Terjaring Tangkap Tangan KPK Dalam Pengurusan Perkara di MA, Yosep Parera Mengakui dan Meminta Maaf kepada Semua Pengacara di Indonesia

Jakarta, Kabariku Komisi Pemberantasan Kodupsi (KPK) telah menetapkan 10 tersangka terkait suap pengurusan perkara di MA, salah satunya menetapkan sebagai tersangka Hakim Agung pada Mahkamah Agung (MA), Sudrajad Dimyati.

KPK menetapkan 6 tersangka sebagai penerima suap dan empat tersangka sebagai pemberi suap salah satu disebutkan, Pengacara Yosep Parera yang terjaring kegiatan tangkap tangan KPK.

Sekira pukul 03.08 WIB dini hari, usai diperiksa Tim Penyidik KPK, Yosep Parera dengan menggunakan rompi oranye KPK dan tangan diborgol, dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada semua Pengacara diseluruh Indonesia atas kejadian yang menimpanya.

“Pertama saya minta maaf untuk semua pengacara yang ada di Indonesia. Inilah sistem yang buruk dinegara kita, dimana setiap aspek dari tingkat bawah sampai atas harus menggunakan uang,” cetusnya di Gedung KPK. Jum’at (23/9/2022).

Yosep menyebut dirinya bersama rekan adalah korban dari sistem tersebut.

“Salah satu korbannya kita, maka saya dan mas Eko sebagai lawyer itu mengakui secara jujur bahwa kami menyerahkan uang,” ujarnya.

Yosep menjelaskan, pihaknya menyerahkan uang kepada salah seorang yang tidak diketahui sebagi apa dan siapa.

“Salah seorang dari Mahkamah Agung tetapi kami tidak tahu, dia panitera atau bukan. Intinya kami akan buka dan kami siap menerima hukumannya,” ujar Yosep.

Yosep menyadari hal ini merupakan konsekwensinya sebagai penegak hukum.

“Saya menyadari moralitas kami sangat rendah, kami bersedia dihukum seberat-beratnya,” tandasnya.

Berita terkait sebelumnya, Klik Disini

Diketahui, Th. Yosep Parera, SH., MH., merupakan founder firma hukum dan pemilik Rumah Pancasila di kawasan Semarang Barat, Jawa Tengah. Melansir laman Law and Firm Yosep Parera.

Selain menjadi pengacara, Yosep Parera juga berkecimpung di dunia akademisi sebagai Dosen Hukum Bisnis di STIE Widya Manggala Semarang.

Yosep juga kerap menjadi narasumber diberbagai seminar hukum serta aktif dibeberapa kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Intinya kami akan buka semua, kami siap menerima hukumannya karena itu ketaatan kami. Kami merasa moralitas kami sangat rendah, kami bersedia dihukum yang seberat-beratnya,” ujar Yosep.

“Saya semua pengacara tidak mengulangi hal-hal seperti ini,” tandasnya.***

Red/K.000

BACA juga berita menarik seputar Pemilu KLIK disini

Leave a Reply