Juga  Apresiasi Musrenbang Pemuda II, Nurdin Yana: Jangan Hanya Euforia Hasilkan Program untuk Masyarakat

In’Am menegaskan, produk-produk hukum mengikat yang keluar dari DPR seyogyanya mencerminkan semangat untuk mesejahterakan rakyat dan terwujudkan keadilan dalam segala sector.

“Suka tidak suka masalah bangsa ini justru berhulu pada mutu rendah kekuasaan legislative, Yudikatif dan Eksekutif. Namun mereka lihai menghembuskan nafas kebusukan ketiga kekuasaan tersebut sebagai hal yang lazim untuk diterima oleh masyarakat, gila bukan? ujarnya.

Padahal, lanjut dia, ditengah ketidaklaziman mereka menaguk keuntungan. Yang menaguk ini jumlahnya sedikit namun kuat dan memiliki pengaruh, khalayak sudah biasa menyebut dengan oligarki.

Reformasi menemui jalan buntu?

Ini kadang yang sering menyusup ke benak dan pikiran aktivis dan masyarakat pada umumnya. Putus asa.

Kemudian menyerah menerima keadaan, sambil berkata dengan lirih “ikuti saja ritme kekuasaan, sambal memperbaiki dari dalam”.

Maka tak sedikit akhirnya aktivis dan juga pelaku parpol enggan jadi oposisi. Lebih baik ikut mencicipi kekuasaan daripada diluar tidak dapat apa-apa.

Itupun dikatakan dengan sembari mencemooh oposisi. Ini juga merupakan bukti bahwa Pendidikan demokrasi tidak berjalan, namun yang berjalan adalah semangat mengkooptasi.

“Menyingkirkan hal berbeda dan menghalangi hasrat kekuasaan yang bukan dari diri dan kelompoknya. Maka yang lahir adalah sentiment, politisi preman teman mafia, makin minim kompetensi,” ucapnya.

Lengkap masalahnya. Sehingga yang perlu dilakukan selain kredo untuk berperang melawan mafia, secara continue membangun kekuatan demokrasi pada masyarakat sipil serta mendorong Lembaga negara dan institusi pemerintah untuk mengejawantahkan demokrasi yang berujung pada kesejahteraan dan keadilan.

Jika mafia bermain dalam kegelapan, maka tugas insan yang beradab adalah menyinari. Nyalakan obor dan senter jika ada ketidakberesan pada institusi dimana mereka duduk sebagai pejabat.

“Saya masih yakin tidak sedikit orang baik-baik di Lembaga dan institusi pemerintah, serta aktivis garis lurus juga masih banyak. Perkuat komunikasi dan konsolidasi demokrasi, maka yang semula takut menyuarakan ketidakberesan birokrasi/pemerintah sedikit demi sedikit akan tumbuh keberanian,” terangnya.

Baca Juga  Pemuda Katolik: Tinjau Ulang Jam Masuk Sekolah Subuh di NTT

Kata Pria asal Yogya ini, masalahnya adalah keberanian. Tahu dan pandai tapi tidak berani suarakan kebenaran, juga masalah.

“Mayoritas hal tersebut diidap oleh para cerdik pandai dan akademisi. Pejabat bersih tapi juga takut suarakan adanya keburukan dan kebusukan isntitusi dll. Itu hanya bisa ditumbuhkan keberaniannya jika ada ihktiar untuk melakukan komunikasi dengan pihak-pihak lain yang pro perubahan, pro demokrasi,” tukasnya.

Lebih dalam In’Am mengatakan, aktivis pro demokrasi pun juga memiliki masalah, karena tidak sedikit yang berharap masuk kekuasaan dengan cara melakukan kompromi politik dengan para (yang saya sebut ‘mafia’).

Lain halnya jika kekuatan pro demokrasi bersekutu dengan kelompok lain yang pro perubahan. Misal; sama-sama ingin memerangi mafia. Maka yang dinegoisasikan adalah strategi dan caranya.

“25 tahun reformasi harus diteguhkan sebagai tahun dimulainya Kembali konsolidasi demokrasi, pemilu akan jadi 2024 atau tidak jangan dilalaikan untuk konsolidasi rakyat, jangan jadi rakyat BLT. Kawal pemilu 2024 secara demokratis serta bersiaplah untuk kemungkinan terburuk jika tidak terjadi pemilu 2024,” tandas In’Am.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: 25 Tahun Reformasiaktivis 98Lembaga Study Pendidikan dan Kebangsaan (LeSPK) DI YogyakartaWarta Pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Ramai Penolakan terhadap PT PHR, KNPI Riau Jelaskan Hasil Tim Investigasi, Larshen: Surat segera Dikirim ke Presiden

Post Selanjutnya

Sambut Ramadhan, Morrissey Hotel Luncurkan Paket Buka Puasa Bersama All You Can Eat

RelatedPosts

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

19 Maret 2026
Foto : Istimewa

Forum Sipil: Meski Libatkan Oknum TNI, Kasus Air Keras Aktivis KontraS Harus Diproses di Hukum Sipil

19 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Pesan Nyepi KPK: Korupsi Berawal Dari Gagal Menahan Diri

19 Maret 2026

Eskalasi Konflik Timur Tengah Memanas, Mensesneg: Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Di-hold

18 Maret 2026

Satgas Preventif Operasi Ketupat 2026: One Way Jakarta-Cikampek Efektif, Mobilitas Pemudik Meningkat

18 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Ingatkan ASN Soal Modus THR: Minta Hadiah Lebaran Bisa Berujung Pidana

17 Maret 2026
Post Selanjutnya
Beragam menu disajikan Morrissy Hotel untuk menyambut Ramadhan 2023

Sambut Ramadhan, Morrissey Hotel Luncurkan Paket Buka Puasa Bersama All You Can Eat

Inilah istri pejabat Kemensetneg yang suka pamer harta hingga suaminya dinonaktifkan.

Pejabat Kemensetneg Dinonaktifkan Gara-gara Istri Hobi Pamer Harta di Media Sosial

Discussion about this post

KabarTerbaru

Lapas Pemuda Tangerang berikan remisi Nyepi 2026 kepada 6 narapidana Hindu.(Istimewa)

Jelang Nyepi 2026, 6 WBP Hindu di Lapas Pemuda Tangerang Dapat Remisi Khusus

20 Maret 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

19 Maret 2026

Momen Prabowo-Megawati Bertemu di Istana Merdeka Jelang Idulfitri 1447 H

19 Maret 2026
Foto : Istimewa

Forum Sipil: Meski Libatkan Oknum TNI, Kasus Air Keras Aktivis KontraS Harus Diproses di Hukum Sipil

19 Maret 2026

Arus Mudik Garut Terus Meningkat, Kasatlantas: One Way Situasional Prioritaskan Keselamatan

19 Maret 2026

Mensesneg Sampaikan Arahan Presiden: Kabinet Diminta Rayakan Lebaran Tak Berlebihan

19 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Pesan Nyepi KPK: Korupsi Berawal Dari Gagal Menahan Diri

19 Maret 2026

Seskab Teddy Pastikan KA Kerakyatan: Tarif Turun, Layanan Mudik 2026 Meningkat

19 Maret 2026
Ketua Umum SBSI 92, Sunarti, (Foto: Istimewa)

SBSI 92 Soroti Dampak Konflik Global, Sunarti: Waspadai Hoaks yang Picu Perpecahan

19 Maret 2026

Seskab Teddy Pastikan KA Kerakyatan: Tarif Turun, Layanan Mudik 2026 Meningkat

19 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjalanan Karier Brigjen TNI Dwi Sasongko, Penerima Adhi Makayasa1998 Butuh 16 Tahun Raih Pangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditutup Sepihak, Pengelola Balong Cafe Gugat Pemilik Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukma Hidayat Kecam Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Singgung Kasus Novel Baswedan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com