Cucu Pejuang dan Pendiri UIN Bandung Dilantik Jadi Dirjen Pendidikan Islam Kemenag

Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T. (*)

KABARIKU – Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T, guru besar Teknologi Informasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, dilantik menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) oleh Menteri Agama RI Fachrul Rozi, Senin (10/8/2020).

Prof. Dani, begitu Muhammad Ali Ramdani dipanggil, adalah cucu Prof. KH Anwar Musaddad, ulama kharismatik asal Garut, Jawa Barat yang juga pendiri UIN SGD. Lelaki kelahiran Garut 6 November 1971 ini, dilantik bersama pejabat Eselon I lainnya, yakni Dr. Deni Suardini, SE, AKT, M.M, CFRA, CA, QIA sebagai Inspektur Jenderal, Yohanes Bayu Samodro, S.Pd, M.Pd sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Dr. Tri Handoko Seto, S.Si, M.Sc sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Prof. Dr. Achmad Gunaryo, MsocSc sebagai Kepala Balitbang Diklat Kemenag.

Prof. Dani dibesarkan di lingkungan keluarga cendekia dan ulama. Ibunya adalah Prof Dr. Hj Ummu Salamah, MS dan Prof. Cecep Syarifuddin (Almarhum). Hj Ummu Salamah merupakan guru besar Universitas Pasundan (Unpas) dan Uniga (Universitas Garut). Begitu juga Cecep Syarifuddin, ia merupakan guru besar Unpas dan sempat menjadi Rektor Unpas.

Darah kecendekiaan Prof. Dani, mengalir sejak kakeknya, Prof. KH. Anwar Musaddad. Diketahui, KH Anwar Musaddad merupan perintis IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan menjadi rektor pertama perguruan tinggi yang kini berubah nama menjadi Univeristas Islam Negeri SGD itu.

Selain sebagai cendekia, KH. Anwar Musaddad pun merupakan sosok pejuang. Bersama pasukan Hizbullah, ia bertempur melawan Belanda di zaman revolusi dan bahkan sempat tertawan sehingga dipenjarakan.

Kepedulian KH Anwar Musaddad terhadap pendidikan, diwujudkan dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Al-Musaddadiyah di Garut yang membawahi pesantren, lembaga pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Kiai yang terkenal sebagai ahli perbandingan agama ini wafat pada tahun 2000 dalam usia 91 tahun.

Sementara Prof. Dani menamatkan pendidikan S-1 di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1995, kemudian S2 dan S3 ia tempuh di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebelum dilantik menjadi Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dani mengemban amanah sebagai Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Jati Bandung untuk periode 2019-2023. Di periode sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Prof Dani berhasil menjadi Dirjen Pendidikan Islam setelah menjalani serangkaian tahapan seleksi. Di seleksi akhir, ada tiga nama yang masuk nominasi. Yaitu, selain Prof Dani juga ada Muhtar Solihin dan Musahadi.

“Hari ini, lima jabatan telah diisi. Kami berharap, dengan kehadiran Bapak-Bapak, Kementerian Agama akan dapat berlari jauh lebih kencang. Sekali lagi, saya ucapkan selamat menunaikan tugas dengan baik,” kata Menag Fachrul Rozi saat melantik Prof. dani dan kawan-kawan. (Ref)

Tinggalkan Balasan