• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Agustus 9, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini Edukasi

Demokasi Indonesia Tanpa Humanisme? Jaya Suprana: Jihad al Nafs Membentuk Peradaban Bukan Hanya Membangun Demokrasi

Redaksi oleh Redaksi
1 November 2022
di Edukasi, News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku– Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Bertajuk ‘Demokasi Indonesia Tanpa Humanisme?’, acara diselenggarakan di Ruang Granada Universitas Paramadina, Jakarta Selatan. Selasa (1/11/2022).

Acara diskusi dipandu oleh Dr Aan Rukmana, Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina dengan menghadirkan pembicara Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan dan Dr Sunaryo, Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dr. Sunaryo

Dalam kesempatan itu, Dr.Sunaryo menjelaskan refleksi terhadap praktik demokrasi di Indonesia.

RelatedPosts

Ini 3 PO Box Pengaduan MBG Dibuka untuk Internal, Mitra dan Masyarakat, Langsung Diawasi Kepala BGN

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

Menurut Dr. Sunaryo, Meksi pada masa awal dulu para filosof tidak terlalu suka dengan demokrasi, namun dalam sejarah modern, demokrasi dianggap sebuah sistem nilai yang mempunyai keburukan paling sedikit, dibanding yang lain.

“Itulah realitas modern, dan negara-negara kemudian didorong untuk menjadi lebih demokratis,” katanya.

Ia menyebut, ‘Founding father’ Indonesia sejak awal mempunyai komitmen besar terhadap demokrasi kerakyatan yang diwakilli oleh sila ke empat Pancasila.

“Tapi kemudian demokrasi di Indonesia juga mengalami pasang surut mulai era demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi era orde baru dan demokrasi era reformasi saat ini,” jelasnya.

Demokrasi di alam reformasi, menurutnya, menemukan format kebebasan dengan diizinkannya multi partai, kebebasan bersuara dan berserikat, dan lain-lain.

“Namun juga hadir aneka respon dan perilaku masyarakat-individu mulai dari hal baik sampai yang kasar, rendahan, dan nir etika seperti perilaku komunikasi di media sosial terkini,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Dr. Sunaryo, memang dibutuhkan tata aturan yang disepakati oleh semua pihak untuk tetap mengedepankan etika di ruang-ruang publik, dan hukuman bagi yang melontarkan hate speech keterlaluan.

Baca Juga  Keluarkan SE Larangan Izin Gedung Husainiah, Habib Syakur: Plt. Bupati Probolinggo Langgar Sistem Tata Kelola Pemerintahan

“Seperti yang diterapkan di negara-negara maju. Indonesia perlu kesadaran semua pihak untuk membangun kesadaran beretika di alam demokrasi. itu yang masih absen,” jelasnya.

Kata Dr. Sunaryo, Kemanusiaan adalah mahkota peradaban. Namun ide humanisme juga akhirnya dikritik karena dianggap kurang pemihakan terhadap aspek ekologi.

“Sejarah humanisme abad pertengahan pada manusia sebagai sentrum, dan teosentrisme sebagai pusat kebenaran juga dikritik. Terkait tafsir yang pasti dipahami secara keliru dan berbeda-beda,” katanya.

Peradaban manusia selalu mempuyai payung untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.

“Salah satu ukurannya dari sudut manusia termasuk tata kelola hidup bersama,” imbuhnya.

Demokrasi adalah payung Kemanusiaan untuk membuat Kemanusiaan menjadi lebih baik.

Memang, tidak ada sistem yang sempurna tetapi demokrasi adalah pilihan yang punya risiko paling kecil.

“Kita cenderung fokus pada aspek prosedural dalam demokrasi. Hanya pada pelaksanaan pemilu dan parlemen di DPR tetapi kurang pada aspek demokrasi yang lebih substansial. Tetapi juga kita memihak Amartya Sen, yang menyatakan Asian Valuesmya Lee Kuan Yew dan Mahathir Mohammad yang belum tentu cocok di belahan lain Asia,” papar dia.

Dari beberapa komparasi, Dr.Sunaryo mengatakan, demokasi justru punya kontribusi lebih positif terhadap kesejahteraan.

“Dapat memberikan kesempatan kepada semua orang terhadap apa yang menjadi interestnya,” katanya.

Jaya Suprana

Kemanusiaan memang mahkota peradaban. Apapun yang dilakukan manusia, jika tidak berorientasi pada kemanusiaan maka tidak akan jadi baik pada hasilnya.

Kata Jaya Suprana, Pasti berujung destruktif jika tidak dipayungi oleh kemanusiaan. Baik ekonomi, politik, sosial budaya, dan agama.

“Agama bahkan pernah dimanfaatkan bukan untuk kemanusiaan,” cetusnya.

Baca Juga  Diplomat Muda Arya Daru Dimakamkan di Bantul, Polisi Selidiki Sidik Jari di Lakban dan Periksa 4 Saksi

Cara manusia memahkotakan Kemanusiaan, menurut Jaya Suprana, adalah seperti yang diajarkan oleh Cak Nun, bahwa satu diantara kearifan Islam yang dikagumi adalah: “Jihad al Nafs. Jihad atau peperangan melawan hawa nafsu”.

Diangkat dari kisah peperangan Uhud, ketika Nabi Muhammad memberikan nasehat kepada pasukan muslim, agar jangan lengah dan perang yang paling besar (Akbar) adalah perang melawan hawa nafsu.

Jaya Suprana mencontohkan, Salah satu tragedi kemanusiaan di Jakarta adalah ketika terjadi penggusuran terhadap warga Bukti Duri pada 28 September 2016.

“Disitu nampak bahwa bagi mereka yang miskin, maka pasti tidak bisa melawan. Berbeda ketika rencana penggusuran terjadi pada kaum yang berpunya. Di situlah sebetulnya ujian bagi Kemanusiaan kita. Termasuk ketika melakukan kebencian, penghinaan dan fitnah,” bebernya.

Jaya Suprana menegaskan, Demokrasi, agama, hukum, ekonomi, politik tidak berada pada posisi yang salah.

“Yang salah adalah manusianya yang kehilangan kemanusiaan. Sesungguhnya Kemanusiaan itu build in dalam Demokrasi dan Demokrasi build in dalam Kemanusiaan,” tegasnya.

Menurutnya, Jihad melawan nafsu bisa berbentuk peradaban yang luar biasa indah. Karena estetika itu juga hal yang tidak kalah penting.

“Jihad al nafs juga untuk membentuk peradaban, bukan hanya untuk membangun demokrasi,” katanya.

Lanjut Jaya Suprana, Dari segi happiness index, kesejahteraan jelas berkorelasi dengan kebahagiaan, dan memberi pengaruh terhadap kesejahteraan.

“Sisi Happiness index, Kemanusiaan lebih objektif karena menunjukkan arah capaian pada kebahagiaan yang lebih substantive,” Jaya Suprana menutup.***

Red/K.101

Tags: ‘Demokasi Indonesia Tanpa Humanisme?’Jaya SupranaJihad al Nafs Membentuk Peradabanrefleksi terhadap praktik demokrasi di IndonesiaWarta Pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Brigjen Krishna Murti: Dengan ‘Breakthrough’ Divhubinter Polri Perburuan Harun Masiku Bisa Lebih Optimal

Post Selanjutnya

Polres Garut Launching Program “Taros Kapolres Garut”

RelatedPosts

Ini 3 PO Box Pengaduan MBG Dibuka untuk Internal, Mitra dan Masyarakat, Langsung Diawasi Kepala BGN

9 Agustus 2026

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

8 Agustus 2026

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

8 Agustus 2026

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Dalami Temuan 996 Benda Menyerupai Senjata di Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan

7 Agustus 2026
Post Selanjutnya

Polres Garut Launching Program "Taros Kapolres Garut"

Garut Raih Medali Emas Pertama dari 2 Atlit Cabor Loncat Indah Putri di Porprov Jabar XIV 2022

Discussion about this post

KabarTerbaru

Ini 3 PO Box Pengaduan MBG Dibuka untuk Internal, Mitra dan Masyarakat, Langsung Diawasi Kepala BGN

9 Agustus 2026

Yuda Puja Turnawan Soroti Janda Rentan yang Belum Mendapat PKH dan Sembako Reguler

9 Agustus 2026

Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

8 Agustus 2026

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026

Dari Buku Ajar hingga Budaya Membaca, Presiden Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia

8 Agustus 2026

STN Jabar Desak Pemerintah Batalkan Pembangunan Yonif TP 322 di Atas Lahan Kelola Warga Mekargalih

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

8 Agustus 2026

PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin di Garut

8 Agustus 2026

DPD RI Hadirkan Kantor Perwakilan di Serang untuk Tampung Aspirasi Warga Banten

8 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com