Menguji Loyalitas Menteri Jokowi

Kabariku- Berkebalikan dengan Abraham Lincoln yang menyatakan bahwa bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan, maka untuk menguji relawan dan pendukung sejati, coba copot kekuasaannya, apakah mereka masih loyal?

Coba saja hal ini dilakukan Presiden Jokowi pada menteri-menterinya; LBP, Ketum Projo-Wamendes dan Erick Thohir.

Apakah setelah dicopot dan tak mempunyai kekuasaan lagi mereka tetap loyal pada Jokowi?

1000 persen dijamin tidak akan loyal !!

Loyalitas mereka pada Presiden Jokowi adalah loyalitas kekuasaan (diberi kekuasaan).

Indikasinya jelas terlihat;

Terbentuknya Poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan hadirnya Projo dan LBP dalam pertemuan KIB adalah upaya konsolidasi disaat berkembang rumors akan ada reshufle kabinet.

Sejatinya, KIB plus LBP dan Projo berkumpul bukanlah membicarakan soal Capres, sebab Presiden Jokowi sudah menyampaikan pesan secara lugas soal Capres “Ojo Kesusu”.

Tapi, bukannya malah diam, makin menjadi-jadi gerakan capres-capresan.

“Ojo Kesusu” sebab Capres pendaftarannya masih lama (September 2023), dan itu haknya partai politik dalam pengusungannya.

Deklarasi Capres Parpol saja belum, tapi relawan sudah dengan gegap gempita dan heroik menyatakan dukung mendukung.

Ini diibaratkan merasa akan melahirkan padahal hamil juga tidak.

Coba saja copot menteri-menteri itu, pasti balik tak loyal pada Jokowi.

Kasak-kusuknya bukan soal capres sesungguhnya, melainkan ketakutan kehilangan posisi kekuasaan menteri.

Sayangnya kegaduhannya sudah kemana-mana!

Berbeda dengan kami, mendukung Jokowi dan tak meminta dan berharap kekuasaan apapun, selain Jokowi sebagai presiden harus tetap tegak lurus pada kepentingan nasional atau kepentingan negara.

Cara mengujinya sedehana, Jika Jokowi Loyal pada Partai pengusungnya, maka ia juga akan loyal pada negara.

Jakarta, 7 Juni 2022

Hasanuddin
Koordinator SIAGA ’98

Red/K.000

Leave a Reply