• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Januari 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Tambora Ruang Seni Hadir di Parungpanjang Bogor

Redaksi oleh Redaksi
25 Juni 2022
di Kabar Terkini, Seni Budaya
A A
0
ShareSendShare ShareShare

BOGOR, Kabariku- Perupa Adikara kembali menggelar pameran tunggalnya, setelah sebelumnya juga berpameran tunggal dalam event Parade Pameran Tunggal 51 Perupa yang selenggarakan oleh BOSEN2020.

Pameran tunggal Adikara kali ini akan diselenggarakan di Tambora Ruang Seni, tepatnya di Markas Besar Komunitas Rumah Anak Bumi di Jalan Cemara I No. 12, Perumnas 1, Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pameran akan diresmikan oleh Pustanto selaku Kepala Galeri Nasional Indonesia, yang juga mendapat dukungan dari Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta, Aidil Usman, dan dibuka pada jam 14:30 Sabtu siang 25 Juni hingga 25 Juli 2022.

RelatedPosts

Refleksi 52 Tahun Malari dan HUT ke-26 Indemo: Korupsi Ancaman Demokrasi dan Ekologi

Sinergi BNN Bersama Bea Cukai dan Imigrasi Bongkar “Dapur” Peracikan Narkotika di Apartemen Jakarta

Seabad Panas Bumi Kamojang: Tonggak Swasembada Energi Nasional

Sebuah pameran yang boleh dibilang istimewa bahkan penting bagi perjalanan kesenian seorang Adikara. Mengapa demikian?

Karena pada pameran tunggalnya kali ini dihadirkan kepada publik sebuah rangkaian kekaryaan Adikara pada satu dekade pertama ia mulai menggambar pada tahun 1976 ketika ia masih duduk dibangku SD hingga SMP di Garut , Jawa Barat. Lalu tahun 1984 pindah Cimahi, dimana di kota kecil itu terhitung sejak 1985 Adikara intensif lagi menggambar kota dan desa secara on the spot.

Bahkan lahir juga karya-karya anomali dibuat setelah mulai berkesempatan melihat berbagai pameran lukisan di kota Bandung. Karya-karya sejak 46 tahun lalu tsb masih tersimpan rapi.

Pameran yang dikemas dengan judul “Jejak“ sesungguhnya bisa dibaca sebagai  sebuah kompilasi karya-karya gambar dibuat oleh Adikara dikisaran tahun 1976-1986. Walaupun tersimpan hanya 50an karya dari sekian banyak karya yang sebagian besar hilang, rusak dan hilang.

Baca Juga  ALDERA Hadir di Universitas Katolik Musi Charitas Palembang 'Memaknai Cita-Cita, Perjuangan, dan Komitmen Kebangsaan'

Tema ini mengagambarkan tentang perjalanan menggambar masa lampau seorang Adikara ketika masih duduk dibangku SD hingga sebelum menjadi mahasiswa FSRD ITB, yang tentu belum mengenal sama sekali berbagai prinsip, teori, dan pengetahuan dunia gambar atau seni rupa.

Namun Adikara menekuninya karena memang menggemari, menikmati dan ternyata menjadi satu-satunya kegiatan personal yang tak bisa dibisa diganggu oleh siapapun.

Karya-karya yang dihasilkan adalah hasil dari bagaimana intensitas seorang Adikara yang sejak dulu memang melakoni dunia gambar-menggambar seperti halnya bermain di kebun, berenang di sungai atau kumpul dengan teman-teman.

Dan ternyata kebiasaan menggambar telah membentuk cara berfikir visual lebih dominan daripada verbal dan matematika menurut Adikara. Banyak hal jadi mudah dicerna bila diutarakan dengan atau dalam gambar.

Adikara seringkali membayangkan atau mengingat objek/peristiwa adalah hal yang biasa, dan itu tidak istimewa baginya dimasa itu, tetapi tentunya tidak semua menjadi gambar, karena menggambar nyatanya tidak selalu mudah, punya kerumitan tersendiri menurut catatan Adikara.

Berbagai tema gambar yang dihasilkan oleh Adikara, baik berupa sketsa, drawing hingga gambar yang sudah memakai cat air, pastel dll. Dalam pameran ini kita akan menyaksikan lukisan pemandangan yang ia hasilkan 46 tahun lalu, juga sketsa, drawing suasana pasar, bioskop, para pedagang di pasar, tukang becak, wajah-wajah sahabat, hingga gambar yang dihasilkan dengan mencontoh dari gambar yang ada di majalah, buku dll. Garis-garis Adikara sejak dulu sudah terliht kuat, lugas, spontan.

Sesungguh ia telah mampu membuat gambar-gambar yang hidup. Dalam artian Adikara sesungguhnya tidak selalu menggambar semua objek gambarnya presisi atau anatomis misalnya ketika ia menggambar orang atau sekumpulan orang.

Namun Adikara justru mengutamakan atau sangat mampu menggambar suatu suasana dengan sangat baik. Berbagai adegan atau gerak-gerik, gestur orang di pasar misalnya, dalam gambar-gambar yang dihasilkan Adikara terlihat sekali suasana pasarnya yang rame, penuh percakapan tawar-menawar, becek, kotor, dan lain, seolah bisa kita rasakan ketika melihat gambar-gambarnya.

Baca Juga  Kapolri Berikan Penghargaan 15 Atlet Polri Peraih Medali untuk Indonesia di Sea Games Vietnam

Begitu juga dengan gambar-gambar lainnya, semua gambar memang mampu menampilkan suasana yang diabadikan oleh Adikara.

Karya-karya kurun waktu 10 tahun yang terarsip ini ternyata bukan direncanakan, tetapi spontanitas semata, bisa juga karena alasan lain yang Adikara tidak ingat. Karena awalnya tidak akan menyangka  atau tidak menyadari nilai dan manfaatnya dikemudian hari.

Dan dalam pameran ini karya-karya saat masih SD hingga SMP tersebut ternyata merupakan “jejak” yang begitu berarti , bahkan teramat penting yang bahkan bisa disebut fondasi awal yang faktanya merupakan konstruksi kuat bagi proses berkarya dipuluhan tahun berikutnya, bagi lahirnya ratusan atau bahkan ribuan karya berikutnya. Baik saat kuliah seni rupa, lalu menjadi perupa dan menjadi dosen seni rupa hingga hari ini.

Dari apa yang telah dikerjakan Adikara dengan menekuni dunia menggambar telah merubah hidupnya menjadi lebih berwarna. Ketekunin serta kesetiaan terhadap pilihan yang ia kerjakan sejak dahulu telah membawanya ke berbagai kegiatan kebudayaan, seni rupa, dan pendidikan seni rupa. Menggambar telah menjadi bagian keseharian perupa Adikara. Menggambar adalah jalan memaknai kehidupan.

Kurator pameran ini Reydo Respati menegaskan bahwa melihat karya-karya gambar Adikara yang dipamerkan pada akhirnya melihat kesenangan personal yang menjadi konstruksi pertama Adikara menggambar, diawali dari gambar sederhana meniru referensi, kemudian dalam perjalanannya beranjak ke proses internalisasi dan dialog antara subjek dengan objek pada life drawing yang membentuk konstruksi kedua dimana kepekaan artistik, intuitif-rasional, dan pendekataan imajinatif sebagai nafas menggambarnya.

Gambar menjadi menjadi bahasa yang digunakan Adikara untuk mengungkapkan apa yang dialami-dirasakan-dipikirkan, baik secara mental maupun indrawi, dengan tingkat penghayatan yang terus tumbuh.

Kedua konstruksi itu fundamental yang pengaruhnya sangat signifikan dimasa-masa berikutnya, dan tampaknya tidak pernah selesai seiring pengkayaan pengalaman dan praktik menggambar Adikara intensitasnya tidak menurun sampai hari ini.

Baca Juga  Calon Bupati Garut dr Helmi Budiman Disambut Antusias Warga di Pasar Tumpah Sucinaraja

Jejak gambar yang ditorehkan hampir empat dekade silam, hari ini berbagi muatan pengalaman dengan kita.

Pameran tunggal Adikara berjudul “Jejak” adalah inisiasi dari William Robert, seniman penggiat seni rupa yang merintis Tambora Ruang Seni bersama Ridwan Manantik pendiri Rumah Anak Bumi.***

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: #JejakPameran Tunggal AdikaraRidwan Manantik.Rumah Anak BumiTambora Ruang SeniWilliam Robert
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Mahasiswa INAIS Bogor Bersama Brotherhood_Scooteris_Cemplang Gelar Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana Alam

Post Selanjutnya

Pelantikan dan Seminar Nasional Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia DPD Tasikmalaya

RelatedPosts

Refleksi 52 Tahun Malari dan HUT ke-26 Indemo: Korupsi Ancaman Demokrasi dan Ekologi

9 Januari 2026
Empat orang jaringan internasional peredaran gelap narkotika dengan modus baru diamankan dalam Operasi Pengamanan Nataru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (dok Biro Humas Protokol BNN RI)

Sinergi BNN Bersama Bea Cukai dan Imigrasi Bongkar “Dapur” Peracikan Narkotika di Apartemen Jakarta

7 Januari 2026
Kawah Kareta di Dusun Kamojang Desa Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung (dok Kabariku)

Seabad Panas Bumi Kamojang: Tonggak Swasembada Energi Nasional

6 Januari 2026

Transformasi Pertamina: Tiga Subholding Dilebur, Direksi Baru Disiapkan

31 Desember 2025
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat konferensi pers di Jakarta. (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)

Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan Pascabencana Aceh Tunjukkan Kemajuan Pesat

31 Desember 2025

KPK Terbitkan SP3 Kasus Konawe Utara, SIAGA 98: Sah Secara Hukum

29 Desember 2025
Post Selanjutnya

Pelantikan dan Seminar Nasional Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia DPD Tasikmalaya

Empat Penumpang Meninggal, Lakalantas Bus CPU Rombongan SDN Sayang di Rajapolah Tasikmalaya

Discussion about this post

KabarTerbaru

Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK

KPK Pastikan Taat KUHP dan KUHAP Baru, Johanis Tanak: Tak Ada Istilah Siap atau Tidak

10 Januari 2026
Gelandang PERSIB, Thom Haye

PERSIB vs Persija di GBLA, Thom Haye Antusias Sambut Laga Sarat Gengsi

10 Januari 2026
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Yusril: Pilkada Langsung maupun via DPRD Sama-Sama Konstitusional

9 Januari 2026
Ketua KPK Setyo Budyanto (tengah) dengan sejumlah pimpinan KPK dan Jubir KPK. (Foto: Humas KPK)

Pemulihan Aset KPK Mencapai Rp1,53 Triliun, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir

9 Januari 2026

Mukab VIII KADIN Garut Diikuti Satu Calon, Panitia Tegaskan Komitmen Rekonsiliasi Organisasi

9 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Selain Yaqut, Stafsus Gus Alex Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

9 Januari 2026
Sandri Rumanama paparkan peran strategis Polri dalam mendukung Program Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (Ist)

Di Balik Layar Asta Cita Presiden Prabowo: Polri dan Dapur MBG Nasional

9 Januari 2026
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: kemenag.go.id)

Gus Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

9 Januari 2026
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama pihak terkait melaksanakan peninjauan aktivitas penambangan Galian C di 3 lokasi yang berada di wilayah Kecamatan Banyuresmi dan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (5/1/2026).

Dukung Bupati-Wabup Garut Tertibkan Galian C, Ekspedisi 57: Kebijakan Berani Lindungi Warga dan Lingkungan

9 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Profil Komjen (Purn) Chryshnanda Dwilaksana, mantan Kalemdiklat Polri dan Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri

    Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUHP Baru Berlaku Januari 2026, Menkum: Disusun 63 Tahun Gantikan Produk Hukum Kolonial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Penertiban Kawasan Hutan, Transparansi Kinerja Satgas PKH Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Presiden Prabowo dan Jenderal LB Moerdani di Sekolah Kader Taruna Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Ijazah Belum Tuntas, Dua Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Datangi Rumah Jokowi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Garut Evaluasi Galian C, Tiga Lokasi di Banyuresmi-Tarogong Kaler Dihentikan Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu Ijazah Jokowi: Partai Demokrat Layangkan Somasi atas Konten yang Seret Nama SBY

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com