Sudah Tercemar Limbah, Cimanuk Kini Tertutup Eceng Gondok

Tumbuhan liar eceng gondok menutupi permukaan Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, di kawasan Jembatan Copong, Kecamatan Garut Kota.

KABARIKU – Lengkap sudah pencemaran terhadap Sungai Cimanuk yang pada tahun 2016 lalu mengamuk dan mengakibatkan puluhan warga Garut, Jawa Barat, meninggal dan hilang. Sudah airnya menghitam akibat limbah dan sampah, kini sebagian permukaannya pun tertutupi eceng gondok.

Tanaman liar itu tumbuh subur menutupi permukaan sungai di kawasan Jembatan Copong, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, dari mulai jembatan hingga pintu bendungan.

Warga setempat menyebut, tumbuh suburnya eceng gondok di Cimanuk merupakan yang pertama kali terjadi.

‘Baru pertama kali ini Sungai Cimanuk dipenuhi eceng gondok,” kata Unang Priatna (42), warga sekitar jembatan Copong.

Menurut Unang, eceng gondok yang biasanya tumbuh subur di Situ Bagendit, objek wisata terkenal di Kabupaten Garut, muncul di Cimanuk sejak sebulan lalu.

“Sejak sebulan lalu tiba-tiba saja eceng gondok menutupi permukaan Cimanuk di sini (Jembatan Copong),” kata Unang.

Unang mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Ia cemas jangan-jangan lautan eceng gondok di Cimanuk bisa menyebabkan bencana.

“Kami kahwatir keberadaan eceng gondok itu akan menghambat aliran air sehingga Cimanuk kembali banjir seperti tahun 2016 lalu,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Euis (51), masih warga sekitar Jembatan Copong.

“Entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja eceng gondok memenuhi Sungai Cimanuk. Naudzubillah, kalau dibiarkan kami khawatir air Cimanuk terhambat dan naik ke daratan,” katanya.

Euis berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi keberadaan eceng gondok di sungai terbesar di Kabupaten Garut tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Uu Saepudin menyatakan, keberadaan eceng gondok di kawasan Jembatan Copong tumbuh alamiah karena didukung oleh kesuburan air.

“Tanaman itu tumbuh alamiah karena air di sana subur,” katanya kepada wartawan.

Uu menambahkan, pihaknya akan segera melakukan kordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk.

“Sungai Cimanuk merupakan tanggung jawab BWWS. Nanti kami akan koordinasikan,” katanya. (Ref)

Leave a Reply