Pendiri PISP Minta Pemkab Garut Hati-Hati Tentukan Pengelolaan Kawasan Wisata Situ Bagendit

KabarikuHasanuddin pendiri Pusat Informasi dan Studi Pembangunan (PISP) menyampaikan, Pemda Garut harus hati-hati dalam menentukan pengelolaan Kawasan Situ Bagendit.

 “Situ Bagendit adalah aset negara, karena pemerintah telah mengeluarkan pembiayaan pembangunan situ Bagendit puluhan milyar bahkan hampir mencapai 100 Milyar,” kata Hasanuddin. Jum’at (2/9/2022).

Kehati-hatian ini bertujuan untuk menghindari pengelolaan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat sekitar.

“Selain itu masyarakat sekitar dan desa sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kawasan tersebut, tidak hanya fungsi wisata, tetapi air dan pertanian,” terangnya.

Menurut pendiri LBH Padjajaran ini, Kerjasama pengelolaan dengan pihak swasta, atas alasan dan pertimbangan investasi pengembangan lebih lanjut berpotensi merugikan negara.

Mengapa?, Hasanuddin menjelaskan, Sebab pemerintah telah mengeluarkan biaya cukup besar pembangunan infrastruktur disana.

“Situ Bagendit sudah menjadi aset yang benilai besar. Jadi, kerjasama ini tentu menguntungkan swasta, dan merugikan daerah,” tukasnya.

Terkecuali, lanjutnya, jika pemerintah belum sama sekali mengeluarkan pembiayaan.

“Kami meminta Bupati dan DPRD harus cermat dan hati-hati dalam menentukan mekanisme, prosedur dan bentuk kerjasamanya,” tandas Hasanuddin.

Untuk diketahui, revitalisasi Situ Bagendit di Kabupaten Garut dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Penataan Objek wisata yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut ini akan dikelola swasta. Bupati Garut Rudy Gunawan menjelaskan, penyerahan pengelolaan kepada pihak swasta bertujuan agar Situ Bagendit menjadi objek wisata berkelas dunia.

Penataan Situ Bagendit merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Garut pada 26 April 20219 lalu.

Setidaknya dimulai pada November 2020 dan rampung di tahun 2022. Anggaran penataan kawasan bersumber dari APBN Kementerian PUPR hampir 100 Miliar ini dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) 2020-2021, dengan Kontraktor Pelaksana PT Adhi Karya.

Penataan Situ Bagendit dilakukan diatas lahan seluas 2,8 hektare yang terbagi dalam enam zona, yakni: Zona 1 untuk wisata publik, Zona 2 area kuliner, Zona 3 area green school, Zona 4 area komersil, Zona 5 area water sport dan Zona 6 area masjid serta konservasi.

Adapun ruang lingkup pekerjaan diantaranya meliputi pembangunan jogging track sepanjang 6 km, taman teratai, taman bermain, pusat kuliner, restoran, masjid terapung, dan jembatan.***

Red/K.101

BACA juga berita menarik lainnya KLIK disini

Leave a Reply