Terkait Materi Ujian “Anies Diejek Mega”, Eksponen Pengurus PDI Perjuangan DKI Minta Pelaku Ditindak Tegas

Eksponen Pengurus PDI Perjuangan DKI Jakarta usai menggelar jumpa pers. (*)

KABARIKU – Materi ujian di salah satu SMP di Jakarta, tepatnya di wilayah Cipete Utara, membuat heboh. Menurut berita yang tersebar di media online, salah satu materi ujian tersebut berisi Anies diejek Mega .

Hingga Selasa hari ini (15/12/2020), keberadaan materi ujian itu masih hangat jadi perbincangan.

Eksponen pengurus PDI Perjuangan menyatakan sangat prihatin dan menyayangkan dengan adanya materi ujian yang seperti itu.

“Tindakan seorang oknum guru seperti yang kita ketaui bersama sarat dengan muatan politis yang tidak sehat bahkan cenderung bahaya untuk kelangsungan anak-anak didik kita sebagai siswa, dan bisa menciderai dunia pendidikan untuk masa-masa yang akan datang,” ungkap Juru Bicara Eksponen Pengurus PDI Perjuangan DKI Jakarta, Tasirin Rahmat, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kabariku pada Senin malam (14/12/2020).

Oleh karena itu, tegas Tasirin, eksponen pengurus PDI Perjuangan meminta pihak terkait, terutama Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, segera memanggil pihak Dinas Pendidikan Pemprov DKI untuk memperoleh penjelasan mengenai materi ujian tersebut.

“Dan kami mendesak agar pembuat materi ujian diproses sesuai mekanisme yang ada agar ke depan tidak terulang lagi. Hal ini menyangkut nama tokoh yang tak lain seorang Gubenur DKI Jakarta dengan mantan Presiden Megawati Sukarnoputri, jadi hal tersebut tidak boleh dibiarkan,” imbuhnya.

“Sesuai yang dikutip media online dan di akui oleh pihak-pihak terkait sangat jelas sekali bahwa hal tersebut syarat dengan muatan politis keperpihakan kepentingan tertentu, yang pada giliranya jelas ada tendensi diskriminasi terhadap ketokohan seorang Megawati Sukarnoputri hingga mengarah pada pencemaran nama baik sekaligus ada nuansa mengarah ujaran kebencian,” tambahnya.

Tasirin Rahmat menyebut, kasus materi ujian tersebut sangat memalukan dunia pendidikan DKI.

“Harus ada sangsi yang tegas sesuai mekanisme yang berlaku, agar ada efek jera terhadap siapa pun pelakunya” tandasnya. (Has)

Tinggalkan Balasan