Statement Megawati di Rakernas II PDI Perjuangan, Direktur Eksekutif LeSPK Yogyakarta: “Itu Peringatan Bagi Kader Partai Agar Jangan Bermain Api”

Kabariku- Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya saat pembukaan Rakernas II PDIP, Selasa (21/6/2022), mendapat sorotan publik.

Megawati memberikan arahan dan perintah tegas untuk mendisiplinkan kader di partainya. Hal itu disampaikan dihadapan Presiden Jokowi dan kader PDI Perjuangan yang hadir.

Tegas, Megawati mengatakan, Di PDI Perjuangan urusan koalisi-koalisi, out! Berarti gak ngerti sistem ketatanegaraan kita”.

Menyikapi pernyataan Ketum PDI Perjuangan tersebut, Aktivis Yogyakarta era 80-90, In’Am El Mustofa, mengatakan, Sebagai Ketua Umum partai politik pernyataan Megawati Soekarnoputri dinilai wajar menjelang Pemilu.

“Saya kira pernyataan Megawati Soekarnoputri wajar, apalagi menjelang Pemilu. Parpol memerlukan tingkat kesolidan tinggi. Ada ambisi tertentu PDI Perjuangan untuk tetap bertengger sebagai pemenang Pemilu,” kata In’Am. Rabu (22/6/2022) malam.

Direktur eksekutif Lembaga Studi Pendidikan dan Kebangsaan (LeSPK) Yogyakarta ini menafsirkan hal tersebut sebagai peringatan agar jangan bermain api. Hanya karena kepentingan pribadi kemudian mengorbankan partai yang membesarkan.

“Boleh saja itu ditafsirkan peringatan bagi Joko Widodo, Trimedya dan Ganjar Pranowo agar jangan bermain api. Hanya karena kepentingan pribadi kemudian mengorbankan partai yang membesarkan,” tukasnya.

Kata-kata ‘pecat’, lanjutnya, terdengar memang mengerikan, namun begitulah jika berpartai berkonsekuensi untuk setia pada keputusan partai.

“Tidak setia lebih baik keluar atau dikeluarkan atau pecat,” cetusnya.

Dan hiruk pikuk koalisi, Direktur Eksekutif LeSPK ini menyebut, seperti KIB dan lain-lain sebenarnya ini menunjukkan kegamangan dalam sistem perpolitikan Indonesia yang hendak dianut, Presidentil atau Parlementer.

“Teman aktivis kemarin yang berkumpul di Garut juga berkomitmen untuk mengajukan konsep/gagasan ketatanegaraan dan juga sistem pemilu yang mengedepankan etika politik,” tuturnya.

In’Am berpesan, Berkompetisi secara fair, kampanye sehat dan berbiaya rendah.

“Menjunjung tinggi martabat dan menghargai suara rakyat serta taat asas akan persatuan bangsa sekaligus menjunjung tinggi pluralitas,” tutup In’Am eL mustofa.***

Red/K.101

Leave a Reply